Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Usman Husin Salurkan 10,8 Ton Beras di Oemofa, BULOG: Beliau Rajin Turun ke Pelosok

Usman Husin Salurkan 10,8 Ton Beras di Oemofa, BULOG: Beliau Rajin Turun ke Pelosok

  • account_circle Mario
  • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

NTT, Jarrakpos.com – Sejak pagi, warga Desa Oemofa, Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Kabupaten Kupang, telah berkumpul menunggu penyaluran bantuan pangan berupa beras.

Di tengah keterbatasan kehidupan yang mereka jalani, bantuan tersebut menjadi perhatian yang berarti bagi masyarakat. Sebanyak 362 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Desa Oemofa masing-masing mendapatkan 30 kilogram beras.

Penyaluran bantuan pangan itu kemudian dilakukan secara simbolis dengan dihadiri Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB, Usman Husin, bersama Wakil Pimpinan Wilayah Perum BULOG Nusa Tenggara Timur (NTT), Rama Purba, pemerintah Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Pemerintah Desa Oemofa dan masyarakat setempat, Kamis, 10 September 2026.

Dengan jumlah 362 penerima dan masing-masing memperoleh 30 kilogram, total beras yang dialokasikan untuk masyarakat Desa Oemofa mencapai 10.860 kilogram atau 10,86 ton.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari program bantuan pangan pemerintah yang disalurkan melalui Perum BULOG.

Kepala Desa Oemofa, Yohanes Nope, mengatakan kehidupan masyarakatnya masih dihadapkan pada berbagai keterbatasan. Namun, kondisi tersebut tidak boleh membuat masyarakat menyerah terhadap keadaan.

“Masyarakat saya ini hidup dengan keterbatasan. Itulah keadaan kita. Tetapi tidak mungkin kita pasrah diri, mengalah terhadap kehidupan. Apa pun tantangannya, tetap kita harus berjuang sebagaimana manusia yang ada di bumi ini,” ujar Yohanes.

Menurutnya, bantuan pangan yang diterima masyarakat sangat berarti, terlebih setiap PBP mendapatkan 30 kilogram beras untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Namun, ia juga menyampaikan persoalan yang ditemukan di lapangan, yakni terdapat warga yang sebelumnya menerima bantuan, tetapi pada penyaluran kali ini tidak lagi tercantum sebagai PBP.

“Ada yang bulan-bulan lalu, kali-kali lalu mereka bisa mendapatkan bantuan seperti ini, tetapi kali berikut nama mereka tidak ada,” katanya.

Yohanes mengapresiasi perhatian Usman Husin yang meminta agar warga yang belum tercantum dalam daftar tersebut didata kembali dengan baik.

“Tadi Bapak Usman sampaikan untuk nanti didata secara baik. Warga yang tadi namanya tidak ada, nanti tolong disampaikan kepada saya supaya saya akan menindaklanjuti ini secara baik,” ujarnya.

Atas perhatian dan dukungan tersebut, Yohanes menyampaikan terima kasih kepada Usman Husin dan jajaran BULOG.

“Bapak Usman dengan Bapak Wakil BULOG, atas nama pemerintah dan masyarakat, kami sampaikan terima kasih. Yang bisa kami berikan hanya doa dan harapan, kiranya Bapak selalu disertai Tuhan dalam tugas dan tanggung jawab,” ujarnya.

Yohanes juga berharap perhatian serupa dapat diberikan kepada masyarakat di desa-desa lain di Kecamatan Amabi Oefeto Timur.

“Kami harap jangan hanya di Oemofa. Kami minta juga desa lain di Amabi Oefeto Timur,” katanya.

BULOG: Usman Rajin Berkunjung ke Daerah Pelosok

Wakil Pimpinan Wilayah Perum BULOG NTT, Rama Purba, turut memberikan apresiasi terhadap kepedulian Usman Husin kepada masyarakat di daerah.

Menurut Rama, selama dirinya bertugas di NTT, sudah beberapa kali mendapat tugas untuk mendampingi kegiatan Usman di daerah.

“Bapak Usman ini, sepemahaman saya, sangat rajin berkunjung ke daerah pelosok. Saya satu tahun bertugas di NTT sudah empat kali mendapatkan tugas untuk mendapatkan pendampingan seperti ini,” ungkap Rama.

Ia menilai kehadiran Usman di tengah masyarakat menunjukkan perhatian yang kuat terhadap rakyat.

“Jadi beliau sangat pro rakyat sekali,” katanya.

Rama kemudian menjelaskan bahwa bantuan pangan tersebut merupakan penugasan pemerintah melalui Badan Pangan Nasional kepada Perum BULOG.

Untuk Provinsi NTT, jumlah PBP mencapai lebih dari 852.000 orang. Jika dikonversikan dalam bentuk beras, total bantuan yang akan disalurkan mencapai lebih dari 25 ribu ton untuk seluruh wilayah NTT.

Khusus Kabupaten Kupang, terdapat 54.517 penerima bantuan pangan dengan total beras sekitar 1.635 ton.

Sementara di Kecamatan Amabi Oefeto Timur terdapat 2.713 PBP. Dengan ketentuan setiap penerima mendapatkan 30 kilogram beras, jumlah yang disalurkan di kecamatan tersebut mencapai lebih dari 81 ton.

“Untuk Desa Oemofa ada 362 penerima bantuan pangan. Kalau setiap orang mendapatkan 30 kilogram, maka sekitar 10.860 kilogram atau 10,86 ton akan disalurkan di desa ini,” jelas Rama.

Ia mengatakan pemerintah menargetkan bantuan pangan tersebut sudah diterima masyarakat paling lambat 30 September 2026.

Rama juga menjelaskan bahwa penetapan PBP dilakukan berdasarkan data yang telah ditentukan pemerintah pusat.

“Siapa yang menerima bantuan pangan ini sudah ditentukan di pusat. Jadi mohon maaf kalau ternyata banyak polemik atau permasalahan di lapangan. Mudah-mudahan ada perbaikan,” katanya.

Jika Harga Naik, BULOG Siap Gelar Pasar Murah

Selain bantuan pangan, Rama meminta pemerintah kecamatan dan desa segera berkoordinasi dengan BULOG apabila terjadi kenaikan harga beras di wilayah tersebut.

Menurutnya, BULOG dapat melakukan Gerakan Pangan Murah (GPM) apabila terjadi lonjakan harga yang berpotensi membebani masyarakat.

“Kalau sekiranya di sini nanti terjadi lonjakan harga, bisa bersurat kepada Perum BULOG untuk kami dapat melakukan pasar murah di sini, namanya Gerakan Pangan Murah,” jelasnya.

Melalui GPM, BULOG akan membawa beras ke lokasi masyarakat dan menjualnya dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar.

Namun, Rama mengingatkan agar beras bantuan yang diterima PBP tidak diperjualbelikan.

“Yang dibagikan ini kita ingatkan juga tidak boleh diperjualbelikan,” tegasnya.

Usman: Jangan Lihat Besar Kecilnya Bantuan

Sementara itu, Usman Husin meminta masyarakat menerima bantuan tersebut dengan penuh rasa syukur.

Ia mengingatkan warga agar tidak melihat bantuan hanya dari besar kecilnya nilai yang diterima, tetapi melihatnya sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat.

“Mohon Bapak-Mama semua terima beras ini. Jangan lihat nilainya. Yang paling penting adalah kepedulian pemerintah terhadap Bapak-Mama semua,” ujar Usman.

Usman mengatakan dirinya memang cukup sering turun langsung ke desa-desa, termasuk wilayah pelosok NTT.

Karena itu, ia mengaku memahami kondisi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan dan menghadapi berbagai keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Saya sering keluar masuk desa-desa, pelosok-pelosok, sehingga keadaan masyarakat seperti apa saya tahu persis,” katanya.

Menurut Usman, kehadirannya bersama jajaran BULOG di Oemofa menjadi bagian dari upaya untuk memastikan masyarakat di daerah tidak merasa ditinggalkan.

“Saya bersyukur kita bisa berada di sini. Ini pekerjaan amal. Saya juga bersyukur sahabat-sahabat BULOG dari provinsi bisa hadir,” ujarnya.

Usman mengatakan, sebelumnya ia juga telah beberapa kali turun ke desa dan memberikan bantuan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Beberapa bulan lalu juga saya bagi ikan mentah yang segar di beberapa desa. Memang tidak setiap hari tentunya. Tetapi saya terus berusaha hadir melihat apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan, bantuan tersebut jangan dilihat semata-mata berdasarkan nominal atau jumlah beras yang diterima.

“Jangan lihat besar kecilnya. Tetap lihat kepedulian pemerintah terhadap Bapak-Mama semua. Negara harus hadir di tengah masyarakat, terutama masyarakat yang berada di pelosok,” tegas Usman.

Usman juga meminta agar persoalan warga yang sebelumnya menerima bantuan tetapi kali ini tidak tercantum dalam daftar tidak dibiarkan begitu saja.

Ia mendorong pemerintah desa melakukan pendataan secara baik sehingga persoalan tersebut dapat disampaikan dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.

Salah satu PBP, Demaris Nuban, turut menyampaikan terima kasih atas bantuan pangan yang diterimanya.

Ia mengaku bantuan berupa 30 kilogram beras tersebut sangat membantu masyarakat, terutama untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

“Terima kasih atas bantuan beras yang diberikan kepada kami. Bantuan ini sangat membantu,” ujar Demaris.

Penyerahan bantuan secara simbolis itu pun menjadi momen yang cukup berarti bagi masyarakat Oemofa.

Sejak pagi mereka telah menunggu. Satu per satu masyarakat menerima bantuan yang menjadi bagian dari program pemerintah tersebut.

Di Desa Oemofa, 362 keluarga penerima mendapatkan masing-masing 30 kilogram beras, dengan total mencapai 10,86 ton.

Namun, di balik angka tersebut, ada cerita tentang masyarakat yang terus berjuang dalam keterbatasan, pemerintah yang berupaya menjangkau mereka, serta seorang wakil rakyat yang memilih turun langsung melihat kondisi warga di pelosok.

Bagi Usman Husin, perjalanan ke desa-desa seperti Oemofa bukan sekadar agenda kerja.

“Ini pekerjaan amal,” katanya.

Sebuah kalimat yang menggambarkan bagaimana Usman memaknai kehadirannya di tengah masyarakat yang jauh dari pusat kota, mendengar, melihat langsung, dan berusaha memastikan kepedulian pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat.***

  • Penulis: Mario

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Saat Satlantas Polresta Kupang Kota Menyapa Malam: Menjaga Jalan, Menyelamatkan Kehidupan

    Saat Satlantas Polresta Kupang Kota Menyapa Malam: Menjaga Jalan, Menyelamatkan Kehidupan

    • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
    • account_circle Mario
    • visibility 348
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Sabtu malam (8/11/2025) di Kota Kupang berjalan berbeda. Jalan El Tari yang biasanya riuh oleh deru knalpot bising kini terasa lebih damai. Di balik ketenangan itu, ada derap langkah para petugas lalu lintas yang menembus malam, bukan sekadar untuk menindak, tapi untuk menyelamatkan. Di bawah pimpinan langsung Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) […]

  • Relawan SPPG Trikora dan Ngedukelu Bergerak Bantu Warga Terdampak Gempa Nagekeo

    Relawan SPPG Trikora dan Ngedukelu Bergerak Bantu Warga Terdampak Gempa Nagekeo

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 99
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Kepedulian terhadap warga terdampak gempa bumi Magnitudo 7,7 di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai terlihat. Relawan dari dapur SPPG Trikora dan SPPG Ngedukelu bergerak memberikan bantuan sekaligus membantu membersihkan rumah-rumah warga yang terdampak guncangan, Sabtu (15/8/2026). Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang Kabupaten Nagekeo. Guncangan tersebut turut dirasakan hingga wilayah […]

  • Harga Cabai dan Daging Sapi Dorong Inflasi Pacitan 1,55 Persen pada Pekan Pertama Oktober

    Harga Cabai dan Daging Sapi Dorong Inflasi Pacitan 1,55 Persen pada Pekan Pertama Oktober

    • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
    • account_circle Yuniardi Sutondo
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Pacitan,JarrakPos.com-Tekanan harga pangan kembali mewarnai perkembangan ekonomi Kabupaten Pacitan. Memasuki pekan pertama Oktober 2026, Indeks Perkembangan Harga (IPH) Pacitan tercatat mengalami inflasi sebesar 1,55 persen. Kenaikan tersebut terutama dipicu oleh sejumlah komoditas pangan strategis. Cabai rawit menjadi penyumbang terbesar, disusul cabai merah dan daging sapi. Kepala Bagian Perekonomian Setda Pacitan, Ayub Setyo Budi, mengatakan perkembangan […]

  • Stunting di Kabupaten Cirebon Alami Penurunan 5 Persen, DPPKBP3A Dorong Komitmen Lintas Sektor

    Stunting di Kabupaten Cirebon Alami Penurunan 5 Persen, DPPKBP3A Dorong Komitmen Lintas Sektor

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 329
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM I Stunting adalah masalah nasional karena menimpa hampir di seluruh daerah di Indonesia sebagaimana yang di alami Kabupaten Cirebon, karena sistem penanganannya sangat pelik dan harus melibatkan lintas sektoral. Dalam rangka mempercepat penurunan stunting Pemerintah Kabupaten Cirebon berkomitmen mendorong kolaborasi lintas sektor. Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting Tingkat […]

  • Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Coolbox, Dorong Penguatan Usaha Perikanan Warga

    Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Coolbox, Dorong Penguatan Usaha Perikanan Warga

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Mario
    • visibility 309
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com – Pemerintah Kota Kupang kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap penguatan ekonomi masyarakat pesisir. Melalui program bantuan sarana perikanan, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menyerahkan puluhan coolbox kepada para pelaku usaha perikanan yang selama ini mengandalkan penjualan ikan segar sebagai mata pencaharian utama. Suasana penyerahan yang berlangsung di Ruang Rapat Garuda, Selasa (2/12/2025), terasa […]

  • Gubernur Akmil Hadiri Wisuda Sarjana Terapan

    Gubernur Akmil Hadiri Wisuda Sarjana Terapan

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 266
    • 0Komentar

    JAKARTA,JARRAKPOS.COM  – Gubernur Akademi Militer, Mayor Jenderal TNI Rano Tilaar, menghadiri Wisuda Sarjana Terapan Perwira Pertama (Pama) Abituren Akademi Militer Tahun Akademik 2025 Program Pendidikan 3 Tahun yang digelar di Gedung Jenderal Besar A.H. Nasution Lantai 3, Markas Besar Angkatan Darat, Jakarta, Selasa (20/1/2026). Wisuda tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal […]

expand_less