Menanam Benih Literasi Keuangan di Kalangan Prasejahtera: Bupati Imron Dukung Gerakan Menabung Sejak Dini
- account_circle Hadi Supangat
- calendar_month 0 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

CIREBON, JARRAKPOS.COM – Di tengah hiruk-pikuk pembangunan infrastruktur, sebuah gerakan fundamental sedang digalakkan di Kabupaten Cirebon: menanamkan budaya menabung kepada anak-anak dari keluarga prasejahtera. Bupati Cirebon, Imron, menegaskan bahwa literasi keuangan bukan sekadar kemampuan menghitung uang, melainkan kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan dan mempersiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.
Hal ini disampaikan Imron saat menghadiri peringatan Hari Indonesia Menabung 2026 di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1, Kaliwadas, Kecamatan Sumber, Rabu (26/8/2026). Acara yang digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon ini memilih lokasi strategis karena mayoritas siswa di Sekolah Rakyat berasal dari kelompok desil 1 dan 2 (kelompok pendapatan terbawah).
Bagi Imron, menabung adalah bentuk disiplin diri dan persiapan mental untuk meraih cita-cita. “Menabung merupakan salah satu bentuk persiapan untuk meraih cita-cita yang akan datang. Ini harus dibudayakan terhadap anak-anak kita sejak dini,” ujar Imron.
Pernyataan Bupati ini menyoroti pentingnya intervensi dini. Tanpa pemahaman mengelola keuangan, anak-anak dari latar belakang ekonomi lemah rentan terjebak dalam siklus konsumtif atau bahkan jeratan pinjaman online ilegal di masa depan. Oleh karena itu, edukasi literasi keuangan dianggap sama pentingnya dengan pendidikan akademik.
Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi solid antara OJK, Bank Indonesia Cirebon, Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan Cirebon Raya, serta Perbarindo bersama Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di wilayah Cirebon, Majalengka, dan Kuningan.
Agus menekankan bahwa pemilihan Sekolah Rakyat sebagai lokasi utama bukan tanpa alasan. “Edukasi literasi serta inklusi keuangan perlu diberikan sejak dini kepada mereka yang paling membutuhkan, agar budaya menabung menjadi pondasi kehidupan mereka,” jelasnya.
Sebagai bukti komitmen nyata, dalam acara tersebut Perbarindo dan lembaga jasa keuangan lainnya secara simbolis memberikan tabungan Simpanan Pelajar (Simpel) kepada seluruh siswa. Setiap siswa menerima saldo awal sebesar Rp30.000. Langkah konkret ini diharapkan dapat memotivasi siswa untuk terus aktif menabung, sekecil apa pun nominalnya.
Gerakan menabung nasional yang telah dicanangkan sejak 2019 ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara finansial. Dengan membekali anak-anak dari kalangan kurang mampu dengan kebiasaan menabung, Kabupaten Cirebon berharap dapat berkontribusi signifikan dalam menciptakan sumber daya manusia yang mandiri dan berdaya saing tinggi di masa depan.
- Penulis: Hadi Supangat




Saat ini belum ada komentar