Minta Restu Tetangga, Syukran Alias Gunung Siap Bertarung di Pilkades Subulussalam Barat
- account_circle Rahmad Ariadi
- calendar_month 5 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

SUBULUSSALAM, jarrakpos.com – Jumat, 14 Agustus 2026 – Syukran alias Gunung mulai melakukan kampanye dialogis perdana untuk pencalonan dirinya sebagai Kepala Desa Subulussalam Barat periode 2026–2034. Kegiatan tersebut digelar secara sederhana di kediamannya dan dihadiri sejumlah tetangga serta warga sekitar Lorong Lae Mate.
Dalam pertemuan tersebut, Gunung menyampaikan niatnya untuk ikut dalam kontestasi pemilihan kepala desa. Ia meminta restu sekaligus dukungan dari warga, khususnya para tetangga yang selama ini menjadi bagian dari lingkungan tempat tinggalnya.
Syukran alias Gunung merupakan warga biasa yang mengaku terpanggil untuk berbuat dan memberikan kontribusi bagi desanya. Ia lahir di Desa Lae Mate, Kecamatan Rundeng, pada 1984. Namun, sejak kecil ia tumbuh dan berkembang di kawasan dataran tinggi Desa Tualang. Dari situlah panggilan “Gunung” melekat dan hingga kini lebih dikenal dengan nama tersebut.
Pada 2001, Gunung bersama keluarganya pindah ke Lorong Lae Mate, Desa Subulussalam Barat, Kecamatan Simpang Kiri. Sejak saat itu, ia menetap dan hidup bersama masyarakat setempat hingga sekarang.
Dalam menyampaikan visi kepada warga, Gunung mengaku tidak ingin memberikan banyak janji. Menurutnya, hal paling penting adalah membangun pelayanan pemerintahan desa yang mudah dan tidak menyulitkan masyarakat.
Ia ingin urusan administrasi warga dapat dilayani dengan cepat, sederhana dan mudah dipahami. Sementara berbagai program dan hal-hal baik yang sudah berjalan, harus tetap dipelihara dan jika memungkinkan ditingkatkan.
Kepada media Jarrakpos, Gunung juga menyampaikan salah satu keinginannya jika nantinya mendapat kepercayaan masyarakat. Ia ingin membenahi Masjid Baiturrahmah Desa Subulussalam Barat agar tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi rumah singgah yang nyaman bagi warga yang sedang melintas.
Menurutnya, posisi masjid yang berada bersebelahan dengan RSUD Kota Subulussalam memiliki potensi untuk dimanfaatkan lebih baik. Mobilitas masyarakat di kawasan tersebut cukup tinggi, termasuk warga dari luar kota yang datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
“Kalau ada warga dari luar daerah yang datang ke rumah sakit dan membutuhkan tempat untuk beristirahat, mudah-mudahan masjid ini bisa menjadi tempat singgah yang nyaman,” kata Gunung.
Ia berharap, jika mendapat amanah masyarakat, pembenahan tersebut dapat dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan fasilitas dasar yang dibutuhkan warga subulussalam barat.
Sementara itu, salah seorang warga Lorong Lae Mate yang mengikuti kegiatan tersebut, Hardianto, menilai Gunung merupakan sosok yang selama ini cukup dekat dengan kehidupan bermasyarakat.
Menurut Hardianto, Gunung selama ini aktif dalam berbagai kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan keagamaan dan adat istiadat di desa.
“Gunung ini orangnya bermasyarakat. Selama ini dia aktif dalam kegiatan keagamaan maupun kegiatan adat di desa. Jadi, warga sudah cukup mengenal sosoknya,” ujar Hardianto.
Menurutnya, pengalaman Gunung berinteraksi dan hidup bersama masyarakat menjadi salah satu modal penting apabila nantinya dipercaya memimpin Desa Subulussalam Barat.
Bagi Gunung, pencalonan dirinya bukan semata-mata soal jabatan. Ia mengaku ingin mencoba memberikan tenaga dan pikirannya untuk lingkungan tempat ia tinggal dan telah menjadi bagian dari kehidupannya selama puluhan tahun.
“Tidak perlu banyak janji. Insya Allah kalau diberi kepercayaan, niat saya adalah memudahkan urusan masyarakat.” ujarnya.
- Penulis: Rahmad Ariadi




Saat ini belum ada komentar