Viral! Penjual Es Jadul di Fitnah Oknum Es Krim Terbuat dari Sepon
- account_circle Feri Taufiandi
- calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

JAKARTA,JARRAKPOS.COM – Namanya adalah Suderajat, penjual es kue jadul yang difitnah oleh oknum tidak bertanggung jawab karena kemiripan es krim tersebut dengan spons atau dikira mengandung Polyurethane (PU) foam.
Dari panas jalanan, bukan dari bahan berbahaya, bukan untuk menipu siapa pun melainkan dengan tujuan mengais rezeki.
Namun fitnah dari warga yang direkam dan disebarkan di media sosial membuat hidupnya jungkir balik dalam sekejap. Tanpa menunggu bukti, tanpa menunggu klarifikasi, nama Suderajat lebih dulu dihakimi di ruang publik.
Laporan warga soal dugaan es gabus berbahan spons di Kemayoran, Jakarta Pusat, ditindaklanjuti polisi pada Sabtu (24/1/2026).
Dalam video yang beredar, aparat minta penjual makan es tersebut karena diduga mengandung Spons Polyurethane (PU) foam, busa sintetis yang sering digunakan dalam furnitur (sofa, kasur) hingga bahan untuk meratakan bedak tabur.
AKBP Roby Heri Saputra, Minggu (25/1/2026) mengatakan menurut hasil pemeriksaan jelas, tidak ada bahan berbahaya atau material yang mengandung spons PU Foam.
Roby menerangkan, seluruh barang dagangan pedagang tersebut kemudian diperiksa oleh Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya. Pemeriksaan meliputi berbagai produk yang dijual, mulai dari es kue jadul atau es gabus, agar-agar, hingga cokelat meses.
Barang dagangan yang diamankan dan diuji oleh Tim DOKKES DOKPOL Polda Metro Jaya, hasilnya aman dan layak dikonsumsi.
Meski demikian, untuk memberikan kepastian yang lebih akurat dan bersifat ilmiah, pihak kepolisian juga mengirimkan sampel makanan ke Dinas Kesehatan serta Laboratorium Forensik (Labfor) Polri.
Setelah dipastikan aman, pedagang bernama Suderajat dipulangkan ke rumahnya.
Kepolisian juga memberikan penggantian uang atas barang dagangan yang sempat diamankan.
Meski begitu akibat tudingan dagangannya dicurigai, pembeli menjauh, dan rezeki yang biasa ia bawa pulang untuk keluarga seketika terhenti.
Editor : Feri
- Penulis: Feri Taufiandi




Saat ini belum ada komentar