Sinergi Pemkab Cirebon dan Kejari: Membangun “Benteng” Integritas di Tengah Dinamika Pembangunan
- account_circle Hadi Supangat
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

CIREBON, JARRAKPOS.COM – Di tengah gencarnya program pembangunan infrastruktur dan ekonomi di Kabupaten Cirebon, Bupati Imron menegaskan bahwa fondasi utama kemajuan daerah bukan hanya terletak pada fisik bangunan, melainkan pada kepastian hukum dan integritas aparatur. Hal ini ditegaskan dalam acara kenal sambut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Cirebon, Agus Chandra, di Pendopo Bupati, Rabu (26/8/2026) malam.
Acara tersebut bukan sekadar seremonial birokratis, melainkan sinyal kuat adanya penyelarasan visi antara eksekutif daerah dan lembaga penegak hukum. Bupati Imron secara eksplisit menyebut Kejaksaan Negeri sebagai “mitra strategis” dalam mewujudkan visi Kabupaten Cirebon yang bersih, inovatif, maju, agamis, dan aman.
Dalam sambutannya, Imron menekankan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum adalah kunci untuk mencegah kebocoran anggaran dan penyalahgunaan wewenang. “Kami berkomitmen meningkatkan kerja sama dan kebersamaan dalam upaya penegakan supremasi hukum serta peningkatan pembangunan daerah,” ujar Imron.
Pernyataan ini mengindikasikan bahwa Pemkab Cirebon di bawah kepemimpinan Imron ingin memastikan setiap rupiah anggaran pembangunan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum, sehingga proyek-proyek strategis tidak terhambat oleh masalah korupsi atau sengketa lahan di masa depan.
Menanggapi hal tersebut, Kajari Kabupaten Cirebon, Agus Chandra, menyatakan kesiapan jajarannya untuk berkolaborasi penuh melalui Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Agus menegaskan bahwa peran Kejaksaan tidak hanya terbatas pada penuntutan perkara pidana, tetapi juga sebagai pengawal kebijakan publik agar tetap berada dalam koridor hukum.
Agus menyampaikan pesan moral yang cukup mendalam kepada seluruh unsur pimpinan daerah. Ia mengajak semua pihak untuk menjaga tegaknya hukum dengan berlandaskan pada nilai-nilai spiritualitas. “Mari bersama menjaga hukum di Kabupaten Cirebon dengan iman, jujur, dan hati yang murni,” pungkas Agus.
Kalimat terakhir Agus ini menjadi sorotan, mengingat tantangan terbesar dalam tata kelola pemerintahan seringkali bermula dari hilangnya integritas individu. Dengan pendekatan “hati yang murni”, Kejaksaan berharap dapat menciptakan ekosistem birokrasi yang lebih sehat di Cirebon.
Melalui momentum kenal sambut ini, kedua institusi sepakat untuk memperkuat mekanisme koordinasi rutin. Sinergi ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian isu-isu strategis seperti pembebasan lahan untuk proyek prioritas, perlindungan aset daerah, serta edukasi hukum bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Cirebon.
Dengan bersatunya kekuatan eksekutif dan yudikatif di tingkat daerah, Kabupaten Cirebon berharap dapat mencetak rekor baru dalam indeks persepsi korupsi yang rendah sekaligus percepatan realisasi pembangunan yang berkualitas.
- Penulis: Hadi Supangat




Saat ini belum ada komentar