Dishub NTT Siapkan Integrasi Parkir Digital, Kota Kupang Jadi Proyek Percontohan
- account_circle Mario
- calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Jarrakpos.com- Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai mendorong integrasi pengelolaan parkir lintas kabupaten/kota dengan skema digital. Kota Kupang diproyeksikan menjadi titik awal penerapan sistem tersebut sekaligus model bagi daerah lain di NTT.
Kepala Dinas Perhubungan NTT, Frederik C. P. Koenunu, menjelaskan bahwa selama ini pengelolaan parkir masih terpisah antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.
Di Kota Kupang, misalnya, parkir pada ruas jalan tertentu menjadi kewenangan provinsi, sementara ruas lainnya dikelola pemerintah kota.
“Selama ini pengelolaan parkir masih berjalan sendiri-sendiri. Karena itu, kami ingin mendorong integrasi, apalagi ke depan kita akan bermigrasi dari sistem manual ke sistem elektronik atau digital,” ujarnya, (23/4/2026).
Menurutnya, transformasi ini penting untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi layanan, sekaligus mendorong transparansi pengelolaan pendapatan daerah. Konsep yang sedang disiapkan mencakup penerapan parkir elektronik hingga skema parkir berlangganan.
Dishub NTT bersama Dishub Kota Kupang telah memulai koordinasi awal untuk menyatukan pengelolaan tersebut. Sejumlah pertemuan telah dilakukan dan akan dilanjutkan dengan pembahasan teknis yang lebih rinci.
“Kami sedang menyusun konsep agar seluruh lahan parkir, baik yang menjadi kewenangan provinsi maupun kota, bisa diintegrasikan dan dikelola secara kolektif. Jika ini berhasil di Kota Kupang, maka akan menjadi role model bagi daerah lain di NTT,” jelasnya.
Namun demikian, Koenunu mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, terutama terkait kewenangan pengelolaan parkir di ruas jalan negara yang hingga kini belum memiliki rekomendasi resmi dari pemerintah pusat.
Pihaknya terus melakukan koordinasi dan konsultasi untuk membuka peluang kerja sama lintas kewenangan.
Selain itu, perubahan sistem dari manual ke digital juga berpotensi menimbulkan resistensi di lapangan. Karena itu, Dishub NTT menekankan pentingnya perencanaan matang, mulai dari tata kelola, infrastruktur, hingga sistem aplikasi yang digunakan.
“Perubahan ini pasti ada tantangan. Karena itu, tata kelolanya harus disiapkan dengan baik agar risiko bisa diminimalkan. Sistem pembayaran ke depan juga akan berbasis digital sehingga bisa langsung masuk ke kas daerah secara transparan,” tegasnya.
Dishub NTT berharap integrasi ini tidak hanya meningkatkan kualitas layanan parkir, tetapi juga membuka peluang optimalisasi pendapatan daerah serta menciptakan sistem transportasi perkotaan yang lebih tertib dan modern di Nusa Tenggara Timur.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar