Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » BATAM » Cak Ta’in Nilai Kebijakan Pemko Batam Perobohan Semua Reklame itu Ngawur, ‘Bertindak Tanpa Kajian’

Cak Ta’in Nilai Kebijakan Pemko Batam Perobohan Semua Reklame itu Ngawur, ‘Bertindak Tanpa Kajian’

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Batam, jarrakpos.com | Ketua Kelompok Diskusi Anti 86 (Kodat86) Cak Ta’in Komari menilai kebijakan merobohkan semua bangunan reklame di Kota Batam yang dilakukan Walikota Batam Amsakar Ahmad dan Li Claudia Chandra itu sebagai tindakan ngawur. Seluruh bangunan reklame di wilayah Batam Kota lebih dari 1.000 titik telah ditumbangkan tim Pemko dan BP Batam. Sasaran perobohan selanjutnya ke wilayah Lubuk Baja. Dua wilayah yang paling produktif untuk bisnis reklame selama ini.

Amsakar-Claudia sendiri sudah mempresentasikan kebijakan tersebut pada hearing dengan Komisi 6 DPR RI pekan lalu. Dikatakan Amsakar bahwa penertiban dan penataan reklame dengan melakukan perubahan menjadi videotron diperkirakan akan meningkatkan pendapatan daerah dari hanya Rp. 20 miliar menjadi Rp. 100 miliar setahun. Amsakar juga menegaskan telah menumbangkan semua reklame baik ilegal maupun berijin namun tidak sesuai kebijakannya. Meski faktanya ada beberapa bangunan reklame masih berdiri seperti punya BI sisi kanan pintu masuk ke kantor PLN Batam, banguna reklame BTN Batam Center dan bangunan reklame milik Pertamina.

“Ada beberapa pernyataan Amsakar-Claudia terkait penertiban dan penataan reklame itu yang perlu dikoreksi dan ditanggapi. Pertama soal ditumbangkan semua bangunan reklame ilegal maupun berijin tapi tidak sesuai. Bagaimana ada titik reklame berijin tapi tidak sesuai? Faktanya semua bangunan reklame ditumbangkan. Begitu juga rencana perubahan dari reklame billboard ke videotron bakal menaikkan pendapatan dari Rp. 20 miliar menjadi Rp. 100 miliar. Berdasarkan apa hitungan tersebut, apa sudah ada kajiannya dan masterplan penataannya?” kata Cak Ta’in kepada media Rabu (16/7).

Menurut Cak Ta’in, pernyataan Amsakar depan Komisi 6 DPR itu asal bunyi dan ngawur. Pihaknya siap berdebat dengan Pemko Batam kalau soal reklame itu. “Seharusnya sebagai pemimpin setiap pernyataannya dilandasi pemikiran akademis dan didahului sebuah kajian, sehingga tidak berkesan ngawur dan asbun,” ujarnya.

Menghilangkan reklame billboard lalu mengganti dengan videotron itu referensinya kota mana di Indonesia, bahkan kota besar seperti Surabaya, Jakarta, Bandung dan lainnya tetap berdiri reklame billboard dan hanya beberapa titik reklame videotron yang secara pencahayaan juga bisa mengganggu pengguna jalan. Makanya penting sebelum bertindak melakukan kajian secara komprehensif sehingga kebijakan yang diambil tidak salah langkah apalagi salah kaprah.

“Kalau soal rendahnya pendapatan daerah dari sektor reklame, kenapa tidak tidak pelajari lebih detail terlebih dahulu. Apa dan dii mana masalah nya? Kalau perlu dilakukan survey soal potensi pendapatan daerah tersebut, dan hasilnya dipublikasikan secara terbuka. Tidak seperti selama ini, hasil survei dan kajian soal pendapatan daerah yang selalu disembunyikan,” terangnya.

Cak Ta’in menegaskan pihaknya akan terus menginventarisir data dan informasi soal pendapatan reklame yang realistis. Apakah informasi dan data yang disampaikan Dispenda Batam itu sesuai fakta atau ada rekayasa. “Semua potensi pendapatan daerah itu hampir semua termanipulasi angkanya, baik itu dari reklame, parkir, sampai pajak hotel dan restoran.

“Pemko Batam itu sejak dulu sudah diminta untuk buat sistem pajak dan retribusi secara online, tapi tidak dijalankan hingga saat ini. Mengapa? Ya sebab kalau online, peluang untuk manipulasi kecil. Harusnya kan pendapatan daerah bisa dimaksimalkan,” jelasnya.

Untuk itu, Cak Ta’in menyerukan agar Amsakar-Claudia menghentikan tindakan perobohan reklame billboard yang sudah mengarah ke wilayah Lubuk Baja, dengan melakukan kajian komprehensif terlebih dahulu, termasuk menyusun masterplan penataannya. “Jangan asal terkesan tegas tapi tidak jelas landasannya. Para pengusaha advertising bukan tidak berani melawan, tapi tidak mau. Mereka masih menahan diri semua, termasuk menyimpan data-data pembayaran pajak reklame dan nilai kerugian real yang mereka alami akibat perobahan oleh tim pemko tersebut. Ini soal waktu pasti akhirnya akan buka-bukaan kalau Pemko tetap ngotot merobohkan semua reklame billboard se-Kota Batam.” pungkasnya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Desak KPK Ambil Alih Kasus Korupsi Emas, Mahasiswa Soroti Dugaan Keterlibatan PT UBS dan PT IGS

    Desak KPK Ambil Alih Kasus Korupsi Emas, Mahasiswa Soroti Dugaan Keterlibatan PT UBS dan PT IGS

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 652
    • 0Komentar

    JAKARTA, JARRAKPOS.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Tolak Korupsi (AMOK) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (30/7/2025). Mereka mendesak KPK mengambil alih penanganan kasus dugaan korupsi ekspor-impor emas yang melibatkan dua perusahaan besar, yakni PT Untung Bersama Sejahtera (UBS) dan PT Indah Golden Signature (IGS). […]

  • Iswahyudi Dapat Mandat Besar, Siap Bawa Bank Bengkulu Melaju Pesat

    Iswahyudi Dapat Mandat Besar, Siap Bawa Bank Bengkulu Melaju Pesat

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle Sepriyanita
    • visibility 85
    • 0Komentar

    BENGKULU, jarrakpos.com – Iswahyudi resmi dipercaya memimpin PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu sebagai Direktur Utama. Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang berlangsung di Graha Bank Bengkulu, Selasa (22/6/2026). Kepercayaan yang diberikan kepada Iswahyudi menjadi bukti kuat bahwa para pemegang saham menilai dirinya sebagai sosok yang tepat untuk menahkodai Bank Bengkulu menghadapi […]

  • Musim Hujan Tiba, Juru Parkir di Komplek Pandapa Siap Hadapi “November Rain”

    Musim Hujan Tiba, Juru Parkir di Komplek Pandapa Siap Hadapi “November Rain”

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Ghana
    • visibility 353
    • 0Komentar

    KUNINGAN, Jarrakpos.com – Bulan November dipastikan memasuki musim penghujan, sesuai dengan judul lagu legendaris “November Rain” hujan kerap turun selepas waktu dzuhur. Salah seorang juru parkir yang bertugas dikomplek Pandapa Paramarta Kuningan selalu siap menghadapi datangnya musim hujan. “Ogi Syahputra (37), telah menekuni profesi juru parkir di kawasan Pandapa selama kurang lebih lima tahun. Pekerjaan ini […]

  • ASITA Bali Buka Jalan Paket Wisata Bali–Vietnam

    ASITA Bali Buka Jalan Paket Wisata Bali–Vietnam

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Putu Gede Sudiatmika
    • visibility 80
    • 0Komentar

    LAM DONG, jarrakpos.com – Di tengah ketatnya persaingan destinasi wisata dunia, Bali memilih mengambil langkah yang berbeda. Bukan berlomba merebut wisatawan sendirian, tetapi mengajak tetangga di Asia Tenggara untuk tumbuh bersama. Dari dataran tinggi Lâm Đồng yang berhawa sejuk hingga pesona Pulau Dewata yang mendunia, lahirlah sebuah gagasan besar: menghadirkan pengalaman perjalanan lintas negara yang […]

  • Dugaan Penimbunan BBM Bersubsidi di Seberang SPBU Simpang Kiri, Puluhan Jerigen Ditemukan

    Dugaan Penimbunan BBM Bersubsidi di Seberang SPBU Simpang Kiri, Puluhan Jerigen Ditemukan

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Rahmad Ariadi
    • visibility 175
    • 0Komentar

    SUBULUSSALAM, Jarrakpos.com — Dugaan penimbunan BBM bersubsidi ditemukan di seberang SPBU Simpang Kiri, Kota Subulussalam. Temuan ini merupakan hasil penelusuran langsung wartawan di lapangan, yang mendapati puluhan jerigen berisi bahan bakar tersusun di lokasi, bersama satu unit mobil pickup. (18/04) Saat berada di lokasi, wartawan juga mengamati adanya aktivitas pengisian dan pemindahan BBM ke dalam […]

  • Evaluasi Awal Kuota Kunjungan Komodo: Balai TN Komodo Akui Masih Tahap Penyesuaian

    Evaluasi Awal Kuota Kunjungan Komodo: Balai TN Komodo Akui Masih Tahap Penyesuaian

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 150
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Penerapan pembatasan kuota kunjungan wisatawan di Taman Nasional Komodo sejak 1 April 2026 masih berada pada fase awal penyesuaian. Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) memastikan evaluasi terus dilakukan untuk menyempurnakan kebijakan tersebut. Kepala Balai TN Komodo, Hendrikus Rani Siga, menyampaikan bahwa sejak uji coba pengaturan kunjungan dimulai pada Februari 2026, pihaknya secara konsisten […]

expand_less