Nyadran di Lereng Gunung Sumbing
- account_circle Feri Taufiandi
- calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Udara sejuk lereng Gunung Sumbing menyelimuti makam Kiai Tlilir, Jumat (30/1/2026).
Di sana, ribuan warga Desa Tlilir, Kecamatan Tlogomulyo berkumpul, bukan sekadar menjalankan tradisi, tetapi merajut doa dan harapan dalam ritual tahunan Nyadran Srobong Gobang.
Bagi masyarakat desa, nyadran bukan hanya acara adat. Ia adalah ruang kebersamaan, tempat setiap langkah kaki menuju makam menjadi simbol persaudaraan yang tak lekang oleh waktu.
“Nyadran ini momentum membersihkan diri, lahir dan batin. Kami percaya, doa bersama akan menguatkan kami menghadapi kehidupan sehari-hari,” tutur Kepala Desa Tlilir, Faturokhman, dengan mata berbinar.

Dok.jarrakpos/fri
Sejak pagi, warga berbondong-bondong berkumpul di kantor desa. Mereka berjalan bersama mengelilingi dusun, lalu menuju makam. Anak-anak berlarian riang, sementara orang tua melangkah penuh khidmat.
Di sepanjang jalan, senyum dan sapa hangat menjadi pengingat, bahwa kebersamaan masih terjaga kuat, meski zaman terus berubah.
Editor: Feri
- Penulis: Feri Taufiandi




Saat ini belum ada komentar