Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Dana Jumbo Gaji ASN Pacitan Terancam Berpindah, BPD Hadapi Ujian Likuiditas?

Dana Jumbo Gaji ASN Pacitan Terancam Berpindah, BPD Hadapi Ujian Likuiditas?

  • account_circle Yuniardi Sutondo
  • calendar_month 10 menit yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Pacitan,Jarrakpos.com-Besarnya belanja pegawai di Kabupaten Pacitan kembali menjadi perhatian. Nilainya tidak kecil. Dalam setahun, anggaran yang dialokasikan untuk membayar gaji aparatur sipil negara (ASN) di daerah ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp700 miliar.

Angka tersebut sekaligus menggambarkan besarnya perputaran dana belanja daerah yang selama ini mengalir melalui sektor perbankan, terutama Bank Pembangunan Daerah (BPD).

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Pacitan, Deni Cahyantoro, mengatakan belanja gaji pegawai saat ini berada di kisaran 37 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Persise aku nggak hafal, nda (wartawan). Yo kurang lebih Rp700-an miliar,” kata Deni, Selasa (8/9).

Dengan nominal sebesar itu, belanja gaji ASN bukan sekadar pos rutin dalam struktur APBD. Di sisi lain, dana tersebut juga menjadi bagian dari arus kas yang memiliki arti penting bagi ekosistem perbankan daerah.

Selama ini, sebagian besar ASN di Pacitan menerima pembayaran gaji melalui BPD. Artinya, dana belanja pegawai daerah yang bernilai ratusan miliar rupiah tersebut ikut membentuk basis dana yang dikelola perbankan daerah.

“Ya hampir mayoritas memang gaji ASN Pacitan ada di BPD. Sekalipun ada juga di bank lain, tapi relatif kecil,” tutur Deni, yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Pacitan.

Kondisi tersebut menjadi relevan di tengah munculnya wacana pemerintah pusat untuk mengalihkan penyaluran gaji ASN daerah dari BPD kepada bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Jika kebijakan itu benar-benar diterapkan, perubahan jalur penyaluran payroll ASN berpotensi mengubah pola arus dana yang selama ini diterima BPD.

Bagi industri perbankan, dana payroll tidak hanya berkaitan dengan aktivitas pemindahan gaji dari rekening pemerintah ke rekening pegawai, tetapi juga memiliki kaitan dengan penghimpunan dana pihak ketiga, transaksi perbankan, hingga berbagai layanan keuangan yang digunakan oleh para nasabah.

Dalam perspektif manajemen perbankan, perpindahan dana payroll dalam skala besar tentu menjadi faktor yang perlu diperhitungkan dalam pengelolaan likuiditas. Terlebih, ketika sumber dana tersebut berasal dari belanja pemerintah daerah yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah setiap tahun.

Namun demikian, Deni memilih tidak berspekulasi mengenai kemungkinan dampak kebijakan tersebut terhadap kondisi BPD.

Menurutnya, persoalan mengenai konsekuensi bisnis dan likuiditas perbankan merupakan ranah yang lebih tepat dijelaskan oleh pihak perbankan.

“Soal dampaknya bagaimana, itu rumah tangga orang lain. Tentu pihak perbankan yang lebih memahami,” ujarnya.

Di sisi lain, dari perspektif tata kelola keuangan daerah, perubahan mekanisme payroll nantinya tetap perlu ditempatkan dalam kerangka efisiensi, keamanan transaksi, kepastian pelayanan kepada ASN, serta kelancaran pengelolaan kas daerah.

Sebab, belanja gaji merupakan salah satu komponen terbesar dalam APBD. Ketika nilainya mendekati Rp700 miliar dalam setahun, setiap perubahan mekanisme penyaluran tentu tidak hanya menyangkut rekening tempat gaji ASN diterima, tetapi juga menyentuh pola pengelolaan kas dan hubungan transaksi antara pemerintah daerah dengan lembaga perbankan.

Bagi Pacitan, besarnya belanja pegawai tersebut sekaligus menunjukkan betapa strategisnya posisi payroll ASN dalam ekosistem keuangan daerah.

Sementara bagi BPD, perubahan arah aliran dana payroll dapat menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga basis dana, likuiditas, dan keberlanjutan bisnis di tengah kompetisi industri perbankan.

Kini, bola kebijakan berada di tingkat pemerintah pusat. Jika skema pengalihan payroll benar-benar diberlakukan, BPD perlu menyiapkan strategi bisnis dan penguatan layanan agar tetap menjadi bagian penting dari ekosistem keuangan daerah.

Sementara bagi pemerintah daerah, prinsip utamanya tetap sama: memastikan pembayaran hak ASN berjalan tepat waktu, aman, efisien, dan selaras dengan tata kelola keuangan daerah yang baik.(Red/yun).

  • Penulis: Yuniardi Sutondo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tim Basket Nedusi Gagal Kawin Gelar, Tapi ini Kado Terindah Pada Milad Nedusi ke 64Tahun” Nedusi Terbang Tinggi, Prestasi Tiada Henti!!!

    • calendar_month Sabtu, 15 Feb 2025
    • account_circle Wahyu Supriatna
    • visibility 1.282
    • 0Komentar

    INDRAMAYU JarrakPos.Com- Kejuaraan bola Basket Perbasi Cup Season 1 telah berakhir gelar juara mulai dari tingkat SD, SMP sederajat dan SMA sederajat telah mengalami perubahan hal ini menunjukkan telah meratanya perkembangan bola basket di Indramayu. SMPN 2 Sindang (Nedusi) sebagai sekolah yang selalu mendominasi gelar juara dan selalu masuk ke final baik itu di bagian […]

  • Plt Dirut Bank NTT Ajak Jaga Semangat dan Profesionalisme, Tegaskan Tak Ada Mutasi

    Plt Dirut Bank NTT Ajak Jaga Semangat dan Profesionalisme, Tegaskan Tak Ada Mutasi

    • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
    • account_circle Mario
    • visibility 565
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com– Harapan akan masa depan yang lebih baik, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Bank NTT, Yohanis Landu Praing, menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas dan kepercayaan di tubuh Bank NTT. Dalam pernyataan yang tulus, ia menekankan bahwa tidak ada mutasi pejabat yang dilakukan saat ini, semua langkah manajemen difokuskan untuk mengisi kekosongan jabatan demi kelancaran […]

  • Serah Terima Jabatan Gubernur Akademi Militer Komitmen pada Profesionalisme dan Inovasi

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2025
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 519
    • 0Komentar

    JAKARTA,JARRAKPOS.COM – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., memimpin upacara serah terima jabatan Gubernur Akademi Militer dari Mayjen TNI R. Sidharta Wisnu Graha, S.E., kepada Mayjen TNI Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw. Acara tersebut berlangsung di Aula Jenderal Besar A.H. Nasution, Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta. Dalam sambutannya, Jenderal TNI Maruli […]

  • Geram, Komisi II DPR RI Panggil DKPP

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2025
    • account_circle Jumri
    • visibility 596
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Komisi II DPR mengadakan rapat evaluasi kinerja secara tertutup dengan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Hal tersebut dibenarkan oleh Wakil Ketua Komisi II DPR Dede Yusuf Macan Effendi, Rabu (12/2/2025) “Mungkin kalau tata tertib itu fungsinya bagaimana kita melakukan controling check and balance, ya. Jadi bukan seperti yang dipikirkan, wah bahwa akan […]

  • Momen Haru dan Bahagia, Alumni SMP PGRI Kuningan Angkatan 90/91 Gelar BukBer dengan Penuh Kekeluargaan

    Momen Haru dan Bahagia, Alumni SMP PGRI Kuningan Angkatan 90/91 Gelar BukBer dengan Penuh Kekeluargaan

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Ghana
    • visibility 300
    • 0Komentar

    KUNINGAN, Jarrakpos.com – Bulan suci Ramadhan selalu menjadi momen yang dinanti untuk mempererat tali silaturahmi. Semangat kebersamaan ini terpancar jelas dalam acara Buka Puasa Bersama (Bukber) yang digelar oleh alumni SMP PGRI Kuningan angkatan tahun 1990/1991 pada Rabu (11/03/2026). ​Bertempat di Rumah Makan Saung Karuhun 2, Kuningan, acara ini menjadi ajang melepas rindu bagi para […]

  • Dedy Wahyudi Pastikan Pengangkut Sampah Dapat Jaminan Kerja, Pemkot Bengkulu Tanggung Iuran BPJS

    Dedy Wahyudi Pastikan Pengangkut Sampah Dapat Jaminan Kerja, Pemkot Bengkulu Tanggung Iuran BPJS

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Sepriyanita
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Bengkulu, jarrakpos.com – Pemerintah Kota Bengkulu kembali menegaskan keberpihakannya kepada pekerja sektor informal. Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menyatakan para pengangkut sampah akan segera mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan melalui program BPJS Ketenagakerjaan yang pembiayaannya ditanggung oleh APBD. Hal tersebut disampaikan Dedy saat melakukan pertemuan dan dialog bersama para sopir serta petugas pengangkut sampah di […]

expand_less