Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Inflasi Pacitan 1,05 Persen, Cabai Rawit Jadi Penyumbang Terbesar

Inflasi Pacitan 1,05 Persen, Cabai Rawit Jadi Penyumbang Terbesar

  • account_circle Yuniardi Sutondo
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Pacitan,Jarrakpos-Pergerakan harga sejumlah komoditas pangan di Kabupaten Pacitan kembali menunjukkan kenaikan pada awal September 2026.

Berdasarkan Indeks Perkembangan Harga (IPH), Pacitan mencatat inflasi sebesar 1,05 persen pada minggu pertama September 2026, dengan cabai rawit menjadi komoditas yang memberikan andil paling besar.

Kenaikan harga tersebut terutama dipengaruhi oleh cabai rawit, disusul daging ayam ras dan telur ayam ras. Ketiganya menjadi komoditas utama yang mendorong pergerakan harga di tingkat konsumen pada pekan pertama September.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Pacitan, Ayub Setyo Budi, mengatakan perkembangan harga pangan tersebut terus menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama komoditas yang memiliki pengaruh cukup besar terhadap daya beli masyarakat.

“Perkembangan harga terus kami pantau, terutama komoditas pangan yang memberikan andil besar terhadap inflasi. Cabai rawit menjadi salah satu komoditas yang paling dominan pada minggu pertama September,” ujar Ayub, Senin (7/9).

Berdasarkan data BPS yang diolah, IPH Pacitan pada minggu pertama September sebesar 1,05 persen. Angka tersebut menempatkan Pacitan di peringkat ke-20 di Jawa Timur, sementara secara nasional berada di urutan ke-194. Di wilayah Pulau Jawa, Pacitan berada pada peringkat ke-51.

Secara bulanan, IPH Pacitan pada Agustus 2026 tercatat sebesar 2,13 persen. Sementara secara tahunan atau year on year (yoy), IPH Agustus berada di angka 3,13 persen, sedangkan secara tahun kalender atau year to date (ytd) tercatat -3,71 persen.

Pergerakan harga sepanjang 2026 juga memperlihatkan pola yang cukup dinamis.

Pada Januari, IPH tercatat -5,21 persen, kemudian meningkat menjadi 4,73 persen pada Februari dan 1,28 persen pada Maret. April kembali mengalami deflasi sebesar -2,87 persen, sebelum bergerak naik 1,03 persen pada Mei dan turun menjadi -1,09 persen pada Juni.

Pada Juli, IPH berada di angka -3,71 persen, kemudian berbalik naik cukup signifikan pada Agustus menjadi 2,13 persen. Memasuki minggu pertama September, pergerakan tersebut kembali mencatat kenaikan sebesar 1,05 persen.

Harga Sejumlah Komoditas Mulai Bergerak Naik

Kenaikan pada awal September tidak terjadi pada seluruh komoditas. Berdasarkan pemantauan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Dinas Perdagangan, Ketenagakerjaan dan Koperasi Kabupaten Pacitan, sejumlah komoditas mengalami kenaikan dibandingkan rata-rata harga Agustus 2026.

Komoditas tersebut antara lain beras medium, daging ayam ras, telur ayam ras, cabai rawit, bawang merah dan bawang putih.

Sementara itu, sejumlah komoditas tercatat relatif stabil, yakni minyak goreng, Minyakita, gula pasir, pisang dan jeruk.

Di sisi lain, harga daging sapi dan cabai merah justru mengalami penurunan dibandingkan rata-rata harga pada Agustus.

“Pergerakan harga memang tidak seragam. Ada komoditas yang naik, ada yang relatif stabil, dan ada pula yang turun. Karena itu pemantauan dilakukan secara berkala agar pemerintah memiliki gambaran kondisi pasar secara lebih cepat,” kata Ayub.

Pacitan Masih di Bawah Sejumlah Daerah dengan Kenaikan Tertinggi
Jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Jawa Timur, posisi Pacitan masih berada di bawah sejumlah daerah yang mengalami kenaikan IPH lebih tinggi.

Kabupaten Pamekasan mencatat IPH tertinggi di Jawa Timur pada minggu pertama September dengan 3,10 persen, disusul Kabupaten Tuban sebesar 2,69 persen dan Kabupaten Madiun 2,52 persen.

Sementara itu, Pacitan berada di posisi ke-20 dengan IPH sebesar 1,05 persen.

Cabai rawit menjadi komoditas dominan di sebagian besar daerah dengan IPH tinggi di Jawa Timur. Di Pamekasan, misalnya, komoditas dengan andil terbesar adalah daging sapi, cabai rawit dan beras. Sedangkan di Tuban, Madiun, Nganjuk hingga Ponorogo, cabai rawit menjadi salah satu pendorong utama kenaikan IPH.

Secara nasional, kenaikan harga bahkan jauh lebih tinggi terjadi di sejumlah daerah. Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, mencatat IPH tertinggi sebesar 14,97 persen, diikuti Kabupaten Kepulauan Sangihe 14,34 persen dan Kota Bitung 13,34 persen.

Sebaliknya, Kabupaten Biak Numfor, Papua, mencatat IPH terendah sebesar -2,30 persen.

Pemerintah Pantau Pasokan dan Harga
Ayub menegaskan pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan harga dan pasokan komoditas pangan di pasar. Langkah tersebut penting untuk menjaga agar kenaikan harga tidak berkembang menjadi tekanan inflasi yang lebih luas.

Menurutnya, komoditas hortikultura seperti cabai memiliki karakteristik harga yang relatif mudah berfluktuasi sehingga membutuhkan perhatian khusus, terutama ketika terjadi perubahan pasokan di pasar.

“Yang terpenting adalah menjaga ketersediaan pasokan dan memantau perkembangan harga. Dengan begitu, ketika ada komoditas yang mulai mengalami kenaikan cukup tinggi, pemerintah bisa segera melihat faktor penyebabnya dan menentukan langkah yang diperlukan,” jelasnya.

Didasarkan pada IPH minggu pertama September sebesar 1,05 persen, perkembangan harga pangan Pacitan menunjukkan adanya tekanan baru setelah pada Juli sempat mencatat deflasi cukup dalam.

Pemerintah daerah pun terus mencermati pergerakan harga pada pekan-pekan berikutnya, terutama cabai rawit, daging ayam ras dan telur ayam ras yang menjadi tiga komoditas utama penyumbang inflasi pada awal September 2026.(Red/yun).

  • Penulis: Yuniardi Sutondo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • RUPS Bank NTT Berlangsung Hingga Malam, Lahirkan Sejumlah Langkah Strategis untuk Perkuat Ekonomi Daerah

    RUPS Bank NTT Berlangsung Hingga Malam, Lahirkan Sejumlah Langkah Strategis untuk Perkuat Ekonomi Daerah

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 153
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Suasana serius namun penuh semangat mewarnai pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan RUPS Luar Biasa Bank NTT yang digelar di Aula Fernandez, Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, Minggu, 24 Mei 2026. Rapat yang dipimpin Gubernur NTT Melkiades Laka Lena selaku pemegang saham mayoritas itu berlangsung cukup panjang, dimulai sejak pukul 13.00 […]

  • Sudah 21 Tahun Tak Bertemu: Bupati Temanggung Bantu Ibu dan Anaknya Bertemu di Malaysia

    Sudah 21 Tahun Tak Bertemu: Bupati Temanggung Bantu Ibu dan Anaknya Bertemu di Malaysia

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 277
    • 0Komentar

    TEMANGGUNG,JARRAKPOS.COM – Keluarga Seni (47), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Dusun Letih, Desa Mergowati, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung yang diduga menjadi korban penyiksaan oleh majikannya sendiri di Malaysia selama 21 tahun terakhir, akhirnya segera dapat berjumpa secara langsung. Berbekal paspor yang telah mereka kantongi atas fasilitasi dari Pemerintah Kabupaten Temanggung, Ricky Alvian, yang tak […]

  • Perkuat Ketahanan Pangan dan Kedekatan dengan Masyarakat Polri Bersama Kelompok TaamTanam Jagung Hibrida Di Koto Tinggi 

    Perkuat Ketahanan Pangan dan Kedekatan dengan Masyarakat Polri Bersama Kelompok TaamTanam Jagung Hibrida Di Koto Tinggi 

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Diana Ningsih
    • visibility 100
    • 0Komentar

          ROKAN HULU, RIAU,JARRAKPOS.com  – Upaya mendukung program ketahanan pangan nasional terus digencarkan jajaran kepolisian di daerah. Kali ini, jajaran Polsek Rambah bersama Pemerintah Desa Koto Tinggi dan kelompok tani melaksanakan kegiatan penanaman jagung pipil jenis hibrida di lahan masyarakat Desa Koto Tinggi, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu, Riau.13/06/26 Kegiatan yang dimulai pukul […]

  • Warga Longkib Minta APH Usut Pengelolaan Dana dan Aset Desa Tahun 2023 – 2024

    Warga Longkib Minta APH Usut Pengelolaan Dana dan Aset Desa Tahun 2023 – 2024

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Rahmad Ariadi
    • visibility 60
    • 0Komentar

    SUBULUSSALAM, JARRAKPOS — Pengelolaan Dana Desa Longkib, Kecamatan Longkib, Kota Subulussalam, Aceh, pada 2023–2024 dipertanyakan sejumlah warga. Mereka meminta Inspektorat dan aparat penegak hukum (APH) memeriksa secara terbuka penggunaan anggaran serta status sejumlah aset desa yang dinilai belum jelas. Pernyataan tersebut disampaikan Ahmad Dahlan bersama sejumlah warga Longkib. Mereka menyoroti sedikitnya lima persoalan, mulai dari […]

  • Gresik Phonska Sapu Bersih Dua Laga kandang setelah kalahkan Falcons

    Gresik Phonska Sapu Bersih Dua Laga kandang setelah kalahkan Falcons

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Syawal
    • visibility 178
    • 0Komentar

    GRESIK – Tuan rumah Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia memenuhi target sapu bersih dua laga di kandang dengan mengalahkan Medan Falcons 3-0 (25-17, 25-22, 25-16) pada laga penutup pekan pertama putaran kedua Proliga 2026 di GOR Tri Dharma Gresik, Minggu (1/2/2026) malam. Pada laga sebelumnya Kamis (29/1), Mediol Stiovany Yoku dkk menundukkan Jakarta Livin’ Mandiri […]

  • Pengunjung Candi Borobudur Menurun

    Pengunjung Candi Borobudur Menurun

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 150
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Tingkat kunjungan wisata Magelang Lebaran 2026 tercatat anjlok di peringkat kesembilan se-Jawa Tengah. Fenomena kemerosotan wisatawan ini langsung memicu sorotan tajam dari publik di berbagai platform media sosial. Selasa,(21/4/2026) Berdasarkan rilis resmi Disbudparekraf Jawa Tengah, Magelang hanya mampu menjaring 216.803 pelancong selama libur Idulfitri. Angka ini tertinggal telak dari Kabupaten Kebumen yang secara […]

expand_less