Bungkus Ayam Kinantan, Garudayaksa Putus Tren Negatif
- account_circle Syawal
- calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Medan- – Garudayaksa FC berhasil menunjukkan mentalitas juara setelah mengunci kemenangan dramatis 2-1 atas PSMS Medan dalam lanjutan pekan ke-17 Liga 2 Pegadaian di Stadion Pakansari, Minggu (25/1/2026).
Hasil ini menjadi raihan krusial bagi tim tuan rumah untuk mengamankan posisi atas klasemen Grup A sekaligus memutus tren negatif tanpa kemenangan di laga-laga sebelumnya.
Namun demikian, jalannya pertandingan berlangsung sangat alot sejak menit pertama hingga babak pertama berakhir dengan skor kacamata 0-0.
Tensi tinggi menyelimuti lapangan yang ditandai dengan keluarnya tiga kartu kuning pada paruh pertama untuk Saddam Hi Tenang, Mohammad Bagus Nirwanto, dan Obet Choiri.
Sejalan dengan itu, PSMS Medan sempat mengejutkan publik Bogor melalui gol pembuka yang dicetak oleh Felipe Cadenazzi pada menit ke-70.
Gol tersebut berawal dari asis matang Dani Saputra yang berhasil merobek pertahanan Garudayaksa dan memaksa tuan rumah tertinggal lebih dulu di tengah dominasi mereka.
Akan tetapi, Garudayaksa tidak tinggal diam dan langsung merespons dengan meningkatkan intensitas serangan secara signifikan guna menyamakan kedudukan.
Everton akhirnya mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-79, yang sekaligus membangkitkan harapan bagi skuat asuhan Khamid Mulyono untuk memburu poin penuh.
Puncak Ketegangan dan Valuasi Statistik
Puncaknya adalah ketika Taufiq Hidayat muncul sebagai pahlawan kemenangan lewat gol telatnya pada masa injury time menit ke-90+5.
Keberhasilan ini mengamankan valuasi tiga poin bagi Garudayaksa dalam pertarungan yang diwarnai total tujuh kartu kuning serta satu pergantian pemain kunci di akhir laga.
Terlepas dari itu, statistik menunjukkan dominasi penguasaan bola Garudayaksa yang menyentuh angka 54 persen sepanjang pertandingan berlangsung.
Meskipun PSMS Medan mencatatkan efektivitas serangan yang cukup mengancam, ketahanan mental tuan rumah terbukti menjadi faktor penentu dalam menjaga kredibilitas mereka di papan atas liga.
- Penulis: Syawal




Saat ini belum ada komentar