Ketika SMAN 7 Kupang Menjadi Kawah Atlet Hockey Muda di NTT
- account_circle Mario
- calendar_month 7 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Di tengah olahraga hockey yang belum banyak dikenal dan digeluti di Nusa Tenggara Timur (NTT), SMA Negeri 7 Kupang memilih mengambil jalan berbeda. Sekolah ini membuka ruang khusus bagi siswa yang memiliki minat dan bakat olahraga untuk ditempa menjadi atlet hockey sejak bangku sekolah.
Sejak tahun ajaran 2025/2026, SMAN 7 Kupang mulai menjalankan kelas khusus olahraga hockey. Program tersebut menjadikan sekolah bukan hanya tempat siswa mengejar prestasi akademik, tetapi juga ruang pembinaan atlet muda yang dipersiapkan secara lebih terarah.
Saat ini, SMAN 7 Kupang menjadi satu-satunya sekolah tingkat SMA di NTT yang memiliki kelas khusus untuk pembinaan atlet hockey.
Kepala SMAN 7 Kupang, Wemvrid Metusalak Boimau, mengatakan keputusan membuka kelas khusus tersebut berangkat dari keberanian sekolah melihat potensi yang dimiliki generasi muda NTT.
“Kami melihat anak-anak punya bakat dan fisik yang mendukung. Karena itu, kami berani membuka kelas khusus hockey sebagai langkah awal membangun prestasi dari sekolah,” ujar Wemvrid yang juga Bendahara Umum Federasi Hockey Indonesia (FHI) Provinsi NTT.
Kelas khusus hockey di SMAN 7 Kupang bukan sekadar kelas dengan tambahan aktivitas olahraga. Para siswa mendapatkan pola pembinaan yang dirancang untuk menjaga keseimbangan antara pendidikan dan pengembangan kemampuan sebagai atlet.
Program yang telah berjalan sekitar satu tahun itu dimulai dengan satu kelas berisi 36 siswa.
Dalam proses pembelajaran, sekitar 50 persen waktu diarahkan untuk praktik dan pembinaan olahraga, sedangkan 50 persen lainnya tetap digunakan untuk kegiatan akademik.
Bahkan, aktivitas sekolah disesuaikan dengan kebutuhan latihan. Para siswa menjalani latihan fisik pada pagi hari sebelum mengikuti proses belajar mengajar, sehingga jam masuk sekolah ditetapkan pada pukul 08.15 WITA.
“Ini komitmen kami. Akademik tetap jalan, tapi pembinaan olahraga menjadi fokus utama. Materi juga kami sesuaikan agar anak-anak tidak terbebani,” jelas Wemvrid.
Pola tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah membangun karakter atlet tanpa mengesampingkan pendidikan.
Siswa tetap berada dalam lingkungan pendidikan formal, tetapi pada saat yang sama mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan disiplin, kemampuan fisik, kerja sama tim, strategi dan mental bertanding.
SMAN 7 Kupang tidak ingin kelas khusus tersebut hanya menjadi program satu angkatan.
Setiap tahun, sekolah berencana membuka satu kelas baru dengan jumlah siswa yang sama. Untuk tahun ini, kembali disiapkan 36 siswa melalui proses seleksi.
Yang membedakan, pembinaan tahun ini mulai memberikan ruang lebih besar bagi atlet perempuan.
Dari 36 siswa yang dipersiapkan, komposisinya akan dibagi menjadi 18 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan. Pembagian tersebut menyesuaikan kebutuhan kompetisi hockey yang mempertandingkan kategori putra dan putri.
“Awalnya hanya laki-laki, tapi sekarang kita siapkan juga perempuan. Ini penting untuk kesiapan menghadapi kejuaraan,” kata Wemvrid.
Dengan pola regenerasi tersebut, sekolah berharap akan terbentuk kelompok atlet yang terus bertambah dari tahun ke tahun.
Bukan hanya menghasilkan pemain, tetapi juga membangun kesinambungan pembinaan sehingga atlet yang lebih senior dapat menjadi bagian dari proses regenerasi bagi angkatan berikutnya.
Keseriusan SMAN 7 Kupang mendapat dukungan dari Federasi Hockey Indonesia Provinsi NTT.
Pada Jumat, 7 Agustus 2026, Ketua Umum FHI NTT, David Boimau, menyerahkan sarana dan prasarana hockey kepada SMAN 7 Kupang sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan atlet sejak usia sekolah.
Penyerahan fasilitas tersebut berlangsung dalam rangkaian pembukaan seleksi kelas khusus bagi siswa-siswi SMAN 7 Kupang yang dipersiapkan menjadi atlet hockey.
David mengatakan keberadaan kelas khusus di SMAN 7 Kupang merupakan langkah strategis untuk membangun regenerasi atlet hockey NTT.
“Saya menyerahkan peralatan hoki ini sebagai bentuk dukungan nyata. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendorong kemajuan hockey di NTT,” ujarnya.
David saat itu didampingi Sekretaris FHI NTT sekaligus Kepala Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) Flobamorata Kupang, Hironimus Patty, serta Wemvrid Metusalak Boimau.
Hironimus Patty juga menjadi salah satu pihak yang terlibat dalam pengembangan pembinaan olahraga prestasi di NTT melalui SKO Flobamorata Kupang.
Pembinaan yang dilakukan SMAN 7 Kupang kini memiliki target yang lebih jauh.
Para siswa diproyeksikan menjadi bagian dari regenerasi atlet hockey NTT untuk menghadapi berbagai kejuaraan, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Target tersebut menjadi semakin penting karena NTT akan menjadi salah satu tuan rumah PON 2028.
Artinya, pembinaan yang dilakukan sejak sekarang memiliki waktu untuk mematangkan para atlet muda agar dapat bersaing dan, jika berkembang sesuai harapan, memperkuat kontingen NTT pada ajang olahraga nasional tersebut.
Bagi Wemvrid, memilih hockey sebagai fokus pembinaan bukan tanpa tantangan.
Ketika banyak sekolah cenderung memilih cabang olahraga yang sudah populer dan memiliki banyak peminat, SMAN 7 Kupang justru memilih membuka jalan bagi olahraga yang masih relatif jarang digeluti di NTT.
“Kami ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengembangkan potensi mereka melalui olahraga yang memiliki prospek besar. Hoki mengajarkan disiplin, kerja sama tim, strategi, kecepatan, dan daya juang yang tinggi,” katanya.
Langkah SMAN 7 Kupang membangun kelas khusus hockey bukan tanpa persoalan.
Sekolah masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana. Hingga kini, SMAN 7 Kupang belum memiliki lapangan hockey sendiri dan masih membutuhkan berbagai peralatan penunjang latihan.
Kondisi tersebut membuat pembinaan harus berjalan dengan fasilitas yang tersedia.
Namun bagi sekolah, keterbatasan fasilitas bukan alasan untuk menghentikan langkah.
“Kami jalan dulu dengan apa yang ada. Ke depan, kalau ada dukungan fasilitas, tentu akan sangat membantu pengembangan atlet,” ujar Wemvrid.
Sekolah berharap dukungan dapat datang dari Pemerintah Provinsi NTT, KONI NTT, Federasi Hockey Indonesia, dunia usaha maupun pihak lain yang memiliki perhatian terhadap pengembangan olahraga prestasi.
Dukungan tersebut dibutuhkan tidak hanya untuk pengadaan peralatan, tetapi juga pembangunan lapangan latihan, fasilitas pendukung hingga kemungkinan penyediaan asrama bagi siswa atlet.
“Sebagai sekolah yang baru merintis cabang olahraga hoki, tentu masih banyak keterbatasan yang kami hadapi. Kami membutuhkan dukungan berupa fasilitas latihan, lapangan, peralatan olahraga, serta pembinaan yang berkelanjutan. Dengan dukungan tersebut, kami yakin atlet-atlet muda ini dapat berkembang dan membawa nama baik NTT di tingkat nasional,” tegas Wemvrid.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT yang telah memberikan dukungan terhadap pengembangan kelas khusus olahraga di SMAN 7 Kupang.
Pada akhirnya, kelas khusus hockey di SMAN 7 Kupang bukan hanya tentang 36 siswa yang berlatih menggunakan stick dan mengejar bola di lapangan.
Di balik program tersebut ada upaya membangun budaya olahraga prestasi dari lingkungan sekolah mencari bakat, menempa kemampuan, membangun disiplin dan menyiapkan regenerasi.
SMAN 7 Kupang sedang mencoba menjadikan sekolah sebagai kawah tempat atlet-atlet muda ditempa.
Dari ruang kelas dan latihan pagi, harapan itu diarahkan menuju panggung yang lebih besar: membawa nama NTT di tingkat nasional, dengan PON 2028 sebagai salah satu target yang mulai dipersiapkan sejak sekarang.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar