Jalan Ir. Soekarno Talun Perlu Sentuhan Tata Kelola, Menyandang Nama Besar Tapi Penuh Sampah.
- account_circle Hadi Supangat
- calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Cirebon, 13 Juni 2026 – Jalan Ir. Soekarno di Warung Asem, Desa Kecomberan, Kec. Talun, Kab. Cirebon punya posisi strategis. Jalur ini jadi akses utama ke Wisata Religi warisan Mbah Kuwu Cirebon, Wisata Kuliner, arah pintu Gerbang Tol Cipali, dan Jawa Tengah. Nama “Ir. Soekarno” dan “Mbah Kuwu Cirebon Girang” yang disandangnya seharusnya jadi kebanggaan. Keduanya tokoh besar yang sama-sama babad alas nusantara walaupun perannya berbeda.

Namun kondisinya hari ini belum sejalan dengan nama besar kedua Tokoh tersebut. Di jalan tersebut masih terdapat TPS dengan tumpukan sampah dan bau yang mengganggu. Kondisi ini kurang pantas untuk jalan yang menyandang nama Proklamator dan Mbah Kuwu Cirebon. Apalagi jalur ini juga branding “Wisata Kuliner”. Seharusnya wajahnya rapi, bersih, dan jauh dari aroma tidak sedap di titik PCL.
Catatan membangun:
1. Penataan TPS: Diharapkan DLH Kab. Cirebon bisa mengevaluasi titik dan jadwal angkut TPS di jalur strategis ini. Alternatif kontainer tertutup atau relokasi ke titik yang tidak mengganggu estetika jalan bisa jadi opsi.
2. Peran DPUTR: DPUTR Kab. Cirebon perlu memastikan Jalan rata tidak bergelombang dan tidak berlubang serta memastikan trotoar, drainase, garis pejalan kaki/sepedah dan ruang terbuka di Jalan Ir. Soekarno ditata rapi. Jalan ber-nama tokoh besar harus jadi etalase kabupaten.
3. Kolaborasi: Pengelolaan kota yang baik butuh kepekaan lintas OPD. Jalan wisata harus bersih, indah, dan nyaman. Ini sejalan dengan visi Cirebon Beriman sebagai daerah tujuan religi dan kuliner.
Kebersihan bagian daripada iman adalah merupakan ajaran dan gemblengan dari Mbah Kuwu Cirebon Girang yang senantiasa mengajarkan/menguatkan keimanan lahir batin.

Sebagai warga dan jurnalis, saya menyampaikan ini sebagai sumbangsih saran. Harapannya pihak terkait berkenan menindaklanjuti. Nama besar di papan jalan harus berbanding lurus dengan kondisi nyata di lapangan.
Hadi Supangat
Jurnalis: Jarrakpos.com.
- Penulis: Hadi Supangat




Saat ini belum ada komentar