BULOG NTT: Gerakan Pangan Murah Ramadhan 1447 H Jaga Harga dan Stok Tetap Aman
- account_circle Mario
- calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Liputan68.com- Komitmen menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan kembali ditegaskan oleh Perum BULOG Kanwil Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka Pasar Murah Ramadhan 1447 H.
Kegiatan yang berlangsung di depan Kantor TVRI NTT, Rabu (11/3/2025), menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat menjelang Idul Fitri.
Dalam operasi pasar tersebut, BULOG menyediakan beras program SPHP dengan harga Rp60.000 sesuai ketetapan pemerintah.
Selain beras, masyarakat juga dapat memperoleh minyak goreng, baik produk BULOG maupun premium serta gula dengan harga yang tetap mengacu pada ketentuan resmi dan tidak melampaui batas tertinggi yang ditetapkan.
Pemimpin Wilayah BULOG Kanwil NTT, Arrahim K. Kanam, memastikan stok pangan strategis dalam kondisi aman dan mencukupi.
Saat ini, ketersediaan beras di wilayah NTT mencapai 23 ribu ton yang tersebar di berbagai gudang, cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga enam bulan ke depan. Secara nasional, stok BULOG berada pada kisaran 6 hingga 7 juta ton.
“Masyarakat tidak perlu resah atau melakukan pembelian berlebihan. Kami sudah menghitung kebutuhan enam bulan ke depan untuk NTT dan semuanya aman. Belanja secukupnya dan bijak, karena kami hadir setiap hari melalui jadwal Gerakan Pangan Murah,” tegasnya.
Didukung satu kantor wilayah di Kota Kupang serta 10 cabang di seluruh NTT, BULOG memastikan distribusi berjalan lancar.
Selain melayani pembelian langsung, BULOG juga menyiapkan paket sembako sesuai kebutuhan untuk kegiatan bantuan sosial, sumbangan, amal, instansi pemerintah, BUMN/BUMD, yayasan, perusahaan hingga bazar dan pasar murah.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz B. Oemboe Wanda yang juga hadir langsung dilokasi pasar murah menyampaikan apresiasi atas peran aktif BULOG dalam menjaga stabilitas harga menjelang hari raya.
Menurutnya, Gerakan Pangan Murah (GPM) merupakan bagian dari upaya bersama pemerintah pusat dan daerah dalam pengendalikan inflasi pangan.
“Kegiatan ini sangat membantu masyarakat. Harga sembako di sini lebih murah dibandingkan pasar umum. Ini menunjukkan pemerintah benar-benar hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, GPM akan terus dilaksanakan secara berkala hingga tujuh kali dalam setahun oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT.
Dalam kegiatan kali ini, enam pelaku UMKM turut dilibatkan sebagai bagian dari penguatan ekonomi lokal.
Dinas Pertanian NTT juga mengapresiasi langkah BULOG dalam menyerap beras lokal petani. Tahun ini, sekitar 8 ribu ton beras dialokasikan untuk diserap dari petani NTT, sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi daerah dan jaminan pasar bagi hasil panen masyarakat.
Di antara warga yang hadir, Dorkas Magitie dari Oebobo mengungkapkan rasa syukurnya.
“Terima kasih banyak kepada Bulog. Ini sangat membantu kami. Harapan saya, kegiatan seperti ini terus ada ke depan,” katanya.
Gerakan Pangan Murah bukan sekadar agenda tahunan, melainkan wujud kolaborasi dan kepedulian. Melalui sinergi Bulog NTT, Dinas Perindag NTT, Dinas Pertanian NTT dan lembaga terkait lainnya, stabilitas pangan tetap terjaga, harga terkendali, dan masyarakat dapat menyambut hari raya dengan tenang serta penuh***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar