Refleksi Pemerintahan Lucky Hakim & Syaefudin 1 Tahun Memimpin Indramayu..
- account_circle Wahyu Supriatna
- calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

INDRAMAYU JarrakPost.Com- Setelah dilantik bulan Febuari 2025 di Istana negara silam serentak oleh President RI tak terasa pemerintahan Lucky Hakim & Syaefudin memasuki masa 1 (satu) tahun pemerintahan banyak hal yang belum dan pekerjaan rumah yang harus dilakukan.
Pemerintah Lucky Hakim & Syaefudin dengan visi misi Reang (mewujudkan Kabupaten Indramayu yang Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong, yang diimplementasikan melalui lima misi utama: memperkuat nilai religius, meningkatkan kesejahteraan ekonomi kerakyatan, menciptakan keamanan dan kenyamanan, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, dan meningkatkan semangat gotong royong untuk mendorong partisipasi publik yang efektif dan efisien).
Saat ditemui diruang kerjanya salah satu pejabat eslon 2 senior Kapten Murdock (bukan nama sebenarnya) ” Pemerintahan Lucky Hakim & Syaefudin pada awal awalnya menunjukkan pemerintahan yang solid sesuai dengan harapan juta an masyarakat Indramayu yang menginginkan perubahan dengan cara pendekatan yang humanis dan tidak kaku, namun berjalannya waktu pemerintahan Lucky Hakim & Syaefudin menunjukkan disharmoni (keretakan) hal ini karena setiap personal membawa kepentingan berbeda dengan penumpang gelap yang berbeda pula.
Apalagi setelah Lucky Hakim mengangkat Staf Khusus (saftus) dan tim AHY (Alexs, Hilmi dan Yoga) sebagai motor ATM dan jual beli proyek. Pemerintah mengalami perpecahan” tegasnya.
Banyak sumber daya ASN dan Staf Khusus serta pejabat eslon yang tidak diperdayakan dengan kata lain ASN ditinggalkan lebih percaya pada kemampuan staf Khusus padahal notabena ASN dari mulai Staf Ahli, Kepala Bappeda, Kepala BKAD, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas PUPR dan lainnys itu mereka yang lebih tahu medan lapangan dan selalu membuat kajiaan yang handal di bandingkan staf Khusus atau apapun namanya” ujar Mr Murdock.
Kalau tugas dan wewenang staf khusus melebihi tugas dan wewenang para pejabat jelas ini sudah salah kaprah dan menimbulkan kegaduhan serta rasa tidak percaya dikalangan para ASN Pemda Indramayu.
Oleh karena itu sebaiknya bupati Lucky Hakim /Syaefudin cepat melakukan konsolidasi untuk segera memperbaiki sistim pemerintahan yang ada sehingga kedepan tidak ada lagi friksi-friksi yang menghambat jalannya pemerintahan” tambah Mr.Murdock.
Sementara itu seorang tokoh masyarakat yang juga mantan Camat saat di minta tanggapan atas kinerja Pemerintahan Lucky – Syaefudin ” Lucky -Syae harus segera menepati janji-janji politiknya, salah satunya adalah ketika debat di Pilbub kemarin yang diselenggarakan KPUD Indramayu dan disiarkan oleh TVRI Bandung / Jawa Barat pasangan Lucky -,Syae mengkritik paslon Nina- Tobroni yang membiarkan kepala SKPD dibiarkan kosong dan dirangkap oleh camat sambil berkata kalau saya terpilih kami Lucky -,Syae dalam jangka waktu yang cepat akan mengisi kekosongan jabatan baik itu eslon 2 dan 3 agar jalannya pemerintahan dapat efesien serta mewujudkan Good Goverment.
Namun nampaknya setelah masa 1 tahun berjalan itu semua hanya perkataan seorang pemimpin yang munafik dan angin surga belaka, belum lagi infra struktur dan pertumbuhan ekonomi yang lamban serta angka ketuntasan pendidikan (IPM) masih sangat rendah, jadi apa bedanya dengan pemerintahan yang lalu yang cendrung pencitraan belaka!!” Tegasnya.
Mumpung masih ada waktu sebaiknya pemerintahan Lucky -Syae segera memenuhi janji politik serta melakukan tindakan yang cepat karena masyarakat menunggu perubahan yang nyata dengan kerja keras dan kerja nyata, Indramayu butuh pemimpin yang gila dalam bekerja bukan pencitraan semata karena rakyat butuh hidup yang sejahtera bukan sandiwara. *****(GUS Wahyu Supriatna’96)*****
- Penulis: Wahyu Supriatna




Saat ini belum ada komentar