Magelang Tempo Dulu untuk Peringati Hari Jadi Kota Magelang ke 1.120 Usung Tema “Sang Legenda”
- account_circle Feri Taufiandi
- calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

KOTA MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Magelang Tempo Doeloe (MTD) kembali digelar untuk memperingati Hari jadi Kota Magelang ke 1.120. Kali ini MTD mengusung tema “Sang Legenda” yakni sesuatu yang legend dari Kota Magelang. Mulai dari tokoh, produk, nama tempat hingga organisasi
Magelang Tempo Doeloe (MTD) kembali digelar untuk memperingati Hari jadi Kota Magelang ke 1.120. Kali ini MTD mengusung tema “Sang Legenda” yakni sesuatu yang legend dari Kota Magelang. Mulai dari tokoh, produk, nama tempat hingga organisasi. “Sang Legenda untuk mengingatkan kembali sejarah, agar masyarakat terutama generasi muda lebih memahaminya,” demikian disampaikan Koordinator Lapangan MTD, Andritopo, di sela-sela kegiatan, Sabtu (6/6/2026).
Andritopo mengatakan, Magelang Tempo Doeloe digelar untuk yang ke-14 kalinya. Gelaran ini akan berlangsung hingga Minggu 7 Juni besok. Dikatakan, ikon dari MTD kali ini adalah bola. Karena dari kota inilah lahir organisasi bola tertua yakni PPSM di tahun 1919. PPSM ini merupakan inisiator lahirnya PSSI.
“Tidak banyak yang tahu kalau inisiator PSSI dari Kota Magelang yakni PPSM.Karena itu kita hadirkan dan pahamkan ke mereka”
MTD kali ini juga berbeda dibanding tahun sebelumnya, seperti settingan maupun roundown acaranya.
Ada 130 stand yang meramaikan kegiatan ini, yakni stand yang telah dikurasi dan disesuaikan dengan kegiatan ini. Stand-stand yang berdiri mulai dari kuliner tradisional dan jaman dulu atau jadul, barang antik, benda koleksi dan stand-stand yang bersifat edukatif. Seperti stand workshop wayang suket, cara membungkus dengan daun yang merupakan warisan nenek moyang dan ada pula membaca aksara Jawa kuno.
Wakil Wali Kota Magelang, dr. Sri Harso yang membuka acara ini pada Jumat (5/6) malam mengatakan, tema tahun ini memiliki makna mendalam terkait upaya menjaga jati diri kota di tengah arus modernisasi. Legenda bukan hanya tentang tokoh atau peristiwa besar, melainkan tentang keteladanan, semangat perjuangan, dan warisan nilai yang terus hidup melampaui zamannya.
Kegiatan ini sebagai sarana pembelajaran hidup agar Kota Magelang terus maju dan berdaya saing tanpa kehilangan akar budayanya. Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Magelang, Imam Baihaqi, menjelaskan kegiatan ini bukan sekadar ajang nostalgia. Ajang ini diproyeksikan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata daerah. Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kunjungan wisatawan dan memberi wadah apresiasi bagi pelaku seni budaya lokal.
Editor:Feri
- Penulis: Feri Taufiandi




Saat ini belum ada komentar