Balai Bahasa NTT Gelar Forum Konsultasi Publik 2025: Serap Aspirasi untuk Tingkatkan Mutu Layanan Kebahasaan
- account_circle Mario
- calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur (BBP NTT) menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) Standar Pelayanan Tahun 2025 sebagai upaya memperkuat kualitas layanan kebahasaan dan kesastraan di wilayah NTT.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang pada Jumat, 31 Oktober 2025 ini diikuti oleh 50 peserta dari berbagai kalangan, termasuk Ombudsman NTT, instansi pemerintah, guru, lembaga pendidikan, serta pihak swasta.
Koordinator kegiatan, Rafli Ubit Pinka, menjelaskan bahwa forum ini menjadi ruang dialog terbuka bagi masyarakat untuk memberikan masukan, kritik, dan saran terhadap pelayanan yang telah diberikan Balai Bahasa.
“Tujuan kegiatan ini adalah menerima masukan dan pandangan dari para penerima layanan maupun calon penerima layanan. Semua masukan akan kami terima dan jadikan bahan evaluasi,” ujar Rafli.
Forum tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi NTT, Ralph Hery Budhiono, yang menegaskan komitmen lembaganya dalam memberikan layanan publik yang berkualitas dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kami memiliki tiga tim kerja, yakni Pembinaan yang menangani program pengembangan bahasa dan sastra, Pelindungan yang berfokus pada pelestarian bahasa daerah, serta Pemasyarakatan yang bertugas menyosialisasikan informasi kebahasaan dan kesastraan kepada masyarakat,” jelas Budhiono.
Lebih lanjut, Budhiono menyampaikan bahwa Balai Bahasa NTT juga tengah melaksanakan survei kepuasan masyarakat yang hasilnya akan menjadi dasar dalam penyusunan laporan dan peningkatan mutu layanan publik.
“Kegiatan hari ini murni untuk mendengarkan saran, kritik, dan masukan agar kami dapat meningkatkan kualitas serta standar waktu pelayanan di lingkungan Balai Bahasa NTT,” tambahnya.
Melalui forum ini, Balai Bahasa NTT meneguhkan komitmennya untuk terus berbenah dan menghadirkan layanan kebahasaan yang inklusif, transparan, dan responsif.
Upaya ini sejalan dengan semangat menjaga kekayaan bahasa daerah sekaligus memperkuat literasi masyarakat Nusa Tenggara Timur di tengah arus perubahan zaman.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar