Di Forum Kunci Bersama Summit 2026, Bupati Imron Tawarkan Potensi Investasi Strategis Cirebon
- account_circle Hadi Supangat
- calendar_month 3 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Oplus_131072
JAKARTA, JARRAKPOS.COM – Pemerintah Kabupaten Cirebon menunjukkan keseriusannya dalam menarik minat investor melalui kehadiran Bupati Cirebon, Imron, dalam acara Kunci Bersama Summit 2026. Dalam forum yang digelar di Hotel Merlynn Park, Jakarta, pada Senin (27/7/2026) itu, Imron mempresentasikan berbagai peluang investasi unggulan yang dimiliki daerahnya, khususnya dalam konteks pengembangan kawasan perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Mengusung tema “Sinergi Lintas Batas: Membangun Ekosistem Investasi, Kolaborasi, Membangun Kawasan Perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah”, summit ini menjadi wadah pertemuan kepala daerah dari 10 kabupaten/kota yang tergabung dalam inisiatif Kunci Bersama. Tujuannya adalah memperkuat sinergi pembangunan lintas wilayah untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan merata.
Bupati Imron menegaskan bahwa kolaborasi antardaerah bukan sekadar wacana, melainkan langkah strategis untuk membuka keran investasi yang lebih lebar. Ia menyoroti bahwa Kabupaten Cirebon memiliki daya tarik tersendiri bagi para pelaku usaha.
“Kami berkomitmen bersama para bupati dan wali kota di kawasan perbatasan untuk mengembangkan daerah agar semakin maju. Khusus untuk Kabupaten Cirebon, kami mengundang para investor untuk datang dan melihat langsung potensi yang kami miliki. Kami siap menjadi destinasi investasi baru yang menjanjikan di Jawa Barat,” ujar Imron.
Imron memaparkan bahwa kekuatan utama Cirebon terletak pada besarnya pangsa pasar dan ketersediaan sumber daya. Dengan wilayah administratif yang mencakup 40 kecamatan, 412 desa, dan 12 kelurahan, serta ditopang oleh populasi sekitar 2,5 juta jiwa, Cirebon menawarkan basis konsumen yang besar bagi berbagai sektor usaha, mulai dari industri pengolahan, pariwisata, hingga perdagangan jasa.
Untuk mendukung hal tersebut, Pemkab Cirebon menjamin kemudahan birokrasi dan fasilitas bagi investor. “Kami akan selalu mendukung dan memfasilitasi kebutuhan para investor. Kami ingin menciptakan iklim usaha yang kondusif sehingga pelaku usaha merasa nyaman berinvestasi di sini,” tambah Imron.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang hadir sebagai pembicara kunci, menilai posisi strategis kawasan Kunci Bersama sebagai aset nasional yang belum tergarap maksimal. AHY menyebut kombinasi delapan daerah di Jawa Barat dan dua daerah di Jawa Tengah ini menyimpan potensi raksasa di sektor ekonomi, industri, dan pariwisata.
Meski optimis, AHY juga memberikan catatan penting terkait tantangan infrastruktur. “Kita sepakat bahwa potensi kawasan ini sangat baik. Namun, kita harus jujur mengakui masih adanya keterbatasan aksesibilitas, konektivitas antarwilayah, dan penyediaan infrastruktur dasar. Ini adalah pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama melalui sinergi pusat dan daerah,” tegas AHY.
Melalui forum ini, diharapkan lahir komitmen konkret untuk memperbaiki konektivitas fisik maupun digital di kawasan perbatasan, sehingga Kabupaten Cirebon dan daerah sekitarnya dapat bertransformasi menjadi simpul pertumbuhan ekonomi baru yang kompetitif di tingkat nasional.
- Penulis: Hadi Supangat




Saat ini belum ada komentar