Kemala 27 Tahun: Warisan Budaya Persaudaraan dari Lamahala untuk Kota Kupang
- account_circle Mario
- calendar_month Senin, 6 Okt 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com– Perayaan Milad ke-27 Kerukunan Marga Lamahala (Kemala) Kupang berlangsung pada Sabtu (23/8/2025) di Lapangan Asrama IPMAL, Kelurahan Kayu Putih, Kota Kupang.
Kegiatan tersebut diwarnai dengan suasana kebersamaan dan diisi berbagai kegiatan budaya serta kuliner khas Lamahala sebagai bentuk syukur keluarga besar Kemala yang telah berkiprah selama 27 tahun di Kota Kupang.
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, turut hadir bersama jajaran pemerintah dan tokoh masyarakat.
Tampak hadir pula Anggota DPRD Provinsi NTT, Syaiful Sengaji dan Junaidin Mahasan, Ketua Umum MUI NTT sekaligus sesepuh Kemala Drs. H. Muhammad S. Wongso, serta Plt. Kakanwil Kemenag NTT H. Ishak Sulaiman, S.Ag. Turut mendampingi Wali Kota, Penjabat Sekda Kota Kupang Ignasius R. Lega, SH, serta sejumlah pimpinan organisasi dan paguyuban etnis di Kota Kupang.
Dalam sambutannya, Wali Kota Christian menyampaikan rasa syukur atas peran besar Kemala dalam kehidupan sosial Kota Kupang.
Ia mengibaratkan Kemala seperti kapal yang berani berlayar di tengah ombak, membawa harapan dan persaudaraan di antara warga.
“Kapal di dermaga memang indah, tapi kapal dibuat untuk berlayar. Begitu juga Kemala, bukan hanya tempat berkumpul, melainkan bahtera yang sudah berlayar jauh membantu membangun Kota Kupang,” ujarnya disambut tepuk tangan meriah.
Wali Kota menekankan bahwa pemerintah tidak bisa berjalan sendirian dalam menghadapi keterbatasan. Ia mengajak semua komunitas, termasuk keluarga besar Lamahala, untuk terus bersatu dan bergotong royong.
“Kalau ingin berjalan cepat, kita bisa sendiri. Tapi kalau mau berjalan jauh, kita harus bersama. Di dalam persatuan, di sanalah kemenangan kita,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Christian juga menyampaikan apresiasi kepada Kemala yang ikut berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan sosial, dari kemiskinan hingga pengangguran.
Ia berharap Kemala terus menjadi mitra pemerintah dalam mencetak kader-kader muda yang siap membangun kota dengan semangat kebersamaan dan cinta budaya.
Sementara itu, Ketua Umum Kemala Kupang, Dr. H. Mustafa Abdurahman, menegaskan bahwa usia 27 tahun bukan sekadar angka, melainkan cermin perjalanan panjang untuk menjaga warisan budaya Lamahala, sebuah nilai yang berakar pada semangat kebersamaan dan hormat terhadap leluhur.
“Lamahala mengajarkan kami nilai semangat kerja bersama dan saling menopang. Itu yang kami bawa hingga ke Kota Kupang,”
“Kami bukan hanya hadir sebagai komunitas, tapi menjadi bagian dari denyut kehidupan kota ini,” ujar Mustafa.
Ia menambahkan, ke depan Kemala akan membuka ruang lebih luas untuk lintas etnis dalam setiap kegiatan budaya dan sosial. Baginya, keberagaman bukan sekadar realitas, tetapi kekuatan yang mampu memperkokoh persatuan.
“Dari Lamahala hingga Kupang, darah budaya tetap mengalir. Anak-anak muda Kemala harus menjaga warisan ini sambil menumbuhkan semangat kebangsaan, heroisme, dan patriotisme,” tambahnya.
Ketua Panitia Milad, Arman Ratuloli, melaporkan bahwa rangkaian perayaan telah berlangsung sejak 23 Juli hingga 23 Agustus, menampilkan berbagai lomba olahraga dan seni seperti futsal, voli, tenis meja, catur, pidato, hingga baca puisi.
“Kami ingin perayaan ini bukan hanya nostalgia, tapi juga ruang belajar dan berkreasi bagi generasi muda,” ujarnya.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar