Aksi Siswa SMKN 6 Kupang Kejutkan Tim Kepresidenan: Fiber Akademik Diakui Sebagai Lompatan Besar
- account_circle Mario
- calendar_month Senin, 1 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Siswa Program Keahlian Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT) SMK Negeri 6 Kupang tampil luar biasa saat memamerkan keahlian mereka di hadapan Tim Wantimpres, Tim Staf Khusus Kepresidenan, dan Tim Komdigi dalam uji lapangan Program Fiber Akademik di Telkom Witel NTT, 29/11/2025.
Di bawah sorotan tim pusat, para siswa menunjukkan kemampuan instalasi, konfigurasi, dan troubleshooting jaringan fiber optik dengan tingkat presisi yang biasanya hanya ditemui pada teknisi profesional.
Momen ini bukan hanya ajang unjuk kerja, tetapi pembuktian bahwa sekolah vokasi di NTT mampu menghasilkan talenta digital kelas nasional.
Kunjungan tim pusat ini merupakan bagian dari proses verifikasi terhadap inovasi besar yang diinisiasi oleh Stanislaus Susatyo, mantan Direktur Telkom Akses. Ia dikenal sebagai sosok dengan visi kuat untuk melakukan percepatan transformasi tenaga kerja telekomunikasi melalui program Fiber Akademik, sebuah model pembelajaran praktik yang sederhana, aplikatif, dan langsung menyasar kebutuhan industri.
Program ini telah menghasilkan puluhan ribu teknisi fiber optik siap pakai, banyak di antaranya kini bekerja di Telkom Group maupun perusahaan jaringan swasta di berbagai wilayah Indonesia. Atas kontribusinya, Susatyo kini masuk nominasi Penghargaan Presiden Satya Lencana Wira Karya.
SMKN 6 Kupang menjadi salah satu sekolah yang dinilai sukses mengadopsi program ini, sehingga diundang untuk memberikan testimoni resmi kepada Wantimpres, Staf Khusus Kepresidenan, dan Komdigi terkait dampak program terhadap peningkatan kompetensi siswa serta kemudahan perekrutan lulusan oleh industri.
Kepala SMK Negeri 6 Kupang, Asa Manason Lahtang, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya, sekaligus menekankan perubahan besar yang lahir dari implementasi program Fiber Akademik.
Asa menegaskan bahwa program ini telah menjadi katalis pembaruan pembelajaran vokasi di sekolahnya.
Menurutnya, latihan berbasis standar industri membawa siswa masuk ke ekosistem kerja sejak masih duduk di bangku sekolah.
“Fiber Akademik menghadirkan perubahan nyata. Anak-anak tidak lagi belajar sebatas teori, tetapi langsung memegang perangkat dan melakukan pekerjaan yang sama seperti teknisi di lapangan,”
“Dampaknya luar biasa, lulusan kami lebih siap, lebih percaya diri, dan perusahaan langsung merekrut mereka begitu dinyatakan kompeten,” tegas Asa.
Ia juga menyampaikan bahwa kehadiran Wantimpres dan Staf Khusus Kepresidenan memberi dorongan moral besar bagi sekolah-sekolah vokasi di Indonesia Timur.
“Kunjungan ini menunjukkan bahwa pemerintah melihat potensi besar anak-anak daerah. Kami berterima kasih kepada Pak Stanislaus Susatyo atas visi dan komitmennya. SMKN 6 Kupang akan terus memperkuat kolaborasi agar lebih banyak siswa NTT bisa bekerja di industri telekomunikasi nasional,” ujarnya.
Demonstrasi yang dilakukan siswa SMKN 6 Kupang dinilai sebagai salah satu bukti keberhasilan Fiber Akademik dalam mempercepat lahirnya tenaga teknisi terampil yang dibutuhkan industri telekomunikasi.
Tim Wantimpres dan Komdigi mencatat bahwa model ini berpotensi diterapkan secara lebih luas sebagai sistem pelatihan vokasi nasional di bidang jaringan fiber optik.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar