Angka Inflasi Selama bulan Ramadhan dan Pasca Lebaran di Indramayu di bawah nilai Inflasi Provinsi Jawa Barat.
- account_circle Wahyu Supriatna
- calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

INDRAMAYU JarrakPost.Com-Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus-menerus dalam jangka waktu tertentu, yang menyebabkan penurunan daya beli uang.
Inflasi disebabkan oleh kenaikan permintaan barang/jasa yang tidak sebanding dengan pasokan (demand-pull inflation), peningkatan biaya produksi (cost-push inflation), beredarnya jumlah uang yang terlalu banyak, serta ekspektasi inflasi masyarakat. Faktor pemicu lainnya termasuk kenaikan harga komoditas global, gangguan distribusi, dan kebijakan pemerintah (seperti kenaikan harga BBM).
Pemerintah Kabupaten Indramayu selama bulan Ramadhan dan Pasca Lebaran Idul Fitri sudah berupaya semaksimal mungkin agar nilai angka Inflasi tidak begitu tinggi. Hal ini di utarakan oleh Asda 2 bidang Perekonomian dan Pembangunan Asep Abdul Mukti saat ditemui diruang kerjanya Kamis (09/04/26) ” Angka Inflasi untuk kabupaten Indramayu selama bulan Ramadhan dan Pasca Lebaran masih aman, artinya angka inflasi masih di bawah standar Inflasi Provinsi Jawa Barat yaitu 3,48. Perlu di ketahui angka Inflasi di Jawa Barat tertinggi di pegang oleh kabupaten Subang yaitu 4,2 untuk angka inflasi terendah di pegang oleh kabupaten Bekasi dan Kodya Bandung” tegasnya.
Untuk kabupaten Indramayu masih aman dan masuk kategori sedang artinya masih di bawah angka Inflasi Jawa Barat. Hal ini di akibatkan kita sering melakukan operasi pasar untuk menekan harga kebutuhan pokok dan memberikan edukasi kepada masyarakat agar jangan bersifat konsuntif dalam pemenuhan kebutuhan pokok selama bulan Ramadhan dan Pasca Lebaran” ujar Asda 2 Asep Abdul Mukti.
Namun demikian kira juga menunggu angka inflasi yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia (BI) sebagai penentu kebijakan, karena Indramayu itu masuk ke dalam wilayah Cirebon. Apapun hasilnya yang jelas Pemda Indramayu akan melakukan langkah-langkah yang di anggap perlu untuk menekan angka inflasi yang akan datang apalagi kedepan kita sudah memasuki musim panen padi serentak, hal ini harus kita perhatikan karena perputaran uang akan begitu cepat di para petani” lanjut Asep Abdul Mukti. Penutup wawancara. *****(Gus Wahyu Supriatna’96)*****
- Penulis: Wahyu Supriatna




Saat ini belum ada komentar