Pimpin Perempuan Bangsa NTT, Merci Piwung Siapkan Kader Politik Perempuan dan Benahi Kepengurusan Lama
- account_circle Mario
- calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Angela Merci Piwung, bertekad membangkitkan kembali Perempuan Bangsa NTT sebagai wadah strategis untuk memberdayakan perempuan, mencetak kader-kader politik perempuan, sekaligus membenahi organisasi agar lebih aktif dan berdampak bagi masyarakat.
Susunan kepengurusan DPW Perempuan Bangsa Provinsi Nusa Tenggara Timur periode terbaru dipimpin oleh Angela Merci Piwung sebagai Ketua. Ia didampingi Maria Gala Tukan sebagai Sekretaris dan Klara Motu Loi sebagai Bendahara.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang akrab disapa Merci itu mengatakan, Perempuan Bangsa merupakan badan otonom (Banom) PKB yang memiliki peran penting dalam pemberdayaan perempuan dan kaderisasi politik. Namun, ia mengakui kiprah organisasi tersebut di NTT selama ini belum berjalan maksimal sehingga perlu dilakukan pembenahan secara menyeluruh.
“Kepengurusan yang baru ini menjadi momentum untuk menghidupkan kembali Perempuan Bangsa dengan program-program yang benar-benar menyentuh kebutuhan kaum perempuan,” kata Merci saat diwawancarai, Senin (20/7/2026).
Menurutnya, Perempuan Bangsa akan difokuskan sebagai wadah untuk melahirkan perempuan-perempuan tangguh yang siap berkiprah di dunia politik maupun berbagai bidang pembangunan lainnya.
“Perempuan Bangsa ini lebih fokus bagaimana memberdayakan kaum perempuan, terutama juga untuk politik. Kader-kader politisi perempuan ke depan bisa kita kaderkan dari Banom ini,” ujarnya.
Merci menilai masih banyak perempuan yang memiliki minat terjun ke dunia politik, namun belum memiliki tempat untuk belajar, berorganisasi, serta membangun kapasitas diri.
Karena itu, Perempuan Bangsa diharapkan menjadi “rumah” bagi perempuan yang ingin mempersiapkan diri menjadi calon pemimpin.
“Kalau ada teman-teman perempuan yang ke depan mau maju menjadi calon legislatif, sudah ada rumahnya. Jadi tidak susah lagi untuk kita mencari kader perempuan,” katanya.
Ia mengaku optimistis melihat antusiasme perempuan, khususnya generasi muda, yang mulai tertarik bergabung dalam berbagai diskusi dan pertemuan yang telah dilakukan.
Menurut Merci, regenerasi harus mulai dipersiapkan sejak sekarang agar estafet kepemimpinan perempuan dapat terus berlanjut.
“Kami ini tidak mungkin terus menjadi DPR. Usia kami semakin bertambah. Kami harus kaderkan kamu-kamu yang muda. Sudah ada rumah ini, tinggal mari kita sama-sama membesarkan,” ungkapnya.
Tak hanya menyiapkan kader politik, Perempuan Bangsa juga akan memberikan perhatian terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Merci menilai masih banyak perempuan pelaku UMKM yang berjuang mengembangkan usaha secara mandiri dan membutuhkan pendampingan, peningkatan kapasitas, serta akses terhadap berbagai program pemberdayaan.
Menurutnya, Perempuan Bangsa akan menjadi wadah untuk menghimpun aspirasi sekaligus menjembatani kebutuhan para pelaku UMKM melalui jaringan PKB dari tingkat daerah hingga pusat.
“Kita lihat selama ini kaum perempuan, terutama mereka yang sudah bergelut di UMKM, banyak yang berjalan sendiri. Mungkin dengan adanya badan otonom partai ini, terutama Perempuan Bangsa, kita bisa membantu dan menyalurkan aspirasi yang mereka harapkan,” jelasnya.
Ia memastikan setiap aspirasi yang masuk akan diperjuangkan melalui koordinasi dengan struktur PKB, baik di tingkat DPC, DPW maupun DPP sesuai kewenangan yang dimiliki.
Merci menegaskan Perempuan Bangsa membuka kesempatan seluas-luasnya bagi perempuan yang ingin bergabung, baik sebagai pengurus maupun anggota.
“Siapa pun boleh bergabung menjadi pengurus, bergabung menjadi anggota. Silakan, kita membuka ruang kepada siapa saja,” tegasnya.
Ia berharap organisasi tersebut menjadi tempat belajar berorganisasi, membangun jejaring, memahami politik, sekaligus mempersiapkan kader perempuan yang mampu memperkuat keterwakilan perempuan di lembaga legislatif maupun pemerintahan.
Merci mengungkapkan kepengurusan baru Perempuan Bangsa NTT dijadwalkan dilantik pada 22 Juli 2026.
Usai pelantikan, agenda pertama yang akan dilakukan adalah memperkuat konsolidasi organisasi dengan membentuk dan mengaktifkan kepengurusan hingga tingkat kabupaten/kota serta tingkatan di bawahnya.
Selain memperluas struktur organisasi, kepengurusan baru juga akan melakukan evaluasi dan pembenahan terhadap kepemimpinan sebelumnya agar Perempuan Bangsa NTT dapat kembali menjadi organisasi yang aktif, solid, dan benar-benar hadir menjawab kebutuhan perempuan.
“Ke depan kami ingin Perempuan Bangsa bukan hanya dikenal sebagai organisasi, tetapi benar-benar menjadi rumah perjuangan bagi perempuan NTT, baik di bidang politik, ekonomi, maupun pemberdayaan masyarakat,” pungkas Merci.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar