Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Menoreh Jejak Peradaban Dunia dari Pacitanian, FGD Dorong Pengembangan Aset Budaya Pacitan

Menoreh Jejak Peradaban Dunia dari Pacitanian, FGD Dorong Pengembangan Aset Budaya Pacitan

  • account_circle Yuniardi Sutondo
  • calendar_month 3 menit yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Pacitan,Jarrakpos.com-Jejak panjang peradaban manusia di Pacitan kembali menjadi bahan perbincangan dalam Forum Group Discussion (FGD) Program Kegiatan Pendanaan Indonesia Raya.

Forum yang mengangkat luaran kegiatan Inventarisasi Objek Pemajuan Kebudayaan tersebut menjadi ruang penting untuk menggali, mendokumentasikan, sekaligus mendorong pengembangan potensi budaya sebagai aset strategis daerah.

Salah satu luaran yang mendapat perhatian dalam kegiatan tersebut adalah buku “Ensiklopedia Pacitan Misteri IV: Torehan Peradaban Dunia Pacitanian”, sebuah karya yang merekam kekayaan sejarah dan jejak peradaban Pacitanian.

Buku tersebut telah memiliki ISBN dan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), sehingga tidak sekadar menjadi dokumentasi, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat khazanah pengetahuan dan identitas kebudayaan Pacitan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Pacitan, Amad Topan, yang menjadi narasumber sekaligus penulis Ensiklopedia Pacitan Misteri IV: Torehan Peradaban Dunia Pacitanian, menegaskan bahwa Pacitan memiliki kekayaan budaya dan sejarah yang sangat besar untuk terus dikaji dan dikembangkan.

Menurutnya, warisan budaya tidak semestinya berhenti sebagai catatan masa lalu. Lebih dari itu, berbagai peninggalan dan pengetahuan budaya yang dimiliki Pacitan perlu ditempatkan sebagai aset yang dapat memberi nilai bagi kehidupan masyarakat dan pembangunan daerah.

“Inventarisasi objek pemajuan kebudayaan bukan sekadar mencatat apa yang kita miliki. Yang lebih penting adalah bagaimana kekayaan itu bisa kita pahami, kita rawat, kita kembangkan, dan kemudian memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Amad Topan, Rabu (9/9).

Forum tersebut dihadiri Staf Ahli Bupati yang mewakili Bupati Pacitan Dr. Joko Putro Utomo, jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD), budayawan, Kepala UPT Pelestarian Budaya Trowulan, Kepala UPT Museum Song Terus, Ketua Ansor Kecamatan Pacitan, serta tokoh pendidikan Prof. Maryono, selaku Ketua LPDP STKIP Pacitan.

Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan kebudayaan membutuhkan kerja bersama. Pemerintah, akademisi, pelaku budaya, lembaga pendidikan, hingga komunitas memiliki peran yang saling melengkapi dalam menjaga sekaligus menghidupkan kembali kekayaan budaya daerah.

Dalam diskusi, Pacitan tidak hanya dipandang sebagai wilayah yang memiliki tinggalan arkeologis dan sejarah penting. Pacitanian ditempatkan sebagai bagian dari narasi besar perjalanan peradaban manusia yang memiliki nilai pengetahuan, pendidikan, kebudayaan, hingga potensi pengembangan daerah.

Buku Torehan Peradaban Dunia Pacitanian menjadi salah satu pintu masuk untuk melihat kembali posisi Pacitan dalam bentang sejarah peradaban tersebut. Dokumentasi dan kajian semacam ini dinilai penting agar pengetahuan tentang Pacitan tidak hilang ditelan zaman, melainkan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya dalam bentuk yang lebih sistematis dan mudah dipahami.

FGD juga diarahkan untuk menemukan gagasan pengembangan budaya yang lebih konkret. Inventarisasi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pendataan, tetapi berlanjut menjadi basis penyusunan program, penguatan literasi budaya, pengembangan pendidikan, pelestarian warisan budaya, hingga pemanfaatan potensi budaya secara berkelanjutan.

Amad Topan menambahkan, kekayaan budaya Pacitan memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan daerah apabila dikelola dengan pendekatan yang tepat.

“Budaya adalah identitas sekaligus aset. Karena itu, kita harus membangun kesadaran bersama bahwa apa yang diwariskan oleh para pendahulu bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga harus dijaga dan dikembangkan agar memiliki relevansi bagi generasi sekarang dan yang akan datang,” katanya.

Melalui forum tersebut, semangat yang dibangun bukan semata-mata untuk melihat ke belakang, melainkan menjadikan jejak masa lalu sebagai pijakan untuk melangkah ke masa depan.

Pacitanian dengan segala torehan peradabannya menjadi pengingat bahwa sebuah daerah memiliki kekuatan ketika mampu mengenali sejarahnya sendiri. Dari dokumentasi lahir pengetahuan, dari pengetahuan tumbuh kesadaran, dan dari kesadaran itulah kebudayaan dapat berkembang menjadi kekuatan pembangunan.

Dengan demikian, “Torehan Peradaban Dunia Pacitanian” bukan hanya sebuah judul buku, melainkan sebuah upaya untuk menempatkan Pacitan dalam percakapan yang lebih luas tentang peradaban, sekaligus mengajak generasi hari ini untuk merawat warisan budaya sebagai aset masa depan.(Red/yun).

  • Penulis: Yuniardi Sutondo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Marwan/Aisyah Tembus Perempatfinal BNI Indonesia Masters 2025

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Syawal
    • visibility 496
    • 0Komentar

    Medan – Pasangan ganda campuran Marwan Faza dan Aisyah Salsabila Putri Pranata berhasil melaju ke perempatfinal turnamen bulutangkis WONDR by BNI Indonesia Masters Super 100-2025 yang berlangsung di GOR PBSI Sumut Pancing Deliserdang. Dalam pertandingan yang digelar pada Kamis (23/10/2025), pasangan peringkat ratusan ini dunia ini mengalahkan wakil Jepang Daisuke Sano/Yuna Kato (Jepang). 21-12, 21-16 […]

  • Dinas PUPR Kota Kupang Tuntaskan Jalan Lapen Desember: Wali Kota Ingin Akses Warga Makin Lancar

    Dinas PUPR Kota Kupang Tuntaskan Jalan Lapen Desember: Wali Kota Ingin Akses Warga Makin Lancar

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Mario
    • visibility 228
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kupang terus mempercepat peningkatan infrastruktur kota. Seluruh paket pekerjaan jalan lapen yang dikerjakan di berbagai titik dipastikan rampung pada bulan Desember ini, menandai komitmen kuat Pemerintah Kota Kupang dalam menghadirkan layanan infrastruktur yang semakin berkualitas. Pejabat Pembuat Komitmen/Pejabat Penandatangan Kontrak (PPK) Bidang Bina Marga, Jeck […]

  • Guru Bukan ASN Biasa: Profesi yang Harus Diposisikan sebagai Lex Specialis

    Guru Bukan ASN Biasa: Profesi yang Harus Diposisikan sebagai Lex Specialis

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Mario
    • visibility 373
    • 0Komentar

    Oleh: JUSUP KOEHOEA (Ketua Forum Guru NTT) NTT, Jarrakpos.com- Di tengah dinamika kebijakan pendidikan saat ini, kita sering mendengar narasi yang menyamakan guru dengan Aparatur Sipil Negara (ASN). Banyak regulasi turunan dan kebijakan teknis memperlakukan guru seperti pegawai administratif, seakan profesi guru identik dengan birokrasi. Padahal, hal itu merupakan kesalahan konseptual sekaligus kesalahan hukum yang […]

  • Petronela Tilis Layak Mendapatkan Perlindungan Hukum Represif

    Petronela Tilis Layak Mendapatkan Perlindungan Hukum Represif

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
    • account_circle Mario
    • visibility 1.626
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Laporan polisi Petronela Tilis LP/43/XII/2024/SPKT/Polsek Noemuti/Polres TTU/Polda NTT, tanggal 24 Desember 2024 yang kini semakin viral diberitakan sejumlah media, sudah selayaknya mendapatkan perlindungan hukum represif. Penjelasan dan penegasan tersebut disampaikan Gabriel Suku Kotan, S.H.M.Si kepada media ini, Selasa (25/02/2025), setelah mengikuti dan mengetahui secara persis proses non litigasi atau pendekatan perdamaian antara Terlapor […]

  • Bank NTT Tanda Tangan Kerja Sama Pengelolaan Kas Negara: Wakili Perbankan Wilayah Indonesia Timur

    Bank NTT Tanda Tangan Kerja Sama Pengelolaan Kas Negara: Wakili Perbankan Wilayah Indonesia Timur

    • calendar_month Sabtu, 25 Jan 2025
    • account_circle Mario
    • visibility 623
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Bank Pembangunan Daerah (BPD) Nusa Tenggara Timur (NTT) mewakili perbankan di wilayah Indonesia Timur dalam acara Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pengelolaan Kas Negara. Perjanjian Kerja Sama (PKS) pengelolaan kas negara tersebut antara Kuasa Bendahara Umum Negara (BUN) Pusat dan Perbankan/Lembaga Keuangan Nonbank/Lembaga Persepsi Lainnya di Gedung A.A. Maramis di Jakarta. Dalam acara […]

  • Mau Olahraga Rutin? Gabung Komunitas Olahraga Aja! Ini Kata Dispora Bengkulu

    Mau Olahraga Rutin? Gabung Komunitas Olahraga Aja! Ini Kata Dispora Bengkulu

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 389
    • 0Komentar

    BENGKULU, Jarrakpos.com –Sering niat olahraga, tapi ujung-ujungnya malas? Tenang, kamu nggak sendirian! Salah satu cara biar tetap semangat dan konsisten olahraga adalah dengan bergabung dalam komunitas olahraga. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan olahraga sebagai gaya hidup sehat dengan bergabung dalam komunitas. Menurut Kepala Dispora Bengkulu, Ika […]

expand_less