Lahirkan Pelestari Hutan Muda, Kemenhut Kumpulkan 30 Genries NTT Siap Unjuk Inovasi Lestarikan Hutan di Forest Youthverse Summit Kupang
- account_circle Mario
- calendar_month 0 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Di tengah kawasan hutan dengan tujuan khusus (KHDTK) yang menjadi benteng hijau bagi Kota Kupang, sebanyak 30 anak muda terbaik dari berbagai perguruan tinggi dan komunitas di Nusa Tenggara Timur (NTT) akan berkumpul dalam Forest Youthverse Summit, Senin–Selasa 20-21 Juli 2026.
Selama dua hari, mereka tidak hanya diajak menyusuri kawasan KHDTK Mapoli dan KHDTK Oelsonbai, tetapi juga ditempa untuk menjadi inovator dan penggerak aksi pelestarian hutan di daerahnya masing-masing.
Kegiatan yang mengusung tema Smart Eco-Generation: “Aksi Muda Lestari untuk Optimalisasi Benteng Hijau Mapoli dan Konservasi Biodiversitas KHDTK Oelsonbai” ini diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri), Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM (BP2SDM) Kementerian Kehutanan, berkolaborasi dengan Balai Penyuluhan dan Pengembangan SDM (P2SDM) Wilayah VII Kupang.
Forest Youthverse Summit merupakan puncak dari rangkaian pembinaan yang sebelumnya diawali melalui Mentoring Class dan Coaching Class. Dari 65 peserta yang mengikuti Mentoring Class pada 7–9 Juli 2026, terpilih 30 peserta terbaik atau yang disebut Genries untuk melanjutkan pendampingan intensif hingga tiba di puncak kegiatan sebagai ruang implementasi gagasan dan penguatan kepemimpinan generasi muda pelestari hutan.
Hari pertama diisi dengan pengalaman belajar langsung di alam. Peserta melakukan pemeliharaan tanaman di KHDTK Mapoli sekaligus meresmikan Camping Ground Sakawanabakti dan Basecamp Genries, sebelum menyusuri kawasan hutan untuk mengenal lebih dekat kondisi KHDTK. Momen ini dilengkapi dengan Forest Reflection Circle, ruang bagi peserta berbagi cerita dan pengalaman selama penelusuran hutan, serta kunjungan ke Persemaian Fatukoa untuk melihat proses pembibitan tanaman hutan. Kebersamaan peserta terus dibangun melalui sesi dinamika kelompok Forest Connection di KHDTK Oelsonbai, sebelum dipertemukan dalam Forest Innovation Workshop untuk menyusun Innovation Board sebagai rancangan solusi atas berbagai isu kehutanan di daerah masing-masing.
Memasuki hari kedua, Forest Youthverse Summit resmi dibuka dan menjadi panggung bagi gagasan-gagasan terbaik generasi muda NTT. Melalui Forest Youth Forum, peserta berbagi pengalaman selama mengikuti rangkaian Forest Youthverse, sebelum setiap kelompok mempresentasikan solusinya dalam dua sesi Forest Innovation Pitching. Gagasan-gagasan tersebut kemudian mendapat tanggapan langsung dalam sesi Expert Reflection dari Kepala Balai P2SDM Wilayah VII Kupang, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT, dan perwakilan PLAN Indonesia di NTT. Rangkaian kegiatan ditutup dengan diskusi interaktif Forest Ideas Cafe dan pembacaan komitmen bersama dalam Forest Youth Commitment.
Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan, Luckmi Purwandari, menegaskan bahwa Forest Youthverse merupakan strategi Kementerian Kehutanan untuk membangun ekosistem pembinaan generasi muda yang berorientasi pada aksi nyata, bukan sekadar pelatihan semata.
“Forest Youthverse kami hadirkan sebagai ruang bagi generasi muda untuk belajar, berkolaborasi, dan menghadirkan aksi nyata bagi kelestarian hutan. Kami berharap dari Kupang lahir semakin banyak Smart Eco-Generation yang mampu menjadi penggerak pelestarian hutan di Nusa Tenggara Timur maupun Indonesia.”
Kepala Balai P2SDM Wilayah VII Kupang menyampaikan bahwa Forest Youthverse menjadi momentum strategis untuk membangun kepedulian generasi muda terhadap kelestarian hutan sejak dini, sekaligus memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga bentang hutan NTT.
“Antusiasme peserta selama rangkaian Forest Youthverse menunjukkan besarnya potensi generasi muda Nusa Tenggara Timur dalam mendukung pelestarian hutan. Balai P2SDM Wilayah VII Kupang siap terus memperkuat kolaborasi dan mendukung pembinaan generasi muda agar semakin banyak aksi nyata lahir dari daerah.”
Forest Youthverse tidak berhenti pada penyelenggaraan Summit. Seluruh peserta diharapkan menjadi bagian dari jejaring Generasi Pelestari Hutan (Genries) yang akan terus didampingi untuk mengimplementasikan inovasi dan mengembangkan aksi pelestarian hutan di NTT. Melalui Forest Youthverse, Kementerian Kehutanan memperkuat komitmennya membangun generasi muda yang peduli dan berperan aktif menjaga kelestarian hutan Indonesia.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar