Usman Husin Salurkan 1,95 Ton Beras untuk Warga Enam Desa di Pelosok TTS
- account_circle Mario
- calendar_month 5 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat kembali ditunjukkan Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB Dapil NTT II, Usman Husin, dalam rangkaian kegiatan reses di Kecamatan Kokbaun, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Sebanyak 1,95 ton beras disalurkan kepada 650 warga, masing-masing menerima 3 kilogram beras. Bantuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan Usman Husin yang menjangkau masyarakat di enam desa, yakni Benehe, Koloto, Lotas, Niti, Obaki dan Sabnala.
Perwakilan masyarakat dari keenam desa tersebut hadir dalam pertemuan bersama Usman. Selain menyerahkan bantuan pangan, Usman juga berdialog langsung dengan warga untuk menyerap berbagai aspirasi, mulai dari kebutuhan dasar hingga persoalan dan potensi sektor pertanian.
Camat Kokbaun, Andy Kalumbang, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kehadiran Usman Husin di tengah masyarakat.
Menurut Andy, kunjungan tersebut memberikan ruang bagi masyarakat dari berbagai desa untuk menyampaikan secara langsung persoalan sekaligus potensi yang dimiliki wilayah mereka.
“Kami menyampaikan terima kasih atas perhatian Bapak Usman Husin kepada masyarakat Kokbaun. Kehadiran beliau memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan mereka secara langsung,” ujar Andy.
Ia mengatakan, Kokbaun memiliki potensi besar, khususnya di sektor pertanian, sehingga dukungan terhadap masyarakat tidak cukup hanya melalui bantuan kebutuhan pangan, tetapi juga perlu diarahkan pada penguatan ekonomi dan produktivitas masyarakat.
Usman Husin mengatakan, penyaluran beras tersebut merupakan bentuk perhatian untuk membantu meringankan kebutuhan masyarakat, khususnya warga di wilayah pelosok yang memiliki akses cukup jauh dari pusat kota.
“Beras ini memang tidak akan menyelesaikan semua persoalan masyarakat. Tetapi setidaknya bisa membantu kebutuhan keluarga. Yang lebih penting, kita juga harus melihat bagaimana masyarakat bisa semakin produktif dan mandiri melalui sektor pertanian,” kata Usman.
Menurutnya, reses bukan sekadar agenda bertemu masyarakat dan menyampaikan program, tetapi menjadi kesempatan untuk melihat langsung kondisi serta mendengar kebutuhan warga dari dekat.
“Kalau masyarakat menyampaikan persoalan, kita harus lihat langsung. Apa yang bisa kita bantu untuk kebutuhan hari ini kita bantu, tetapi potensi yang bisa dikembangkan untuk jangka panjang juga harus kita dorong,” tegasnya.
Kunjungan Usman di Kokbaun tidak berhenti pada penyaluran bantuan beras.
Seusai bertatap muka dengan masyarakat, Usman langsung bergerak meninjau lokasi kebun bawang putih yang menjadi salah satu aspirasi warga. Kebun tersebut berjarak sekitar dua kilometer dari lokasi reses.
Di lokasi tersebut, Kepala Desa Sabnala, Ester Bana, menjelaskan bahwa bawang putih telah lama menjadi bagian dari aktivitas pertanian masyarakat setempat dan bibitnya dikembangkan secara turun-temurun.
“Bibit bawang putih ini kami kembangkan sendiri dan sudah turun-temurun dari nenek moyang. Wilayah ini memang cocok untuk bawang putih,” jelas Ester.
Ia berharap masyarakat mendapatkan dukungan bibit bawang putih berkualitas dari Kementerian Pertanian melalui perjuangan Usman Husin.
“Kami meminta bibit yang lebih berkualitas dari Kementerian Pertanian melalui Bapak Usman Husin yang hari ini sudah hadir langsung melihat kebun kami,” ujarnya.
Menurut Ester, pengembangan bawang putih memiliki prospek untuk meningkatkan pendapatan masyarakat apabila didukung dengan bibit unggul, teknologi, pendampingan dan akses pemasaran.
Usman mengaku baru mengetahui secara langsung potensi bawang putih di Kecamatan Kokbaun setelah mendengar aspirasi masyarakat dan melihat kondisi kebun.
“Ini potensi yang harus kita dorong. Kalau masyarakat sudah punya pengalaman dan lahannya cocok, tinggal bagaimana kita membantu meningkatkan kualitas bibit, produktivitas dan pemasaran,” ujar Usman.
Pengurus DPW PKB Nusa Tenggara Timur, Ananda Pricely R. Neonufa (Presly), yang turut mendampingi Usman Husin, menilai kunjungan tersebut menunjukkan bahwa reses tidak berhenti pada pertemuan formal.
Menurut Presly, Usman langsung melihat kondisi yang disampaikan masyarakat, termasuk mendatangi kebun bawang putih.
“Yang menarik, setelah bertemu masyarakat, beliau tidak langsung kembali. Aspirasi yang disampaikan warga langsung dilihat di lapangan. Salah satunya bawang putih,” kata Presly.
Ia menilai pendekatan tersebut penting karena potensi maupun persoalan masyarakat akan lebih mudah dipahami ketika dilihat secara langsung.
“Jadi bukan hanya mendengar cerita masyarakat, tetapi melihat sendiri kondisi dan potensi yang ada. Dari situ kita bisa tahu apa yang harus diperjuangkan,” pungkasnya.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar