Eceng Gondok Kepung Saguling Bandung Barat, PLTA Terancam
- account_circle Derry Rachman
- calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

ARRAKPOS.COM – Ledakan pertumbuhan eceng gondok di Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB) Jawa Barat, mulai mengkhawatirkan.
Tanaman air tersebut kini menutupi sekitar 94 hektare permukaan waduk dan dinilai menjadi ancaman serius bagi ekosistem perairan hingga operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Saguling.
Tingginya pencemaran dan masuknya sampah dari aliran Sungai Citarum disebut menjadi pemicu utama masifnya pertumbuhan eceng gondok di kawasan waduk.
Senior Manager PLN Indonesia Power (IP) UBP Saguling, Doni Bakar, mengatakan penumpukan sampah di aliran sungai memicu perubahan kondisi ekologis yang mempercepat perkembangan tanaman air tersebut.
“Penumpukan sampah memicu pertumbuhan eceng gondok. Jika terus meluas, sedimentasi waduk akan meningkat dan kapasitas tampungan air menjadi berkurang,” ujar Doni saat ditemui di Waduk Saguling, Kamis (7/5/2026).
Menurutnya, eceng gondok yang tumbuh tak terkendali dapat memperburuk kualitas air sekaligus mempercepat pendangkalan waduk akibat akumulasi material organik di dasar perairan.
Kondisi itu dinilai berdampak langsung terhadap operasional PLTA Saguling yang bergantung pada ketersediaan debit air sebagai sumber utama pembangkit listrik untuk sistem Jawa-Bali.
“Ketika kapasitas air menurun, operasional PLTA ikut terdampak karena pasokan air menjadi tidak optimal,” katanya.
Saat ini, PLN Indonesia Power UBP Saguling masih melakukan pembersihan secara bertahap di sejumlah titik yang terdampak. Proses pengangkutan dilakukan bergiliran mengingat luasnya area permukaan waduk yang dipenuhi eceng gondok.
“Sebaran eceng gondok saat ini mencapai sekitar 94 hektare. Penanganan dilakukan bertahap dari satu area ke area lainnya,” ujar Doni.
Dalam waktu dekat, pihak pengelola juga akan mengevaluasi perluasan area pembersihan guna menekan laju penyebaran tanaman air tersebut agar tidak semakin meluas.
Selain penanganan teknis di waduk, pengendalian sampah dari wilayah hulu dinilai menjadi langkah penting untuk mengatasi persoalan secara menyeluruh. Tanpa perbaikan sistem pengelolaan sampah di kawasan Bandung Raya, kondisi Waduk Saguling diperkirakan akan terus mengalami penurunan kualitas lingkungan.
Doni menilai perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah menjadi salah satu solusi jangka panjang yang perlu didorong.
“Jika masyarakat mulai memilah sampah dari rumah, sampah organik diolah menjadi maggot, dan sampah anorganik didaur ulang menjadi barang bermanfaat, dampaknya akan sangat besar bagi lingkungan,” tandasnya.***
- Penulis: Derry Rachman




Saat ini belum ada komentar