Kado Natal di Kota Kasih: Saat Rumah Baru Menjadi Tanda Harapan dari Wali Kota Kupang
- account_circle Mario
- calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Pemerintah Kota Kupang kembali menegaskan kehadirannya di tengah warganya. Bukan sekadar program, melainkan langkah nyata yang menyentuh kehidupan keluarga-keluarga kecil yang selama ini hidup dalam keterbatasan.
Sabtu sore itu, pukul 15.40 WITA, suasana di RT 010/RW 003 Kelurahan Fatufeto, Kecamatan Alak, terasa berbeda. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, tiba di lokasi dan disambut hangat warga setempat. Dengan penuh penghormatan, ia dipakaikan selendang adat sebelum bersama Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) dan Kepala Dinas PUPR Kota Kupang melangkah menuju sebuah rumah sederhana yang kini telah berubah wajah.
Di rumah milik Frans J. Mesak itulah, seremoni penyerahan Bantuan Rumah Layak Huni Tahun 2025 digelar. Rumah tersebut menjadi simbol dari total 30 unit rumah yang dibangun Pemerintah Kota Kupang tahun ini, 28 unit untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan dua unit khusus bagi korban bencana alam, masing-masing berlokasi di Kelurahan Oebufu dan Sikumana.
Plt. Kepala Dinas PRKP Kota Kupang, Matheus B. L. Radjah, menjelaskan bahwa seluruh rumah dibangun dengan standar yang sama.
“Total anggaran pembangunan rumah layak huni tahun 2025 mencapai sekitar Rp2,4 miliar, dengan nilai per unit kurang lebih Rp80 juta. Luas bangunan 36 meter persegi, sesuai dengan Permen PUPR Nomor 13 Tahun 2023 tentang kebutuhan ruang minimum bagi keluarga sejahtera,” ujarnya.
Sebaran pembangunan rumah tersebut menjangkau berbagai wilayah di Kota Kupang, mulai dari Airmata, Oeba, Oetete, Maulafa, Oebufu, Fatufeto, Penfui, Penkase Oeleta, Manutapen, NBD, Airnona, Batuplat, Bakunase II, Nunleu, Liliba, Lasiana, Oesapa, Fatukoa, Manulai II hingga Bakunase. Program ini menjadi bukti pemerataan perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar warganya.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menegaskan bahwa penyerahan rumah ini bukan sekadar seremoni.
“Hari ini bukan hanya soal menyerahkan kunci. Ini tentang kehadiran pemerintah di tengah masyarakat,” kata Christian Widodo.
Ia mengisahkan realitas yang selama ini dialami banyak penerima manfaat, atap bocor, dinding berlapuk, lantai tanah yang berlumpur saat hujan, hingga air banjir yang masuk ke rumah.
“Perjuangan hidup itu tidak mudah. Tapi hari ini, doa itu tidak hanya tinggal di langit. Hari ini, harapan itu hadir menjadi nyata,” ujarnya dengan suara bergetar.
Menurut Wali Kota, rumah bukan hanya bangunan fisik. “Rumah adalah tempat kita kembali setelah lelah bekerja, tempat kita saling menguatkan, berbagi kasih, dan berjuang bersama. Rumah ini adalah simbol semangat keluarga, simbol harapan. Tanpa harapan, sesungguhnya kita sudah mati,” tegasnya.
Ia pun menitip pesan agar rumah-rumah tersebut dijaga dan dirawat dengan penuh cinta.
“Rawatlah rumah ini, jadikan tempat bertumbuhnya iman, pengharapan, dan masa depan anak-anak. Semoga rumah ini menjadi saksi bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya, dan Pemerintah Kota Kupang sungguh hadir berjalan bersama masyarakatnya,” tuturnya seraya mengajak seluruh warga terus membangun Kupang sebagai Kota Kasih.
Bagi salah satu penerima rumah bahwa bantuan ini terasa seperti mukjizat Natal.
“Dulu kalau hujan, kami tidak bisa tidur karena air masuk ke dalam rumah. Sekarang kami punya rumah yang layak. Terima kasih Bapak Wali Kota dan Pemerintah Kota Kupang. Ini adalah kado Natal terindah bagi keluarga kami,” ungkapnya haru.
Sementara itu, Matheus B. L. Radjah menambahkan bahwa program rumah layak huni akan terus menjadi perhatian pemerintah.
“Kami tidak hanya membangun rumah, tetapi juga menjaga martabat dan harapan warga. Inilah wujud nyata kehadiran pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” katanya.
Dalam momen hari raya Natal ini, rumah-rumah baru itu berdiri sebagai lebih dari sekadar bangunan. Ia menjadi tanda kasih, bukti kepedulian, dan pengingat bahwa di Kota Kupang, harapan terus dijaga, satu rumah, satu keluarga, satu masa depan.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar