Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Kuota Pupuk Rote Ndao Turun, Usman Husin Pertanyakan di Tengah Bertambahnya Lahan Pertanian

Kuota Pupuk Rote Ndao Turun, Usman Husin Pertanyakan di Tengah Bertambahnya Lahan Pertanian

  • account_circle Mario
  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Persoalan kuota pupuk kembali menjadi perhatian di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Kabupaten Rote Ndao. Di tengah bertambahnya luas lahan pertanian, kuota pupuk urea di daerah tersebut justru disebut mengalami penurunan.

Kondisi ini disoroti Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB dari Daerah Pemilihan (Dapil) NTT II, Usman Husin, dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi IV DPR RI bersama PT Pupuk Indonesia (Persero) beserta anak perusahaannya, Selasa (8/9/2026).

Usman mempertanyakan dasar penurunan kuota tersebut. Ia menyebut kuota pupuk urea Rote Ndao sebelumnya berada di kisaran 4.000 ton, namun kemudian turun menjadi sekitar 3.900 ton.

Menurutnya, penurunan kuota tersebut perlu dijelaskan karena kebutuhan pupuk seharusnya mengikuti perkembangan sektor pertanian di daerah.

“Rote Ndao itu sebelumnya kuota ureanya sekitar 4.000 ton, sekarang turun menjadi sekitar 3.900 ton. Pertanyaannya, kenapa kuotanya turun sementara lahan pertanian kita bertambah?” ujar Usman.

Ia menilai penetapan kuota pupuk tidak boleh hanya berpatokan pada data lama. Pemerintah dan pihak terkait perlu memperhatikan perkembangan luas lahan, jumlah petani, pola tanam serta kebutuhan produksi pertanian di masing-masing wilayah.

Usman menegaskan, bertambahnya luas lahan pertanian semestinya diikuti dengan dukungan sarana produksi yang memadai, termasuk pupuk.

Apalagi NTT merupakan salah satu daerah yang mayoritas masyarakatnya menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian. Karena itu, kebijakan pupuk harus benar-benar disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

“Jangan sampai lahan pertanian bertambah, tetapi kuota pupuk justru berkurang. Ini harus ada penjelasan dan perhitungan yang jelas,” tegasnya.

Menurut Usman, persoalan serupa juga terjadi di sejumlah daerah lain. Ia menyebut ada wilayah yang sebelumnya mendapatkan kuota sekitar 5.000 ton, tetapi kemudian turun menjadi 4.000-an ton.

Kondisi tersebut, kata dia, perlu dievaluasi agar kebijakan kuota tidak justru menghambat peningkatan produksi pangan di daerah.

Selain mempertanyakan kuota, Usman juga menyoroti persoalan distribusi pupuk. Ia menyebut stok pupuk per 8 September 2026 mencapai sekitar 1,268 juta ton.

Menurutnya, jumlah stok yang besar harus diikuti dengan sistem distribusi yang mampu menjangkau petani hingga ke sentra-sentra produksi.

Ia mencontohkan masih ada petani yang harus menempuh jarak sekitar empat hingga lima kilometer untuk mendapatkan pupuk. Kondisi tersebut membuat petani harus mengeluarkan biaya transportasi tambahan yang tidak sedikit.

“Kalau petani harus berjalan empat sampai lima kilometer untuk mengambil pupuk, ongkos angkutnya bisa lebih mahal daripada harga pupuknya sendiri,” kata Usman.

Karena itu, ia meminta keberadaan kios pupuk disesuaikan dengan lokasi sentra pertanian. Kios harus berada sedekat mungkin dengan petani dan lahan produksi.

Bagi Usman, persoalan pupuk di Rote Ndao tidak bisa hanya dilihat dari angka kuota. Pemerintah perlu memastikan apakah kuota yang ditetapkan benar-benar mencukupi kebutuhan petani di lapangan.

Ia meminta PT Pupuk Indonesia dan pihak terkait membuka data serta dasar perhitungan kuota secara transparan, sehingga dapat diketahui apakah penurunan kuota memang sesuai kebutuhan atau justru berpotensi menimbulkan kekurangan pupuk.

“Yang kita butuhkan adalah data yang jelas. Kalau lahan bertambah, kebutuhan petani meningkat, maka kuotanya juga harus dihitung berdasarkan kondisi terbaru,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar jumlah kios pupuk di NTT dipetakan secara rinci berdasarkan kabupaten dan wilayah sentra pertanian. Dengan begitu, daerah yang masih kekurangan akses dapat segera mendapatkan penambahan kios.

Usman menilai persoalan pupuk memiliki hubungan langsung dengan target peningkatan produksi pangan nasional.

Menurutnya, upaya mewujudkan swasembada pangan tidak cukup hanya dengan memperluas lahan pertanian. Petani juga harus mendapatkan pupuk dan sarana produksi lainnya secara tepat jumlah, tepat waktu, dan mudah dijangkau.

“NTT itu mayoritas petani. Suksesnya swasembada pangan artinya suksesnya juga dari PT Pupuk Indonesia,” kata Usman.

Ia berharap persoalan kuota dan distribusi pupuk di Rote Ndao maupun daerah lainnya di NTT dapat menjadi perhatian serius, sehingga petani tidak menjadi pihak yang dirugikan akibat kebijakan yang tidak sesuai dengan perkembangan kebutuhan di lapangan.

Dengan bertambahnya lahan pertanian, menurut Usman, kebijakan pupuk semestinya ikut bergerak menyesuaikan kebutuhan petani, bukan justru sebaliknya.***

  • Penulis: Mario

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ingatkan Bahaya Judol dan Pinjol, Diskominfo Kuningan Berikan Literasi Digital kepada Ratusan Pelajar

    Ingatkan Bahaya Judol dan Pinjol, Diskominfo Kuningan Berikan Literasi Digital kepada Ratusan Pelajar

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle Ghana
    • visibility 40
    • 0Komentar

    KUNINGAN, Jarrakpos.com – Rentetan persoalan akibat judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) kini menjadi ancaman serius yang tidak lagi hanya menyasar orang dewasa, tetapi juga kalangan pelajar. Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kuningan melalui Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), Nana Suhendra, M.Pd., memberikan literasi digital kepada ratusan pelajar Masa […]

  • Walikota Dumai Hadiri Pelantikn DPC IKA UIR Tahun 2025-2030

    Walikota Dumai Hadiri Pelantikn DPC IKA UIR Tahun 2025-2030

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Diana Ningsih
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Jarrakpos. Com DUMAI – Wali Kota Dumai yang dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Dumai, Fahmi Rizal, S.STP, M.Si, menghadiri prosesi pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Riau (IKA UIR) Kota Dumai Periode 2025-2030. Acara yang berlangsung khidmat ini digelar di Gedung Sri Bunga Tanjung Kota Dumai, […]

  • Gelar Perkara Ijazah Jokowi di Gelar Pagi ini

    Gelar Perkara Ijazah Jokowi di Gelar Pagi ini

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 313
    • 0Komentar

    JAKARTA,JARRAKPOS.COM– Termometer politik Indonesia meledak, mencapai titik didih tertinggi! Hari Senin, 15 Desember 2025, bukan sekadar tanggal di kalender; ini adalah arena duel hidup-mati, panggung pertumpahan darah hukum paling panas yang pernah disaksikan tahun ini: Gelar Perkara Khusus Kasus Ijazah Palsu Jokowi di Polda Metro Jaya. Aura ketegangan terasa begitu kental, mencekam, memicu detak jantung […]

  • Dispora Ucapkan Selamat Kepada Irwan Alwi Jabat Ketum PP PBFI

    Dispora Ucapkan Selamat Kepada Irwan Alwi Jabat Ketum PP PBFI

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 395
    • 0Komentar
  • Sosok Mayat Perempuan Berkerudung Ditemukan di Tegalrejo Magelang

    Sosok Mayat Perempuan Berkerudung Ditemukan di Tegalrejo Magelang

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 214
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Penemuan sesosok mayat wanita berkerudung di sebuah kebun samping toko daerah Tegalrejo, Kabupaten Magelang gegerkan warga. Mayat yang belum diketahui identitasnya itu dibawa RSUD Muntilan guna pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan informasi yang diperoleh disebutkan, penemuan mayat terjadi sekitar pukul 17.15 WIB. Ketika itu, salah seorang warga W (44) sedang membetulkan kandang ayam yang […]

  • ORADO Akhirnya Terbentuk di Kota Kuda Kuningan, dan Siap Mencetak Atlet Domino Berprestasi

    ORADO Akhirnya Terbentuk di Kota Kuda Kuningan, dan Siap Mencetak Atlet Domino Berprestasi

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Ghana
    • visibility 209
    • 0Komentar

    KUNINGAN, Jarrakpos.com – Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menghadiri deklarasi dan pelantikan Pengurus Cabang “ORADO” (Organisasi Olahraga Domino) Kabupaten Kuningan masa bakti 2026–2030 yang dirangkaikan dengan Kejuaraan Cabang (Kejurcab) Domino, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan yang digelar di D’Jons Pool Family Billiard n Café ini menjadi momentum penting dalam penguatan eksistensi domino sebagai cabang olahraga prestasi di […]

expand_less