Connect with us

PARIWISATA

Perayaan “Dewa Mabuk” di Klenteng Bukit Perut Naga Bawa Berkah

Redaksi Jarrakpos

Published

on

[socialpoll id=”2481371″]


BADUNG, JARRAK POS – Klenteng Guang Thai Temple di Perbukitan Perut Naga, Pecatu, Kuta Selatan bertepatan dengan perayaan hari ulang tahun Dewa Chikung (Dewa Mabuk) daya tarik wisata, karena terus ramai dikunjungi umat dari berbagai kota besar di tanah air, Minggu (18/3/2018). Perayaan kali ini juga membawa berkah bagi wisatawan yang sengaja melakukan paket wisata spiritual dari Taiwan.

Sejak pagi hari warga keturunan Tionghoa di Bali mulai berdatangan untuk sembahyang di hadapan Dewa Chikung, karena sesuai penanggalan Imlek tanggal 2 bulan 2 merupakan hari ulang tahun “Dewa Mabuk” yang dikenal olas asih dan diyakini memberi kesehatan bagi masyarakat yang menderita penyakit non medis. Ditengah umat yang terus mengalir dan bersujud di hadapan altar Dewa Chikung, panitia acara juga menyuguhkan berbabagai hiburan. “Selain persembahyanhan juga kita isi berbagai hiburan berupa tari barong sai, tari pendet dan tari sekar jepun, tari oriental mewakili kebudayaan Tiongkok dan Mongol, juga ada tari balet mewakili kawasan Eropa, jadi kita mix banget,” papar Melida salah satu panitia.

Pendeta Klenteng, Suhu Chuang Chung Hsing didampingi beberapa Suhu asal Taiwan menuturkan tujuannya membangun Klenteng Guang Thai Temple untuk memuja Dewa Chikung (Dewa Mabuk). Kuil dibangun sekitar 7 tahun dan kini sudah banyak didatangi umat dan wisatawan pasca rampungnya pembangunan Klenteng sejak tiga tahun lalu. Selain sebagai tempat berwisata spiritual sekaligus untuk persembahyangan yang lengkap dengan semua Dewa, Klenteng ini juga kerap didatangi tamu domestik maupun mancanegara yang ingin berobat, terutama karena sakit non medis. Bahkan sudah beberapa orang yang berkunjung mengakui terbukti sakit secara non medis seperti merasa kesulitan tidur atau terganggu makhluk halus bisa disembuhkan. Selain itu, masyarakat di sekitarnya yang percaya juga banyak yang datang berobat dan bisa disembuhkan. “Kalau ada orang yang sakit non medis dan sulit disembuhkan kita siap membantu. Memang disini kita membantu mengobati secara sukarela. Tujuannya hanya untuk menolong orang yang susah dan kesulitan, apalagi hari ini tepat perayaan hari ulang tahun Sang Dewa,” katanya.

Advertisement

Guang Thai Temple yang berlokasi tepatnya di Jalan Melati, Balangan Uluwatu ini seperti hari biasa telah menjadi tempat tujuan wisata spiritual favorit tamu Taiwan untuk bersembahyang. Salah satu warga keturunan Tionghoa di Bali, Kheng Ing Suan atau yang lebih dikenal George Alexander yang ikut berpartisipasi membangun klenteng ini mengakui lokasinya memang dituntun dan dipilih oleh Dewa Chikung. Dikatakan Klenteng dibangun selama 7 tahun dan kini sudah melayani umat sekitar 3 tahun dan banyak didatangi wisatawan dari berbagai daerah dan wisatawan mancanegara khususnya dari Taiwan, China maupun Hongkong. “Seperti sekarang ada tour Tamu Taiwan. Mereka datang langsung ke Guang Thai Temple ikut merayakan ulang tahun Buda Chikung. Kalau ada yang datang kita siapkan dupa, mau bawa sembahyangan atau buahan silahkan namun kita sudah siapkan semua, jadi tinggal datang tidak usah bawa apa-apa tinggal sembahyang saja,” tegasnya.

Perayaan Ulang Tahun Budha Chikung kali ini tergolong lebih semarak kendati diakui pengelola klenteng di bawah naungan Yayasan Dharma Satya Esa Sempurna kunjungan wisatan asal Taiwan agak menurun karena hampir bertepatan dengan Hari Raya Nyepi 1940. Pernah dikunjungi rombongan dari Kuil Taiwan yang tertua yakni Thai Tu Chong kini tempat ibadat yang banyak dikenal masyarakat Bali dengan sebutan Klenteng Bukit Naga ini semakin dikenal sebagai salah satu destinasi pariwisata spiritual karena kerap muncul di pemberitaan televisi di Taiwan. “Kita disini sangat mendukung pariwisata, jadi harapan kita ke depan selain tempat bersembahyang untuk ritual agama juga bisa mendukung pariwisata sehingga makin banyak tamu yang datang ke Bali baik domestik maupun mancanegara. Jadi Kuil ini bisa ikut meramaikan pariwisata,” harap George.

Tidak seperti hari biasa berkah Budha Chikung yang juga bersamaa dengan persembahyangan bagi Dewa Bumi kali ini tidak hanya sebatas pengobatan non medis yang dilakukan oleh para Suhu, namun umat yang datang juga berkesempatan bersembahyang dan melemparkan puapue atau permohonan. Bagi yang beruntung maka akan mendapatkan berkah Dewa Chikung berupa Holo atau kendi labu berisikan air suci (arak, red).

Salah satu umat keturunan Tionghua yang berhasil sembuh dari penyakit non medis yakni Melin. Ia menuturkan sudah datang untuk ke-enam kalinya di Guang Thai Temple, pasalnya kedatangannya pertama kali di Klenteng Dewa Mabuk dengan keluhan sakit pada tangan kanan yang sulit digerakkan, berkat pertolongan Dewa Chikung melalui Suhu Chuang Chung Hsing penyakitnya

Advertisement


Insert : Melin (kiri) bersama Avelin, usai bersembahyang di Altar Dewa Chikung (18/3/2018).

berhasil disembuhkan pada kunjungan ke-tiga. “Dulu tangan kanan saya sakit, tidak bisa digerakan sekarang sudah sembuh setelah diterapi tiga kali sama Chikung (Suhu, red). Sebelumnya saya sudah berobat ke banyak dokter tapi jodoh kesembuhan saya ternyata di Kuil ini,” tuturnya.

Pengakuan yang hampir sama juga disampaikan Avelin, sebelumnya ia menderita sesak nafas dan sudah bertahun-tahun berobat di dokter internis. Pengalamannya mengkomsumsi obat dari dokter tak kunjung membuat tubuhnya sehat bahkan harus tidur dalam kondisi setengah duduk. “Saya sebelumnya menderita sesak nafas, dokterpun tidak tau penyebab pastinya. karena berfikir ini non medis saya akhirnya berobat kesini karena dapat informasi di Bali ada klenteng Dewa Chikung. Sekarang saya sudah sembuh total dan ini semua berkat Chikung,” jelasnya.

Kedua warga asal Jakarta ini mengaku tidak dipungut biaya sepeserpun dari Suhu Chuang Chung Hsing. Bahkan sebagai wujud terimakasih mereka setiap tahun selalu datang ke Klenteng Guang Thai hingga untuk kali ke-enam saat ini. Mereka berharap kedepan Chikung lebih banyak menolong orang dari segala gangguan penyakit yang disebabkan black magic. eja/ama

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Warning: Undefined variable $user_ID in /home/jarrakpos/public_html/wp-content/themes/zox-news/comments.php on line 49

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply