Melampaui Nostalgia: Prof. Rokhmin Dahuri Ajak Alumni SMANDA 76 Tetap Produktif di Usia Senja
- account_circle Hadi Supangat
- calendar_month 0 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

CIREBON, JARRAKPOS.COM – Reuni Emas bukan sekadar ajang temu kangen atau bernostalgia masa lalu. Bagi Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., anggota Komisi IV DPR RI dan alumni SMA Negeri 2 Cirebon Angkatan 1976, pertemuan setelah 50 tahun ini adalah momentum untuk “mempertemukan jiwa dan hati” serta memperkuat komitmen untuk terus bermanfaat bagi sesama.
Hal tersebut disampaikan Prof. Rokhmin saat menghadiri Reuni Emas SMANDA 76 yang bertajuk “50 Tahun Perjalanan Bersama, Persahabatan yang Tak Pernah Pudar” di Cirebon, Minggu (2/8/2026).
Di tengah suasana keakraban yang dimeriahkan dengan Tari Topeng, pemotongan tumpeng, dan kekompakan alumni berbusana putih dengan aksen batik dan kerudung merah, Prof. Rokhmin menekankan pentingnya menjaga soliditas kelompok.
“Silaturahmi ini ruang bagi kita untuk saling menguatkan. Di usia ini, kita tidak hanya butuh teman bicara, tapi juga teman yang bisa saling mendukung dalam menjalani fase kehidupan berikutnya,” ujar mantan Menteri Kelautan dan Perikanan ini.
Ia mengajak seluruh sahabatnya untuk tidak terjebak dalam zona nyaman masa lalu. Semangat “Keep productive and keep moving” menjadi pesan utamanya. Menurut Prof. Rokhmin, bertambahnya usia seharusnya berbanding lurus dengan meningkatnya keinginan untuk berbagi pengalaman dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Menyinggung aspek spiritual, Prof. Rokhmin mengaitkan semangat berkarya dengan hadis Rasulullah SAW: “Sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
“Pesannya jelas, kontribusi kita kepada keluarga, bangsa, negara, dan almamater tidak boleh berhenti hanya karena kita sudah pensiun atau berusia lanjut. Justru di sinilah ujian kedewasaan spiritual kita,” tegasnya.
Momen paling emosional terjadi ketika ratusan alumni kembali menginjakkan kaki di SMA Negeri 2 Cirebon. Dengan menaiki bus Citros, mereka menyusuri koridor kelas dan lapangan sekolah, membangkitkan memori kolektif tentang tawa, persahabatan, dan masa muda yang telah berlalu setengah abad.
Meskipun fisik telah menua dan rambut telah memutih, ikatan batin antar-alumni SMANDA 76 terbukti tak luntur dimakan waktu. Reuni ini menjadi bukti nyata bahwa persahabatan yang dirawat dengan ketulusan mampu melampaui batas profesi, jarak, dan zaman.
Selamat merayakan 50 tahun perjalanan, SMANDA 76. Teruslah menjadi inspirasi bahwa usia hanyalah angka, namun manfaat adalah warisan abadi.
- Penulis: Hadi Supangat




Saat ini belum ada komentar