Prihatin Karhutla di Kalimantan, Ketua PAC PDI Perjuangan Tapos H. N. Zandi: Negara Harus Hadir, Ini Soal Kemanusiaan
- account_circle Hadi Supangat
- calendar_month 18 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

DEPOK, JARRAKPOS.COM – Rabu, 21 Oktober 2026. Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kembali melanda wilayah Kalimantan menjadi perhatian serius Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Tapos, Kota Depok, H. N. Zandi. Ia menyatakan keprihatinan mendalam atas bencana ekologis yang rutin terjadi tersebut, seraya menekankan bahwa negara wajib hadir melindungi rakyatnya.
“Atas nama keluarga besar PDI Perjuangan Tapos, kami turut prihatin atas musibah Karhutla di Kalimantan. Ini bukan hanya soal asap, ini soal kemanusiaan. Anak-anak kita di sana sesak napas, sekolah libur, ekonomi lumpuh. Negara tidak boleh kalah dengan korporasi pembakar hutan,” ujar H. N. Zandi kepada wartawan, Rabu 21/10/26
.
Menurut Zandi, fenomena Karhutla tidak bisa lagi sekadar dianggap sebagai bencana alam semata. Lebih dari itu, ia menilai hal tersebut sebagai kejahatan lingkungan yang terstruktur dan sistematis, sehingga memerlukan penanganan yang tegas dan komprehensif dari aparat penegak hukum.
Ia menegaskan bahwa semangat Trisakti dan ajaran Bung Karno tentang Berdikari (Berdiri di Atas Kaki Sendiri) dalam menjaga Ibu Pertiwi harus diwujudkan dengan tindakan nyata, bukan sekadar retorika.
“Kita bicara gotong royong menjaga alam. Kalau di Tapos kami akan melakukan bersih-bersih Situ Cilangkap dan menanam 100 pohon untuk menjaga lingkungan, maka di Kalimantan negara harus bertindak lebih keras lagi. PDI Perjuangan selalu berdiri di depan untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup,” tegasnya.
Menyikapi krisis yang berulang ini, Zandi menyampaikan tiga desakan utama kepada pemerintah:
1. Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu: Mengusut tuntas korporasi besar maupun oknum yang sengaja membakar lahan untuk membuka kebun baru, serta memberikan efek jera yang maksimal sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
2. Negara Hadir untuk Rakyat: Pemerintah pusat diminta segera memberikan bantuan kesehatan, memastikan distribusi masker yang merata, dan melakukan evakuasi terhadap kelompok rentan yang terdampak kabut asap.
3. Solusi Jangka Panjang: Mendorong program reboisasi masif dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar hutan agar tidak lagi bergantung pada pembukaan lahan dengan cara pembakaran tradisional.
“Kami dari Tapos, dari Depok, mendoakan saudara-saudara kita di Kalimantan. Semoga api segera padam, dan keadilan ekologis bisa ditegakkan. Merdeka!” pungkasnya.
Sikap PAC PDI Perjuangan Tapos ini diharapkan dapat mendorong perhatian yang lebih luas dari berbagai elemen masyarakat dan pemerintah daerah di Kota Depok, sekaligus menjadi bentuk solidaritas nyata terhadap saudara sebangsa yang sedang menghadapi darurat asap di Kalimantan.
- Penulis: Hadi Supangat





Saat ini belum ada komentar