Usman Husin Perkuat 30 Kelompok Tani-Nelayan Binaan GMIT di Rote Timur
- account_circle Mario
- calendar_month 6 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Komitmen memperkuat sektor pertanian dan kelautan di Kabupaten Rote Ndao terus mendapat perhatian Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PKB, Usman Husin. Hal itu ditunjukkan melalui pertemuan bersama 30 kelompok tani dan nelayan binaan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Klasis Rote Timur, yang berlangsung di Desa Serubena, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao pada Selasa (18/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Usman Husin didampingi Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Samuel Benyamin Pandie. Pertemuan menjadi ruang untuk mendengarkan secara langsung kebutuhan serta aspirasi para petani dan nelayan, sekaligus memastikan bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan kelompok di lapangan.
Usman mengatakan, dukungan terhadap kelompok tani di Rote Timur telah dilakukan secara bertahap. Pada tahun sebelumnya, sejumlah kelompok telah menerima bantuan berupa dua unit mesin pompa air serta alat tanam padi.
“Tahun lalu saya sudah memberikan pompa air dua unit dan alat tanam. Tahun ini ada yang mendapatkan traktor roda empat dan ada juga traktor roda dua,” ujar Usman.
Menurutnya, bantuan alat dan mesin pertanian tersebut diharapkan dapat mendorong produktivitas sekaligus mengurangi beban kerja petani. Mekanisasi pertanian dinilai penting agar petani dapat mengelola lahan secara lebih efektif dan efisien.
Usman juga menegaskan bahwa bantuan yang diperjuangkannya tidak hanya akan berhenti pada sektor tanaman pangan. Aspirasi kelompok, termasuk kebutuhan sarana pertanian dan perikanan, akan menjadi bahan yang terus diperjuangkan sesuai dengan kewenangannya di Komisi IV DPR RI.
“Alat-alat pertanian dan perikanan merupakan permintaan mereka. Ini yang akan saya perjuangkan, sehingga bantuan yang diberikan benar-benar mendukung profesi dan usaha mereka,” katanya.
Sementara itu, untuk kelompok nelayan, Usman mendorong agar para pelaku usaha segera melengkapi administrasi, khususnya Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (KUSUKA).
Ia menilai kepemilikan Kartu KUSUKA penting sebagai bagian dari pendataan dan legalitas pelaku usaha kelautan dan perikanan. Dengan data yang jelas, proses pengusulan berbagai program bantuan diharapkan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.
“Untuk nelayan belum. Saya dorong supaya segera mengurus Kartu KUSUKA. Harus ada itu,” tegasnya.
Selain mendorong kelengkapan administrasi, Usman meminta agar keberadaan seluruh kelompok tani dan nelayan binaan juga direview atau diperbarui kembali. Langkah tersebut penting untuk memastikan kelompok yang tercatat memang masih aktif dan anggotanya benar-benar menjalankan profesi sebagai petani maupun nelayan.
“Kelompok-kelompok ini perlu direview lagi, supaya benar-benar diketahui bahwa mereka ini profesinya petani dan nelayan. Mungkin ada kelompok yang sudah lama, sehingga perlu diperbarui dan diverifikasi kembali,” jelasnya.
Dalam dialog tersebut, Usman juga memberikan perhatian terhadap komoditas yang dikembangkan masyarakat Rote Timur. Selain tanaman padi, para petani juga mengembangkan bawang merah dan berbagai jenis sayuran.
Ia mendorong petani untuk mulai mencoba mengembangkan bawang putih sebagai salah satu komoditas alternatif yang berpotensi memperkuat sektor pertanian masyarakat.
Menurutnya, pengembangan berbagai komoditas menjadi penting agar petani tidak hanya bergantung pada satu jenis tanaman. Dengan diversifikasi, peluang peningkatan pendapatan petani juga semakin terbuka.
“Petani di sini ada yang menanam padi, bawang merah, dan sayur-sayuran. Saya juga minta mereka mencoba menanam bawang putih. Kita ingin pertanian mereka semakin berkembang, dan untuk itu saya akan terus perjuangkan alat-alat bantuan yang dibutuhkan,” ungkap Usman.
Pertemuan tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya sinergi antara masyarakat, kelompok tani dan nelayan, lembaga keagamaan, serta pemerintah dan wakil rakyat dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Dengan dukungan sarana produksi, mekanisasi pertanian, penguatan kelompok, serta pembenahan data dan administrasi pelaku usaha, Usman berharap kelompok tani dan nelayan di Rote Timur dapat semakin produktif, mandiri, dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka.
Bagi Usman Husin, bantuan bukan sekadar soal menyerahkan alat, tetapi memastikan sarana tersebut benar-benar sampai kepada masyarakat yang bekerja dan berjuang menghidupkan sektor pertanian serta kelautan di daerah.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar