Gubernur NTT Lantik 104 Kepala Sekolah, Tekankan Kepemimpinan Berbasis Kinerja dan Integritas
- account_circle Mario
- calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur kembali melakukan penyegaran di sektor pendidikan dengan melantik 104 kepala SMA, SMK, dan SLB. Pelantikan yang berlangsung di Aula El Tari, Kantor Gubernur NTT, Rabu (25/3/2026), menjadi momentum penting untuk mendorong perubahan nyata dalam dunia pendidikan di daerah ini.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan amanah besar bagi para kepala sekolah sebagai ujung tombak pembentukan kualitas generasi muda.
“Ini bukan hanya seremoni. Para kepala sekolah adalah pemimpin di garis depan yang setiap hari membentuk karakter dan masa depan anak-anak NTT,” tegasnya.
Menurut Melki, keberhasilan berbagai program pendidikan tidak akan berarti tanpa kepemimpinan yang kuat di tingkat sekolah.
Ia menekankan bahwa kepala sekolah harus bertransformasi dari sekadar pengelola administrasi menjadi pemimpin pembelajaran yang mampu memastikan proses belajar mengajar berjalan efektif dan berkualitas.
Lebih jauh, ia mendorong para kepala sekolah untuk menjadi agen perubahan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus mampu membangun budaya kerja profesional di lingkungan pendidikan.
Gubernur juga mengakui bahwa dunia pendidikan di NTT masih menghadapi sejumlah tantangan serius, mulai dari ketimpangan mutu antarwilayah, keterbatasan akses, hingga rendahnya capaian literasi dan numerasi.
Di sisi lain, perubahan dunia kerja menuntut sekolah mencetak lulusan yang siap bersaing dan memiliki keterampilan relevan.
Karena itu, ia menekankan pentingnya kepemimpinan berbasis kinerja. Ukuran keberhasilan kepala sekolah, kata dia, harus terlihat dari peningkatan kualitas pembelajaran, prestasi siswa, menurunnya angka putus sekolah, serta meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah.
Sebagai langkah konkret, seluruh kepala sekolah yang dilantik diminta menandatangani pakta integritas dan perjanjian kinerja. Evaluasi akan dilakukan secara berkala, dan mereka yang tidak menunjukkan hasil optimal dalam kurun waktu dua tahun akan dievaluasi kembali.
Dalam arah kebijakan, Pemprov NTT juga terus mendorong inovasi melalui program One School One Product (OSOP). Program ini diharapkan mampu menjadikan sekolah sebagai pusat kreativitas berbasis potensi lokal, sekaligus memberi nilai ekonomi bagi siswa.
Khusus untuk SMK, penguatan konsep teaching factory dan kemitraan dengan dunia usaha dan industri menjadi prioritas agar lulusan benar-benar siap kerja.
Selain itu, pemerintah juga membuka akses lebih luas bagi lulusan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, sekolah kedinasan, hingga institusi TNI dan Polri melalui program pembinaan yang terstruktur.
Di akhir arahannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa integritas adalah fondasi utama dalam kepemimpinan pendidikan. Ia mengingatkan agar pengelolaan anggaran dilakukan secara transparan dan bertanggung jawab.
“Jabatan ini adalah amanah publik. Tidak boleh ada penyalahgunaan kewenangan yang merugikan siswa maupun masyarakat,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh pihak; sekolah, guru, orang tua, pemerintah, hingga dunia usaha untuk berkolaborasi dalam memajukan pendidikan di NTT.
“Mulai hari ini, tanggung jawab besar ada di pundak saudara-saudara. Buktikan kepemimpinan melalui kerja nyata, jadilah teladan bagi siswa dan harapan bagi masyarakat,” pungkasnya.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur NTT Johanis Asadoma, Plh Sekda Flouri Rita Wuisan, jajaran Forkopimda, anggota DPRD NTT, pimpinan perangkat daerah, serta insan pers.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar