Festival Budaya Oesapa Selatan Warnai Penutupan HUT RI ke-80, Wawali Kupang Tekankan Persatuan dalam Keberagaman
- account_circle Mario
- calendar_month Senin, 6 Okt 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com– Pemerintah Kelurahan Oesapa Selatan menutup rangkaian perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan RI dengan Festival Budaya yang berlangsung meriah di halaman Gereja Marturia, Jumat (19/9).
Kegiatan yang mengangkat semangat persatuan dalam keberagaman ini dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc.
Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Majelis Jemaat GMIT Marturia Oesapa Selatan, Pdt. Fedriana N. Bunga-Manafe, S.Th, Ketua Majelis Jemaat GMIT Moria Kupang, Pdt. Elisabeth Radja Gah-Djara, S.Th, Plt. Lurah Oesapa Selatan Thobias Tallo, ST, para ketua RT/RW, Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK), serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menegaskan bahwa festival budaya bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana memperkuat identitas dan persaudaraan masyarakat.
Ia menyebut, keberagaman yang ditampilkan melalui tarian, busana adat, dan kreativitas warga mencerminkan kekuatan budaya yang menjadi fondasi Kota Kupang.
“Ini bukan hanya perayaan budaya, tetapi perayaan persatuan. Oesapa Selatan menunjukkan wajah sejati Kota Kupang yang hidup dalam toleransi dan kebersamaan. Di sini, perbedaan tidak memisahkan, melainkan menyatukan,” ujar Serena disambut tepuk tangan meriah.
Ia menambahkan, budaya lokal seperti motif tenun CP khas Kupang harus terus dijaga sebagai simbol kebanggaan daerah.
Selain memperkuat identitas, pelestarian budaya juga membuka ruang ekonomi baru melalui keterlibatan UMKM dan pelaku kreatif.
Serena mengingatkan bahwa sejak 2018, Kota Kupang konsisten masuk dalam 10 besar kota paling toleran di Indonesia.
Capaian tersebut, katanya, hanya bisa dipertahankan jika masyarakat terus menumbuhkan semangat saling menghargai.
“Sendirian kita hanyalah setetes air, tetapi bersama-sama kita adalah samudera luas. Mari terus kobarkan semangat persatuan dan kasih agar Kota Kupang menjadi rumah besar yang damai dan sejahtera bagi semua,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Yulius Pandie dalam laporannya menyampaikan bahwa Festival Budaya Oesapa Selatan terselenggara berkat kerja sama antara pemerintah kelurahan, LPM, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta partisipasi warga dari berbagai lingkungan.
Festival ini menampilkan berbagai kegiatan budaya seperti karnaval antar-RT, pentas seni daerah, fashion show busana adat, serta pameran produk lokal dan UMKM.
Menurutnya, kolaborasi warga menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan acara yang berlangsung penuh semangat dan kebersamaan.
“Festival ini bukan sekadar hiburan penutup HUT RI, tetapi simbol nyata semangat gotong royong dan kebinekaan yang hidup di Oesapa Selatan,” kata Yulius.
Penyelenggaraan Festival Budaya Oesapa Selatan tahun ini mendapat apresiasi dari warga karena mampu menjadi ruang ekspresi budaya, memperkuat jalinan sosial antarwarga, serta menegaskan bahwa keberagaman adalah kekuatan yang harus terus dijaga di Kota Kupang.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar