Usman Husin Soroti BPP Bena dan Pollo: Jangan Persulit Petani di Tengah Musim Tanam
- account_circle Mario
- calendar_month Senin, 5 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Kegelisahan petani akhirnya tumpah ke ruang publik. Puluhan kelompok tani dari Desa Bena dan Desa Pollo terlihat mendatangi kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), mempertanyakan keterlambatan pencetakan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) sekaligus memprotes pengalihan penyaluran pupuk ke kios pengecer yang dinilai menyulitkan.
Aksi tersebut terekam dalam video yang beredar luas. Dalam rekaman itu, petani menyuarakan keberatan atas kebijakan pemindahan RDKK secara sepihak ke kios pupuk yang lokasinya jauh dari desa.
Akses menuju kios harus melewati sungai tanpa jembatan penyeberangan—kondisi yang semakin berisiko saat musim hujan.
Desa Bena dan Desa Pollo berada di Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, wilayah yang menggantungkan hidup pada ketepatan musim tanam.
Keterlambatan pupuk bukan sekadar persoalan teknis, melainkan ancaman langsung bagi keberlanjutan panen.
Keluhan petani juga tertuju pada kebijakan Kepala BPP Bena yang dinilai menyusahkan petani di saat mereka justru membutuhkan kemudahan akses sarana produksi pertanian.
Menanggapi video yang beredar dan banyaknya aduan petani yang masuk, Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PKB, Usman Husin, menyampaikan sikap tegas.
Ia meminta agar BPP Bena tidak mengambil kebijakan yang justru memperberat beban petani.
“Kepala BPP Bena jangan menyusahkan petani dengan memindahkan RDKK ke kios pupuk yang lokasinya jauh dari Desa Bena dan Pollo,” tegas Usman Husin (5/1/2025).
Usman juga meminta agar PT Pupuk Indonesia Wilayah NTT di Kupang segera berkoordinasi dengan BPP Bena untuk mengembalikan seluruh RDKK kelompok tani ke kios pupuk semula di Bena, yang lebih dekat dengan tempat tinggal petani dan lahan sawah garapan mereka.
“Ini sudah memasuki musim tanam. Jangan sampai petani dirugikan hanya karena kebijakan yang tidak mempertimbangkan kondisi lapangan,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Usman Husin mengungkapkan bahwa dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Direktur PT Pupuk Indonesia serta Manager PT Pupuk Indonesia Wilayah NTT, guna memastikan distribusi pupuk di Bena dan Pollo kembali berjalan normal dan berpihak pada petani.
Di tengah hujan dan ladang yang menunggu ditanami, suara petani akhirnya menemukan perhatian. Kini, harapannya sederhana: pupuk tersedia tepat waktu, dan kebijakan hadir untuk memudahkan, bukan mempersulit.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar