Connect with us

PARIWISATA

Bank Indonesia Dorong Kawasan Gunung Agung Tiru Gunung Merapi Jadi Icon Wisata

Redaksi Jarrakpos

Published

on

SLEMAN, JARRAK POS – Bali yang memiliki Gunung Agung (Parwata Udaya) setinggi 3.142 meter di atas permukaan laut yang terletak di Kabupaten Karangasem memiliki peluang sebagai obyek wisata.

Untuk itu, Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) Bank Indonesia (BI) Bali mengajak wartawan mengunjungi menikmati Wisata Jeep Offroad Merapi Lava Tour di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Saya ajak teman-teman ke lokasi agar ada inspirasi, dibalik bencana erupsi Gunung Merapi tahun 2010 kini dapat dikelola sebagai obyek wisata,” kata Kepala KPw BI Bali Causa Iman Karana di Yogayakarta, Jumat (9/2/2018).

Pemaparan juga disampaikan oleh Kepala Divisi Advisory dan Pengembangan Ekonomi Azka Subhan A, Analis Fungsi Assemen Ekonomi dan Surveilans Umran Usman dan Analis Fungsi Data dan Statistik Ekonomi dan Keuangan Ni Luh Made Ayu Wahyuni.

Advertisement

Hal itu disampaikan ketika Lokakarya Kebanksetralan dan Kehumasan di Yogyakarta yang berlangsung selama tiga hari, 9-11 Februari.

Menurutnya, pascaerupsi Gunung Agung dapat dikelola seperti kawasan Gunungapi Merapi di Sleman Yogyakarta, karena Bali punya tipikal yang mirip.

“Jadi melihat kesamaan tipikal tersebut Bali bisa mengembangkan potensi seputar kawasan pascaerupsi Gunung Agung untuk wisata sesuai kondisinya,” ujarnya.

Mereka dapat memanfaatkan sisa-sisa harta Erupsi Gunung Merapi menjadi obyek wisata museum mini sisa hartaku.

Advertisement

Museum mini itu merupakan bekas rumah penduduk yang menampilkan barang-barang milik warga yang meleleh dan hancur setelah diterjang awan panas.

“Pengunjung dapat menemukan kerangja sapi, burung, sisa kain dna peralatan rumah tangga,” ujarnya.

Sedangkan wisata bunker yang menjadi daya tarik merupakan tempat berlindung di bawah tanah yang dibangun tahun 2001 oleh pemerintah berukuran 8X6 meter dengan kapasitas 40-50 orang yang rampung tahun 2006.

Namun karena besarnya letusan tahun 2006 membuat dua orang relawan yang berada di dalam bunker itu tewas karena terjebak aliran lava. Sejatinya bunker dibuat hanya untuk menahan awan panas, tetapi ketika itu lava juga mengalir ke tempat tersebut.

Advertisement

Untuk itu, Causa juga mengingatkan pentingnya pengembangan potensi wisata sekitar daerah Gunung Agung dengan mengedepankan pelestarian lingkungan.

Sebagaimana diketahui pascaletusan tersebut kini kawasan Merapi bangkit dengan sejumlah aktivitas yang mampu meningkatkan ekonomi masyarakatnya dan menciptakan lapangan kerja yang cukup luas.

Selain menghasilkan material pasir dan batu yang begitu besar, warga setempat juga mampu mengembangkan pariwisata di kawasan bebatuan dan berpasir di kawasan tersebut.

“Di sini ada museum gunung Merapi yang cukup banyak dikunjungi wisatawan. Kawasan di kaki gunung tersebut juga jadi atraksi menarik untuk kegiatan offroad,” jelas Pemandu Wisata Susang yang mengantar rombongan wartawan dari Bali melihat sekaligus mencoba atraksi di sana.

Advertisement

Dengan sekitar 800 unit Jeep, kawasan kaki Merapi itu kini jadi kawasan yang ramai untuk wisata Merapi Lava Tour yang banyak diminati berbagai kalangan.

Bahkan di kawasan tersebut telah berkembang begitu banyak usaha penginapan dan penunjangnya. aya/ama

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Warning: Undefined variable $user_ID in /home/jarrakpos/public_html/wp-content/themes/zox-news/comments.php on line 49

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply