100 Hari Kerja, Wali Kota Kupang Christian Widodo Paparkan Gebrakan: Dari Sampah Terpadu hingga UMKM Bergeliat
- account_circle Mario
- calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan komitmennya mewujudkan pemerintahan yang transparan, inovatif, dan berpihak pada masyarakat.
Dalam acara media gathering perdana yang dihadiri lebih dari 100 wartawan, Rabu (14/8/2025), di Hotel Harper, Christian bersama Wakil Wali Kota, Serena C. Francis, memaparkan capaian 100 hari kerja yang disebutnya sebagai awal dari perjalanan panjang membangun Kota Kupang.
Christian mengawali sambutannya dengan apresiasi kepada seluruh pihak, mulai dari anggota DPRD, perangkat daerah, partai pendukung, hingga insan pers.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini sepenuhnya digelar sebagai bentuk penghargaan terhadap media yang berperan menyebarkan informasi pembangunan kota.
“Enam bulan ini bukan jalan yang mudah. Banyak hambatan, anggaran sudah diketok, efisiensi ketat, tapi dengan kerja kolaborasi, kita bisa selesaikan tantangan satu per satu,” ujarnya.
Pengelolaan Sampah Terpadu Pertama di Kota Kupang
Salah satu gebrakan besar Christian-Serena adalah peta jalan penanganan sampah terpadu. Sistem ini mengolah sampah dari tingkat RT, kelurahan, hingga kecamatan, sehingga 85% sampah dikelola di wilayah masing-masing dan hanya 15% yang dibawa ke TPA Alak.
“Kita pasang GPS di 50 truk sampah, seperti Gojek atau Grab, jadi warga bisa pantau,” jelasnya.
UMKM Tumbuh, Uang Berputar Ratusan Juta
Christian juga menyoroti sukses Sunday Market Buat Orang Kupang (SABOAK) di Taman Nostalgia.
Setiap Sabtu-Minggu, lebih dari 100 pelaku UMKM berjualan tanpa membayar sewa lapak, memutar uang hingga Rp500–600 juta per pekan.
“Ini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga menghidupkan kembali taman kota agar bernyawa,” tegasnya.
Bidang Kesehatan dan Bantuan Sosial
Pemerintah Kota Kupang menyiapkan dana Rp3 miliar untuk warga yang mengalami kegawatdaruratan medis namun tidak memiliki atau menunggak BPJS.
Program Siranak (Sistem Rawat Inap) juga dikembangkan agar masyarakat bisa memantau ketersediaan kamar rumah sakit secara daring.
Selain itu, program bantuan beras 20 kilogram untuk 23 ribu keluarga telah berjalan, termasuk penyediaan liang lahat gratis bagi warga kurang mampu.
Reformasi Birokrasi dan Hak ASN
Di bidang birokrasi, Christian memastikan tunjangan kinerja ASN dibayar penuh setiap bulan. Kota Kupang juga menjadi daerah pertama di NTT yang menyerahkan SK Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) formasi 2024.
“Kita ingin birokrasi bekerja optimal. Hak mereka kita penuhi, lalu kinerjanya kita evaluasi,” tegasnya.
Christian menutup pemaparan dengan mengajak seluruh pihak untuk tidak takut bermimpi besar.
“Banyak ide awalnya diabaikan atau ditertawakan. Tapi kalau kita konsisten, akhirnya akan berhasil,” ujarnya sambil mengutip pepatah Mahatma Gandhi.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar