Tak Perlu Waktu Lama, Aspirasi Bibit Bawang Putih Warga Kokbaun Sampai ke Menteri Pertanian Lewat Usman Husin: Segera Diproses
- account_circle Mario
- calendar_month 0 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com – Aspirasi petani bawang putih di Kecamatan Kokbaun, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak berhenti di forum reses.
Setelah menerima keluhan dan permintaan masyarakat, Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB Dapil NTT II, Usman Husin, langsung turun melihat kondisi kebun bawang putih sekaligus mendengar kebutuhan petani secara langsung.
Tak perlu menunggu lama, aspirasi tersebut kemudian dibawa Usman ke pemerintah pusat. Permintaan petani untuk mendapatkan bantuan bibit bawang putih berkualitas telah mendapat respons dari Kementerian Pertanian melalui jajaran terkait.
Respons tersebut disampaikan setelah Usman melakukan komunikasi dengan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, serta jajaran Kementerian Pertanian, termasuk Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPSDM Pertanian), hingga Direktur Jenderal Hortikultura.
Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Taufik Ratule, bahkan telah meminta agar penyuluh pertanian lapangan (PPL) segera menyusun CPCL (Calon Petani dan Calon Lokasi) sebagai dasar untuk proses bantuan bibit bawang putih bagi petani di Kecamatan Kokbaun.
Aspirasi tersebut bermula saat Usman Husin melakukan kunjungan kerja dan reses di Kecamatan Kokbaun pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Di tengah pertemuan dengan masyarakat, petani menyampaikan bahwa bawang putih merupakan salah satu komoditas yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan di wilayah tersebut.
Usai bertatap muka dengan masyarakat, Usman tidak langsung meninggalkan lokasi.
Ia justru bergerak menuju kebun bawang putih milik masyarakat yang berjarak sekitar dua kilometer dari lokasi reses..
Sesampainya di lokasi, Usman bahkan ikut melihat dan memanen bawang putih bersama masyarakat.
Momen tersebut menjadi penting karena Usman tidak hanya menerima aspirasi melalui forum, tetapi melihat sendiri potensi pertanian yang ingin dikembangkan masyarakat Kokbaun.
Kepala Desa Sabnala, Ester Bana, mengatakan masyarakat selama ini telah mengembangkan bawang putih secara turun-temurun.
Menurutnya, kondisi wilayah Kokbaun dinilai cocok untuk pengembangan komoditas tersebut. Namun, petani masih membutuhkan dukungan bibit yang lebih berkualitas agar produksi dapat ditingkatkan.
“Bibit bawang putih ini kami kembangkan sendiri dan sudah turun-temurun dari nenek moyang. Wilayah ini memang cocok untuk bawang putih,” ujar Ester.
Karena itu, masyarakat berharap adanya dukungan dari pemerintah pusat, khususnya bantuan bibit unggul yang dapat meningkatkan produktivitas tanaman.
“Kami meminta bibit yang lebih berkualitas dari Kementerian Pertanian melalui Bapak Usman Husin yang hari ini sudah hadir langsung melihat kebun kami,” katanya.
Permintaan tersebut kemudian menjadi salah satu aspirasi yang dibawa Usman dari Kokbaun menuju pemerintah pusat.
Usman Husin mengatakan, kunjungannya ke kebun bawang putih memberikan gambaran langsung mengenai potensi yang dimiliki masyarakat Kokbaun.
Menurutnya, jika masyarakat telah memiliki pengalaman menanam dan kondisi lahannya mendukung, maka pemerintah perlu hadir memberikan penguatan, terutama melalui bibit berkualitas, pendampingan dan peningkatan produktivitas.
“Kalau masyarakat sudah menanam dan lahannya memang cocok, potensi ini harus kita dorong. Jangan sampai masyarakat sudah punya kemauan dan pengalaman, tetapi tidak mendapatkan dukungan yang dibutuhkan,” kata Usman.
Ia menegaskan bahwa aspirasi masyarakat yang disampaikan kepadanya tidak boleh berhenti sebatas catatan dalam kegiatan reses.
“Ketika masyarakat menyampaikan aspirasi, tugas kita adalah mengkomunikasikan dan mengawalnya kepada pemerintah. Kita berharap apa yang menjadi kebutuhan petani ini bisa segera direalisasikan,” ujarnya.
Usman pun menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kementerian Pertanian yang telah merespons aspirasi petani Kokbaun dengan cepat.CPCL
Respons Kementerian Pertanian tersebut menjadi langkah awal bagi petani bawang putih Kokbaun untuk mendapatkan dukungan bibit.
Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian, Taufik Ratule, telah meminta PPL segera melakukan penyusunan CPCL untuk petani bawang putih di Kecamatan Kokbaun.
CPCL menjadi tahapan penting untuk memastikan data calon penerima dan lokasi bantuan dapat diverifikasi sebelum proses bantuan dilakukan.
Bagi petani Kokbaun, perkembangan ini menjadi harapan baru. Sebab, permintaan yang awalnya disampaikan langsung kepada Usman saat reses kini telah bergerak ke tingkat kementerian.
Bagi Usman, perjalanan menuju kebun bawang putih Kokbaun bukan sekadar melihat tanaman.
Perjalanan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa potensi pertanian di pelosok NTT benar-benar mendapat perhatian pemerintah pusat.
Dari kebun yang berada di pelosok Kecamatan Kokbaun, aspirasi petani kemudian bergerak melalui komunikasi Usman dengan Kementerian Pertanian hingga mendapat respons untuk segera diproses.
Petani kini menunggu tahapan berikutnya, sembari berharap bantuan bibit berkualitas dapat segera terealisasi dan menjadi momentum untuk mengembangkan Kokbaun sebagai salah satu sentra bawang putih di TTS.
Dengan demikian, reses tidak hanya menjadi ruang untuk mendengar suara masyarakat, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi potensi daerah untuk dibawa dan diperjuangkan hingga ke tingkat pemerintah pusat.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar