Bupati Kuningan Raih Penghargaan UPI Award 2026, Satu-Satunya Kepala Daerah di Jabar yang Apresiasi Pendidikan Inklusif
- account_circle Ghana
- calendar_month 4 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

BANDUNG, Jarrakpos.com — Komitmen Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., dalam mendukung pemberdayaan Tri Dharma Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan mendorong pendidikan inklusif membuahkan hasil membanggakan. Ia resmi menerima penghargaan bergengsi pada peringatan Dies Natalis ke-72 UPI di Bandung, Selasa (20/10/2026), sekaligus mencatatkan diri sebagai satu-satunya bupati di Jawa Barat yang menerima penghargaan tersebut.
Penghargaan yang ditetapkan melalui Keputusan Rektor UPI Nomor 2118/UN40/HM.00.05/2026 dan Surat Nomor 142/UN40/HM.00.06/2026 ini diserahkan langsung oleh Rektor UPI, Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dian turut didampingi oleh Asisten Daerah I Deniawan, M.Si., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan Dr. Carlan, M.Si., serta Sekretaris Disdikbud H. Pipin Mansur Aripin, M.Pd., bersama jajaran kepala bidang dilingkungan Disdikbud Kuningan.
Momentum Penguatan Sinergi Melalui Lima Pilar “Guru Melesat”
Penghargaan ini menjadi pijakan kuat bagi Pemkab Kuningan dan UPI untuk memperluas kolaborasi. Kedua instansi dijadwalkan akan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pada minggu pertama November 2026. Kerja sama ini difokuskan pada implementasi gerakan Guru Melesat yang dijabarkan ke dalam lima pilar strategis pengembangan pendidikan:

Sakola Deui: Fokus pada percepatan peningkatan rata-rata lama sekolah melalui pendidikan kesetaraan berbasis desa, pendampingan Paket B dan C, serta pelacakan anak tidak sekolah (ATS) dari rumah ke rumah.
Akademi Guru Melesat: Berfokus pada peningkatan kompetensi guru agar adaptif terhadap teknologi, literasi-numerasi, pemanfaatan AI secara etis, hingga pelatihan coaching kepemimpinan kepala sekolah.
Guru untuk Pelosok: Mendorong pemerataan distribusi tenaga pendidik di wilayah yang kekurangan guru melalui program Alumni Mengajar, penempatan mahasiswa praktik lapangan, hingga beasiswa ikatan dinas guru daerah.
PAUD, Inklusi, dan Ngaji Diri: Memperkuat layanan pendidikan bagi seluruh anak—mulai dari PAUD, anak berkebutuhan khusus, hingga pendidikan keagamaan melalui pelatihan pedagogik bagi guru ngaji dan pengajar DTA.
Observatorium Pendidikan Kuningan: Instrumen perumusan kebijakan berbasis data, pemetaan kebutuhan guru, serta evaluasi tahunan agar kebijakan pendidikan di Kabupaten Kuningan berjalan tepat sasaran.
Komitmen Nyata pada Pendidikan Inklusif
Dalam sambutannya, Bupati Dian menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan harus berjalan beriringan dengan pemerataan akses dan penghargaan terhadap potensi setiap individu, termasuk penyandang disabilitas. Ia membuktikan komitmen tersebut dengan memberikan kepercayaan kepada sejumlah pejabat penyandang disabilitas untuk menduduki posisi strategis di lingkungan Pemkab Kuningan.
”Bagi kami, yang terpenting adalah kemampuan dan kapasitasnya. Mereka mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan baik. Inilah salah satu bentuk komitmen kami dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif,” ujar Bupati Dian.
Wakil Rektor UPI Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Bisnis, Prof. Dr. phil. Yudi Sukmayadi, M.Pd., menambahkan bahwa kolaborasi ini diarahkan untuk menghadirkan program Guru Berdampak guna memperkuat kualitas pembelajaran serta memperluas akses layanan bagi masyarakat luas.
Melalui sinergi yang terbangun lewat UPI Awards 2026 dan gerakan Guru Melesat, Pemerintah Kabupaten Kuningan optimistis ekosistem pendidikan dari tingkat desa hingga kabupaten akan semakin maju, inklusif, terarah, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (Agh@N)
- Penulis: Ghana





Saat ini belum ada komentar