Bukan Sekadar Sosialisasi, Usman Husin Wujudkan Aksi Nyata Rehabilitasi Hutan Lewat Penyaluran 30 Ribu Bibit
- account_circle Mario
- calendar_month 12 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) yang digelar Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Benain Noelmina bersama Anggota Komisi IV DPR RI, Usman Husin, tidak berhenti pada penyampaian materi di ruang pertemuan. Melalui kegiatan tersebut, Usman mendorong lahirnya aksi nyata dengan menyalurkan bibit tanaman produktif dan tanaman konservasi sebagai bagian dari upaya memulihkan kawasan hutan dan daerah aliran sungai (DAS) di Nusa Tenggara Timur.
Komitmen itu diwujudkan sekitar dua pekan lalu melalui penyaluran 30 ribu bibit yang terdiri dari lamtoro, jati putih, dan asam jawa untuk program rehabilitasi kawasan DAS di Desa Kairane, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang. Program tersebut akan dilaksanakan di lahan seluas sekitar 5 hektare.
Selain program rehabilitasi tersebut, Usman Husin sebelumnya juga telah menyalurkan berbagai bibit tanaman produktif, seperti durian dan kelapa, kepada kelompok tani di sejumlah daerah di NTT sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong penghijauan berbasis ekonomi.
Saat ini, puluhan ribu bibit tersebut masih dalam tahap penyemaian, sementara berbagai peralatan pendukung penanaman juga sedang dipersiapkan agar pelaksanaan program berjalan optimal.
Salah seorang peserta sosialisasi, Ardi Banusu (30), petani asal Desa Fatukanutu, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru karena masyarakat tidak hanya menerima materi, tetapi juga diberi kesempatan berdiskusi langsung dengan Usman Husin mengenai pentingnya menjaga kelestarian hutan.
“Kami sangat senang karena baru kali ini kami diundang dan berdiskusi langsung dengan Bapak Usman tentang bagaimana menjaga dan melestarikan hutan,” ujar Ardi.
Menurutnya, sosialisasi dan bimtek tersebut berhasil menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa menjaga hutan harus diwujudkan melalui tindakan nyata.
“Langkah nyata kami nanti adalah menanam pohon di daerah aliran sungai supaya kawasan itu kembali hijau dan lebih indah,” katanya, (4/8/2026).
Ardi menjelaskan, program rehabilitasi yang difasilitasi Usman Husin kini mulai dipersiapkan di Desa Kairane. Sebanyak 30 ribu bibit tanaman konservasi sedang disemaikan sebelum ditanam di sejumlah titik kawasan DAS.
“Bibitnya sementara masih disemaikan, dan peralatan untuk penanaman juga sedang dipersiapkan. Kami berharap program ini segera berjalan sehingga kawasan di sekitar sungai bisa kembali hijau,” tuturnya.
Usman Husin menegaskan bahwa rehabilitasi hutan tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial ataupun sekadar sosialisasi.
Menurutnya, keberhasilan menjaga lingkungan ditentukan oleh keterlibatan masyarakat dalam menanam dan merawat pohon hingga tumbuh.
Sebagai Anggota Komisi IV DPR RI yang membidangi sektor kehutanan, pertanian, dan lingkungan hidup, ia berkomitmen terus mengawal program rehabilitasi hutan agar memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Sosialisasi ini harus menghasilkan aksi nyata. Menjaga hutan tidak cukup hanya dengan berdiskusi, tetapi harus diwujudkan melalui penanaman dan pemeliharaan pohon secara berkelanjutan. Karena itu kami terus mendorong bantuan bibit dan pendampingan kepada masyarakat agar mereka menjadi pelaku utama rehabilitasi hutan,” ujar Usman.
Bagi Ardi dan para petani lainnya, kegiatan sosialisasi dan bimtek bersama BPDAS Benain Noelmina menjadi bukti bahwa upaya pelestarian lingkungan tidak berhenti pada penyampaian teori.
Melalui penyaluran 30 ribu bibit rehabilitasi hutan dan berbagai bibit produktif lainnya, masyarakat kini memiliki kesempatan untuk terlibat langsung memulihkan kawasan hutan sekaligus membangun masa depan pertanian yang lebih hijau, produktif, dan berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar