RUPS Bank NTT Berlangsung Hingga Malam, Lahirkan Sejumlah Langkah Strategis untuk Perkuat Ekonomi Daerah
- account_circle Mario
- calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Suasana serius namun penuh semangat mewarnai pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan RUPS Luar Biasa Bank NTT yang digelar di Aula Fernandez, Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, Minggu, 24 Mei 2026.
Rapat yang dipimpin Gubernur NTT Melkiades Laka Lena selaku pemegang saham mayoritas itu berlangsung cukup panjang, dimulai sejak pukul 13.00 hingga sekitar 20.30 WITA.
Seluruh kepala daerah se-NTT tampak hadir mengikuti pembahasan yang membicarakan arah masa depan Bank NTT.
Usai rapat, Gubernur Melki menyampaikan bahwa forum tersebut menghasilkan berbagai keputusan penting yang diarahkan untuk memperkuat transformasi, tata kelola, serta pelayanan Bank NTT kepada masyarakat.
Menurutnya, pembahasan berlangsung dinamis dan mendalam karena seluruh pemegang saham mengevaluasi berbagai aspek strategis, mulai dari kekuatan aset, pengembangan bisnis, hingga langkah ekspansi dan pelayanan ke depan.
“Diskusinya berjalan sangat baik. Semua kepala daerah jadi semakin memahami kondisi dan potensi Bank NTT, termasuk strategi pengembangannya,” ujar Melki.
Dalam RUPS Tahunan, para pemegang saham menerima laporan pertanggungjawaban direksi dan komisaris. Pembagian dividen pun disepakati tetap dipertahankan seperti tahun sebelumnya.
Tidak hanya itu, Bank NTT juga ditegaskan untuk semakin aktif mendukung program prioritas pemerintah daerah. Direksi dan komisaris diminta mengambil bagian dalam mendorong minimal satu program strategis di setiap kabupaten dan kota di NTT.
Komitmen tersebut dinilai penting agar kehadiran Bank NTT tidak sekadar sebagai lembaga keuangan, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi daerah.
Sementara dalam RUPS Luar Biasa, pemegang saham menyepakati penyesuaian struktur organisasi sesuai rekomendasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Jumlah direksi yang sebelumnya direncanakan tujuh orang dikembalikan menjadi lima orang, sedangkan posisi komisaris ditetapkan sebanyak tiga orang.
Rapat juga menetapkan Revi Adiana Silawati sebagai Direktur Kepatuhan Bank NTT setelah dinyatakan lolos uji kelayakan OJK. Revi diketahui memiliki pengalaman panjang di dunia perbankan dan sebelumnya berkarier di Bank Jatim selama kurang lebih 30 tahun.
Selain itu, nama Rita Wuisan turut diusulkan sebagai calon Komisaris Independen guna melengkapi struktur kepengurusan Bank NTT.
Dukungan para pemegang saham terhadap penguatan modal Bank NTT juga terlihat dalam rapat tersebut. Pemerintah Provinsi NTT menambah penyertaan modal sebesar Rp30 miliar, disusul Kabupaten Malaka Rp5 miliar dan Kabupaten Alor Rp3 miliar.
Menariknya, penyertaan modal tidak hanya dibuka dalam bentuk dana tunai, tetapi juga memungkinkan melalui aset seperti tanah guna mendukung pengembangan bisnis dan infrastruktur Bank NTT di masa mendatang.
Seluruh pemegang saham optimistis keputusan-keputusan yang dihasilkan dalam RUPS kali ini akan memperkuat daya saing Bank NTT sekaligus memperbesar kontribusinya terhadap pembangunan daerah.
“Semua kepala daerah punya komitmen yang sama untuk membesarkan Bank NTT agar semakin bermanfaat bagi masyarakat,” kata Melki.
Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga diajak memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank NTT yang kini mencapai Rp350 miliar. Dari total tersebut, Rp50 miliar disiapkan khusus untuk pekerja migran asal NTT.
Pemerintah berharap fasilitas pembiayaan tersebut dapat membantu pelaku usaha produktif yang selama ini masih kesulitan mengakses layanan perbankan, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di berbagai sektor.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar