BP2SDM Wilayah VII Kupang Cetak Wirausahawan Kreatif Lewat Bimtek Budidaya Jamur Tiram, Dukung Ketahanan Pangan
- account_circle Mario
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Balai Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (P2SDM) Wilayah VII Kupang terus mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya peduli terhadap kelestarian hutan, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha berbasis hasil hutan non-kayu.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Budidaya Jamur Tiram yang digelar pada 27–28 Juli 2026 di Balai P2SDM Wilayah VII Kupang.
Kegiatan bertajuk “Peningkatan Kapasitas Wirausahawan Kreatif Kehutanan dan Generasi Pelestari Hutan Melalui Bimbingan Teknis Budidaya Jamur Tiram” ini menjadi salah satu langkah strategis Balai P2SDM Wilayah VII dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia kehutanan sekaligus mendukung program ketahanan pangan.
Melalui pelatihan tersebut, peserta tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga wawasan kewirausahaan agar mampu mengembangkan usaha yang produktif, bernilai ekonomi, dan berkelanjutan.
Kepala Balai P2SDM Wilayah VII Kupang, Dr. Muh. Arif Muhammadiyah, S.Hut., M.Sc, mengatakan pengembangan hasil hutan bukan kayu, seperti budidaya jamur tiram, memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa harus mengurangi fungsi dan kelestarian kawasan hutan.
Menurutnya, ketahanan pangan dan pelestarian hutan dapat berjalan beriringan apabila masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana.
“Kami ingin melahirkan wirausahawan kreatif kehutanan yang mampu memanfaatkan potensi hasil hutan bukan kayu secara berkelanjutan. Budidaya jamur tiram merupakan salah satu peluang usaha yang menjanjikan, mudah dikembangkan, dan dapat menjadi sumber pendapatan masyarakat sekaligus mendukung program ketahanan pangan,” ujar Arif.
Ia berharap ilmu yang diperoleh peserta selama pelatihan dapat diterapkan dan dikembangkan menjadi usaha produktif yang memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga maupun masyarakat sekitar.
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Gamal Arya Widagdo, S.Hut., M.Sc, menjelaskan bimtek diikuti 30 peserta yang berasal dari berbagai unsur, yakni Generasi Pelestari Hutan, siswa SMK Surya Permata Eban, staf Balai P2SDM Wilayah VII Kupang, Balai Besar KSDA NTT, Pos Gakkumhut NTT, serta Dharma Wanita Balai P2SDM Wilayah VII Kupang.
Menurut Gamal, keterlibatan berbagai kalangan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan kewirausahaan kehutanan membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas.
“Bimtek ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan teknis budidaya jamur tiram, tetapi juga membangun jiwa kewirausahaan di bidang kehutanan. Kami berharap peserta mampu mengembangkan usaha secara mandiri sehingga dapat mendukung ketahanan pangan, membuka peluang kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian hutan,” jelasnya.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh materi mulai dari teknik budidaya jamur tiram, strategi pemasaran produk, analisis finansial usaha, pembuatan media tanam atau baglog yang meliputi penyiapan bahan baku, pencampuran, pengepresan, hingga sterilisasi, serta proses inokulasi sebagai tahapan penting dalam budidaya jamur.
Kegiatan menghadirkan narasumber Muhammad Ichwan Kadir, S.Hut., M.Hut., dari Universitas Islam Makassar yang membagikan pengalaman dan pengetahuan mengenai pengembangan usaha jamur tiram berbasis kewirausahaan.
Melalui kegiatan ini, Balai P2SDM Wilayah VII berharap lahir semakin banyak wirausahawan kreatif kehutanan dan generasi pelestari hutan yang mampu mengubah potensi hasil hutan bukan kayu menjadi peluang ekonomi berkelanjutan.
Selain memperkuat ketahanan pangan, langkah tersebut juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian hutan di Nusa Tenggara Timur.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar