Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DKI Jakarta » Rahmad Sukendar Desak Polri Tinggalkan Budaya Hedon: Pertemuan Kapolri–Kasatwil Harus Jadi Titik Balik Reformasi

Rahmad Sukendar Desak Polri Tinggalkan Budaya Hedon: Pertemuan Kapolri–Kasatwil Harus Jadi Titik Balik Reformasi

  • account_circle Tude
  • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

JAKARTA, jarrakpos.com – Ketua Umum BPI KPNPA RI, Rahmad Sukendar, menilai pertemuan Kapolri bersama seluruh Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) se-Indonesia harus menjadi momentum pembenahan besar-besaran di tubuh Polri. Ia menegaskan bahwa masyarakat menuntut perubahan nyata, bukan sekadar seremonial atau wacana reformasi yang tidak kunjung terwujud.

 “Agenda yang digelar Kapolri ini harus jadi titik balik. Polri wajib berbenah total. Reformasi Polri harus terukur, konsisten, dan dirasakan langsung oleh publik,” tegas Rahmad Sukendar.

 Menurutnya, banyaknya sorotan dan kasus yang melibatkan oknum polisi dalam beberapa tahun terakhir telah menggerus kepercayaan masyarakat. Karena itu, seluruh Kasatwil harus menyadari bahwa mereka memegang tanggung jawab strategis untuk mengembalikan marwah institusi.

 “Kasatwil harus memastikan internalnya bersih. Jangan sampai kantor polisi justru jadi tempat munculnya masalah baru. Penegakan hukum harus imparsial, tidak boleh pandang bulu,” ujarnya.

 Warning soal Gaya Hidup Mewah Polisi

 Rahmad Sukendar menyoroti fenomena gaya hidup hedon yang masih kerap dipamerkan sejumlah anggota Polri, baik secara langsung maupun lewat media sosial. Ia mengingatkan bahwa perilaku tersebut bukan hanya tidak etis, tetapi juga merusak citra institusi.

 “Polri harus hidup sederhana. Sudahi budaya flexing, sudahi endorse-endorse yang merendahkan martabat aparat. Rakyat menuntut polisi yang berintegritas, bukan polisi yang sibuk pamer kemewahan,” tegas Sukendar.

 Menurutnya, reformasi mental di tubuh Polri tidak akan berjalan jika gaya hidup personel masih jauh dari nilai kesederhanaan dan pengabdian.

 Pelayanan Publik Jadi Ukuran Utama Reformasi

 Lebih lanjut, ia menekankan bahwa perubahan Polri hanya akan terasa jika pelayanan kepada masyarakat diperbaiki secara drastis. Polri harus tampil sebagai pelindung dan pengayom, bukan figur yang menakuti atau mempersulit masyarakat.

 “Masyarakat ingin polisi yang melayani dengan hati. Bukan yang mempersulit, bukan yang menunggu viral dulu baru bergerak. Itu standar baru yang harus dipahami seluruh jajaran,” ujar Rahmad. Selasa (25/11/25).

 Ia menambahkan bahwa reformasi Polri tidak boleh berhenti pada level pimpinan pusat. Implementasinya harus sampai ke polres, polsek, hingga Bhabinkamtibmas di lapangan.

 “Perubahan harus menyentuh akar. Rakyat ingin merasakan langsung perbedaan itu dalam pelayanan, keamanan, dan penegakan hukum yang adil,” tegasnya.

 Dorong Kapolri Tindak Tegas Pelanggaran

 Rahmad Sukendar juga mendesak Kapolri untuk lebih tegas menindak anggota yang melanggar aturan, terutama terkait perilaku tidak profesional, pungli, atau penyimpangan etika.

 “Kalau ada anggota yang merusak citra Polri, jangan ragu tindak tegas. Jangan biarkan segelintir oknum mengorbankan reputasi seluruh institusi,” tegasnya.

Dengan tekanan publik yang semakin tinggi dan tuntutan profesionalisme yang makin besar, Rahmad Sukendar menilai bahwa pertemuan akbar Kapolri dan seluruh Kasatwil harus menghasilkan langkah konkret demi memperbaiki wajah Polri.

 “Ini momentum penting. Jangan disia-siakan. Reformasi Polri harus nyata, bukan hanya retorika,” tutupnya.(red)

 

  • Penulis: Tude

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Heboh! Pria di Mertoyudan Seminggu Tak Terlihat Ditemukan Meninggal Didalam Rumah

    Heboh! Pria di Mertoyudan Seminggu Tak Terlihat Ditemukan Meninggal Didalam Rumah

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 204
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Heboh penemuan jasad di Mertoyudan Magelang pada Selasa, 27 Januari 2026 sekitar pukul 06.00 WIB. Korban merupakan seorang pria berusia 53 tahun yang tinggal di Dusun Kedon 02/01 Desa Pasuruhan, Kecamatan Mertoyudan, Magelang. Usai ditemukan, jenazah kemudian dibawa ke RSUD Muntilan untuk dilakukan pemeriksaan. Hasilnya tidak ditemukan tanda-tanda kematian tidak wajar seperti penganiayaan, […]

  • Dugaan Praktik Transaksional dalam Pengesahan APBD 2026 Senilai Rp4,1 Triliun Menjadi Perhatian Publik

    Dugaan Praktik Transaksional dalam Pengesahan APBD 2026 Senilai Rp4,1 Triliun Menjadi Perhatian Publik

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 567
    • 0Komentar

    JARRAKPOS.COM | CIREBON – Proses pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Cirebon Tahun Anggaran 2026 senilai Rp4,1 triliun kini tengah menjadi pusat perhatian. Pasalnya, beredar kabar mengenai dugaan alokasi “paket pekerjaan” senilai Rp55 miliar yang diduga menjadi pemulus jalannya kesepakatan antara pihak legislatif dan eksekutif. Dugaan yang berkembang menyebutkan adanya pola baru dalam […]

  • Trans Jateng Buka Rute Baru Borobudur,Magelang dan Temanggung

    Trans Jateng Buka Rute Baru Borobudur,Magelang dan Temanggung

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 254
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Tengah memastikan pembukaan rute baru Trans Jateng koridor Temanggung–Magelang akan mulai beroperasi pada tahun 2027. Rute ini dirancang menghubungkan Kabupaten Temanggung, Kota Magelang, Kabupaten Magelang hingga kawasan wisata Borobudur. Jalur tersebut akan menjadi koridor ke-8 dalam layanan Trans Jateng. Kepala Dishub Jawa Tengah, Arief Djatmiko, mengatakan pembukaan rute […]

  • “Durhaka” Kepada Tulang, Syahlan Ginting “Dibumi Hanguskan” Dari Yayasan Nurul Ilmi ?

    “Durhaka” Kepada Tulang, Syahlan Ginting “Dibumi Hanguskan” Dari Yayasan Nurul Ilmi ?

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Ali Imran
    • visibility 299
    • 0Komentar

    PADANGSIDIMPUAN, JARRAKPOS – Desas-desus isu pemberhentian Syahlan Ginting (bere dokter Badjora) dari Yayasan Perguruan Islam BMMuda Nurul Ilmi Padangsidimpuan mulai terkuak. Jabatan yang sebelumnya menempati posisi sebagai salahsatu Pengurus dengan jabatan Ketua Harian kini dialihkan menjadi pegawai dan/atau karyawan di sekolah (bukan di Pengurusan Yayasan). Akan tetapi Surat Keputusan (SK) Pengangkatan sebagai pegawai / karyawan […]

  • Cctv Hotel di Magelang Disita KPK Terkait Pemerasan Bupati Pemalang Nonaktif

    Cctv Hotel di Magelang Disita KPK Terkait Pemerasan Bupati Pemalang Nonaktif

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 28
    • 0Komentar

    ‎MAGELANG,JARRAKPOS.COM – KPK menyita rekaman CCTV dari sebuah hotel di Magelang dalam penyidikan kasus dugaan pemerasan yang menjerat Bupati Pemalang nonaktif Anom Widiyantoro. Rekaman tersebut menjadi salah satu barang bukti yang diamankan penyidik dalam rangkaian penggeledahan perkara tersebut. ‎ ‎Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyebut penyidik sebelumnya menggeledah 15 lokasi di Pemalang, Tegal, Pekalongan, dan […]

  • Kepengurusan KSMI Medan Dibekukan

    Kepengurusan KSMI Medan Dibekukan

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Syawal
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Medan, – Kepengurusannya KSMI (Komite Sepakbola Mini Indonesia) Kota Medan dibawah kepemimpinan Ramadoni, dibekukan oleh Pengprov KSMI Sumut melalui Surat Keputusan bernomor 02/SK-PK/KSMI-SU/VIII/2026 tentang pembekuannya KSMI Kota Medan tertanggal 3 Agustus 2026. Pengprov KSMI Sumut menilai ada tiga poin pelanggaran, sehingga dibekukannya kepengurusan KSMI Kota Medan periode 2025-2029. Poin pertama, Demi menjaga marwah, integritas, kemajuan […]

expand_less