Universitas Bengkulu Luncurkan Inovasi Sport Integrated Circuit
- account_circle Sepriyanita
- calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

BENGKULU, jarrakpos.com — Dunia olahraga pelajar mendapat angin segar. Tim peneliti Universitas Bengkulu resmi memperkenalkan Sport Integrated Circuit (SIC), sebuah inovasi latihan teknik dasar bulutangkis berbasis teknologi digital yang dirancang khusus untuk atlet muda usia 12–15 tahun. Program ini dikembangkan melalui skema Bantuan Prototipe 2025 di bawah Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan, Ditjen Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Diketuai oleh Septian Raibowo, M.Pd., tim ini memadukan teknologi aplikasi Android, rangkaian perangkat latihan modern, hingga integrasi sensor sederhana untuk membentuk sistem latihan yang terstruktur, terukur, dan mudah digunakan baik di sekolah, klub, maupun sentra latihan. Tak hanya futuristik, inovasi ini juga menjawab masalah klasik pembinaan atlet pelajar khususnya di Bengkulu yang sempat terpuruk pada ajang Pra-POPNAS.
“SIC dirancang sebagai jembatan antara sport science dan kebutuhan atlet muda di lapangan. Target kami jelas: latihan lebih efektif, mudah diakses, dan berbasis data,” ujar Septian dalam keterangan resminya.

Pengujian skala luas dilakukan pada 180 siswa SMP di Bengkulu, menghasilkan peningkatan signifikan pada empat keterampilan dasar bulutangkis: servis (15,9%), netting (19,3%), drive (17,0%), dan smash (20,8%). Uji statistik menunjukkan hasil yang sangat kuat, menandakan bahwa metode latihan digital berbasis sirkuit ini tidak hanya menarik, tetapi juga terbukti efektif.
Aplikasi SIC dipenuhi fitur modern: video latihan, kuis evaluasi, monitoring denyut nadi, hingga AI Assistant berbasis Gemini untuk membantu pengguna memahami teknik. Dengan pendekatan real-time learning, siswa dapat berlatih secara mandiri di rumah maupun didampingi pelatih di sekolah.
Menariknya lagi, model bisnis SIC juga telah disusun matang. Produk ini siap masuk pasar pendidikan olahraga, klub bulutangkis, akademi pembinaan, hingga lembaga olahraga daerah. Tim peneliti juga tengah mempersiapkan MoU dengan berbagai pemangku kepentingan seperti KONI Bengkulu, Dispora, IGORNAS, dan MGMP PJOK.
“Anak-anak zaman sekarang pegang HP lebih cepat daripada raket. Jadi kenapa tidak kita jadikan HP sebagai alat bantu latihan?” seloroh salah satu anggota tim, menambahkan nuansa humor yang merangkul realitas pembelajaran digital masa kini.
Dengan capaian TKT level 6 dan validasi ahli yang kuat, SIC menjadi salah satu inovasi keolahragaan paling progresif tahun ini. Universitas Bengkulu berharap produk ini dapat menjadi model nasional dalam modernisasi pembinaan atlet pelajar, sekaligus membuka peluang hilirisasi teknologi olahraga ke skala industri.
Jika pengembangan lanjutan dan kolaborasi daerah berjalan lancar, tak menutup kemungkinan Bengkulu akan memiliki “markas besar” inovasi sport tech berbasis pendidikan dan siapa tahu, mencetak generasi baru juara bulutangkis Tanah Air.(Isp)
- Penulis: Sepriyanita




Saat ini belum ada komentar