Connect with us

NEWS

Angkutan Online Padang Gelar Aksi Offline, Driver Go-Car Tolak Insentif Baru

Redaksi Jarrakpos

Published

on

Foto :  Para pengemudi Go-Car melakukan aksi mogok. (Ist)

[socialpoll id=”2481371″]


PADANG, JARRAKPOS.com – Sejak pagi, Senin (26/3) para pengemudi Go-Car melakukan aksi mogok. Aksinya ini tidak melakukan unjukrasa ke lapangan, tapi dengan melakukan offline (tidak menghidupkan aplikasi Go-Jek). Ini sebagai bentuk penolakan yang mereka lakukan sejak diberlakukannya insentif terbaru, Sabtu (24/3/2018) PT.Go-Jek Indonesia untuk area Padang. Ini yang dirasa memberatkan sopir Go-Car sehingga berujung pada aksi offline yang akan dilakukan sampai insentif yang lama kembali diberlakukan

Vina(31) salah seorang karyawati bank swasta di Padang tampak gerah karena Go-Car yang dipesan tak kunjung datang. Padahal dari pagi ia telah melakukan pemesanan Go-Car melalui aplikasi Go-Jek di Smartphonenya. Namun sudah lewat setengah jam Go-Car yang di pesan belum ada direspon oleh sopir Go-Car.

Advertisement

Vina menjadi salah satu pelanggan Go-Car yang tiap harinya dalam melakukan aktivitasnya dari rumahnya di Siteba Padang telah terbiasa memanfaatkan jasa transprotasi daring tersebut. Go-Car telah menjadi angkutan yang biasanya digunakan karyawati Bank swasta di Padang ini ke kantornya yang berada di jalan Sawahan Kota Padang

Untuk berangkat ke kantornya, Vina biasanya mendapat tarif sebesar Rp 20 ribu, tetapi pagi ini tarif yang diterima vina melonjak tajam menjadi Rp 40 ribu. Kondisi ini membuat Vina berpindah hati dengan memanfaatkan pelayanan dari taksi daring Grab yang merupakan kompetitor dari aplikasi Go-jek.

“Sudah setengah jam saya menunggu mobil Go-Car, tetapi taksi daring yang saya pesan tidak ada respon. Selain itu tarif yang dikenakan melunjak tinggi sehingga saya memutuskan untuk memesan taksi daring dari Grab saja” ujarnya.

Sebelumnya, seluruh Komunitas atau organisasi driver online di Kota Padang, yang tergabung dalam komunitas Asosiasi Padang Online mengadakan pertemuan mendadak pada Minggu malam di sebuah restoran di jalan Khatib Sulaiman, Padang, Minggu (26/3).

Advertisement

Dalam pertemuan itu dibahas tentang penurunan incentive serta beban target dari jumlah penumpang yang dibebankan PT. Go-Jek Indonesia terhadap mitra kerja di Kota Padang. Sebanyak 16 komunitas taksi daring hadir dalam membahas langkah yang harus di lakukan dalam menyikapi penurunan incentive ini.

Joko Prastiyo selaku Ketua M-Top saat di konfirmasi Rakyat Sumbar menyatakan bahwa dalam pertemuan itu di dibuat kesepatan bahwa terhitung dari Senin, 26 Maret 2018 akan melakukan offline (tidak menghidupkan aplikasi Go-Jek) sebagai bentuk penolakan diberlakukannya insentif terbaru yang dirasa memberatkan sopri Go-Car yang diberlakukan oleh PT.Go-Jek Indonesia di area Padang.

“Pada awalnya PT. Go-Jek Indonesia memberlakukan insentif dengan skema 7, 9, dan 12 orderan dengan total insentif sebanyak Rp300 ribu, tetapi semenjak Sabtu, 24 Maret 2018, sejak pukul 00.00 Wib berubah menjadi 8, 15 dengan total insentive sebanyak Rp 200 ribu. Tentu ini sangat memberatkan para mitra Go Car yang merupakan bahagian dari aplikasi Go – Jek,”ucapnya.

Erizal selaku ketua komunitas taksi daring di lingkungan RS. Yos Sudarso (Go-Yos) menyatakan bahwa sejak sehari sebelumnya (sabtu-red) telah melakukan pertemuan dengan 16 komunitas taksi daring yang beroperasi di Padang untuk menindak lanjuti kebijakan yang di buat PT. Go-Jek Indonesia terhadap mitra yang ada di Padang.

Advertisement

“Dalam pertemuan tersebut kami menyatakan dengan tegas untuk tidak beroperasi sampai kebijakaan tentang incentive terbaru ditarik oleh PT. Go-Jek Indonesia,” Ujarnya.

Dipilihnya aksi offline oleh Asosiasi Padang Online karena tidak menginginkan aksi demo seperti yang dilakukan komunitas taksi online di provinsi lain. Menurut Erizal, dalam melakukan aksi penolakan terhadap pemberlakuan insentif terbaru dari PT.Go-Jek Indonesia, tidak akan melakukan aksi turun ke kantor Go-Jek Indonesia yang beralamat di Iman bonjol Padang.

“Kami tidak akan melakukan aksi demontrasi seperti yang terjadi di provinsi-provinsi lain, karena jika melakukan aksi akan menimbulkan kemacetan. Dan kami tidak akan melakukannya,” tegasnya.

Offline nya mitra dari taksi daring Go-Car di Kota Padang berdampak pada tingginya permintaan konsumen sehingga tarif Go-Car melonjak tajam. “Peningkatan tarif dapat terlihat dari aplikasi sopir Go –Car,” ucap Joko.

Advertisement

Dari pantauan media di lapangan setelah melihat aplikasi dari sopir online terlihat jika ada warna kuning di suatu daerah menandakan daerah tesebut cukup ramai akan permintaan Go-Car. Warna orange menandakan derah tersebut ramai, sedangkan warna merah menandakan daerah tersebut sangat ramai yang menandakan tingginya tingkat permintaan konsumen akan Go-Car.

Tak hanya itu,tarif yang dikenakan kepada penumpang juga melonjak drastis dibandingkan sebelumnya. Kenaikan tarif meningkat 2,6 sampai 4 kali lipat dibandingkan tarif biasanya. Salah satu contohnya, jika sebelumnya dari jalan Situjuh Padang menuju jalan Patimura, hanya dikenakan tarif Rp 10 ribu, namun pada Senin (26/3) siang tarif Rp 30 ribu.

Hal serupa juga terlihat saat pemesanan Go- Car dari jalan Situjuh menuju Kampus Universitas Indonesia yang berada di jalan Lubuk Begalung, tarif yang biasanya Rp 11 ribu meningkat menjadi Rp 65 ribu.

Sementara dari Jalan Situjuh menuju ke Pasar Lubuk Buaya yang sebelumnya Rp 52 ribu, naik menjadi Rp131 ribu. Kondisi ini dikeluhkan, Taufik (29) salah satu konsumen Go-Car yang biasa menggunakan angkutan daring ini untuk aktifitas hariannya.

Advertisement

“Tarif Go-Car jauh berbeda dibandingkan dengan hari sebelumnya. Parahnya untuk memesan juga sulit. Biasanya setelah aplikasi diaktifkan, pemesanan dilakukan, maka hitungan menit setelah itu sopir Go-Car telah menghubungi untuk memastikan posisi, tadi lebih 5 menit taka da yang menerima pesanan. Aneh, tapi saya juga gak tau kenapa,” jelasnya. ale/ama

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Warning: Undefined variable $user_ID in /home/jarrakpos/public_html/wp-content/themes/zox-news/comments.php on line 49

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply