Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » RDP Komisi IV DPR RI, Usman Husin Bawa Persoalan Petani NTT: Kios Pupuk Harus Dekat dengan Sentra Pertanian

RDP Komisi IV DPR RI, Usman Husin Bawa Persoalan Petani NTT: Kios Pupuk Harus Dekat dengan Sentra Pertanian

  • account_circle Mario
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Persoalan akses dan distribusi pupuk masih menjadi salah satu keluhan petani di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kondisi tersebut disoroti Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB dari Daerah Pemilihan (Dapil) NTT II, Usman Husin, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPR RI bersama PT Pupuk Indonesia (Persero) beserta anak perusahaannya, Selasa, (8/9/2026).

Dalam RDP tersebut, Usman menyoroti kondisi stok pupuk yang secara nasional terbilang besar. Per 8 September 2026, stok pupuk disebut mencapai sekitar 1,268 juta ton.

Namun, menurut Usman, ketersediaan stok yang besar belum otomatis menjawab persoalan petani apabila distribusinya tidak sampai ke lokasi yang tepat dan mudah dijangkau.

“Stok pupuk kita hari ini sekitar 1,268 juta lebih ton. Ini cukup besar. Tetapi yang menjadi persoalan adalah bagaimana pupuk itu sampai kepada petani,” ujar Usman dalam RDP.

Ia menilai keberadaan kios pupuk harus disesuaikan dengan sebaran sentra produksi pertanian. Jangan sampai petani harus menempuh jarak beberapa kilometer hanya untuk mendapatkan pupuk, karena biaya transportasi akhirnya justru menjadi beban tambahan.

“Kalau petani harus berjalan empat sampai lima kilometer untuk mengambil pupuk, ongkos angkutnya bisa lebih mahal daripada harga pupuknya sendiri,” kata Usman.

Kios Pupuk Harus Dekat dengan Sentra Pertanian

Usman meminta PT Pupuk Indonesia melakukan pemetaan secara lebih rinci terhadap keberadaan kios pupuk di NTT. Menurutnya, data jumlah kios tidak cukup hanya diketahui secara total, tetapi perlu dipetakan berdasarkan kabupaten, kecamatan, hingga wilayah sentra pertanian.

Hal tersebut penting untuk mengetahui daerah mana yang masih kekurangan kios dan daerah mana yang sudah memiliki akses yang memadai.

Ia mencontohkan kondisi di sejumlah wilayah NTT, termasuk Sumba Tengah. Di daerah tersebut terdapat hamparan lahan persawahan yang luas, tetapi petani justru harus mengambil pupuk dari wilayah lain.

“Contohnya di Sumba Tengah, sawahnya luas, tetapi pupuknya harus diambil dari Sumba Barat. Ini kan harus kita pikirkan. Kios itu harus dekat dengan sentra pertanian,” tegasnya.

Menurut Usman, persoalan ini akan semakin penting seiring dengan program cetak sawah rakyat yang mendorong bertambahnya luas lahan pertanian. Jika luas lahan dan produksi meningkat, maka kebutuhan pupuk juga akan meningkat.

Karena itu, ia meminta penambahan kios dilakukan berdasarkan kebutuhan riil di lapangan, bukan sekadar berdasarkan jumlah kios secara keseluruhan.

Soroti Kuota Pupuk yang Justru Menurun

Selain distribusi, Usman juga mempertanyakan kebijakan kuota pupuk di sejumlah daerah yang justru mengalami penurunan ketika luas lahan pertanian bertambah.

Ia mencontohkan Kabupaten Rote Ndao. Menurut informasi yang diterimanya, kuota pupuk urea di daerah tersebut sebelumnya sekitar 4.000 ton, kemudian turun menjadi sekitar 3.900 ton.

“Pertanyaannya, kenapa kuotanya turun sementara lahan pertanian kita bertambah?” ujar Usman.

Ia juga menyebut terdapat daerah lain yang sebelumnya memperoleh sekitar 5.000 ton, tetapi kemudian turun menjadi 4.000-an ton.

Menurutnya, penentuan kuota harus benar-benar mempertimbangkan perkembangan luas lahan, jumlah petani, pola tanam, serta kebutuhan komoditas di masing-masing wilayah.

“Jangan sampai lahan pertanian bertambah, tetapi kuota pupuk justru berkurang. Ini harus ada penjelasan dan perhitungan yang jelas,” katanya.

Petani Jangan Jadi Korban Distribusi

Usman juga membawa persoalan lain yang dikeluhkan petani, yakni dugaan pupuk yang telah ditebus oleh pihak tertentu kemudian dijual kembali melalui pihak lain.

Menurutnya, praktik semacam itu harus menjadi perhatian serius karena dapat membuat petani yang benar-benar membutuhkan pupuk justru kesulitan mendapatkannya.

Ia meminta PT Pupuk Indonesia memperkuat pengawasan dan memastikan pupuk bersubsidi benar-benar diterima oleh petani yang berhak.

“Jangan sampai pupuknya ada, stoknya ada, tetapi petani yang membutuhkan justru tidak mendapatkan,” tegasnya.

Usman juga mendorong agar proses perizinan dan penambahan kios pupuk dipermudah, khususnya di wilayah yang secara geografis membutuhkan akses lebih dekat.

Dorong Perhatian untuk Hortikultura

Dalam RDP tersebut, Usman juga menyampaikan perlunya perhatian lebih terhadap petani hortikultura pada 2027.

Menurutnya, banyak petani hortikultura yang berada dalam kondisi ekonomi sulit sehingga kebijakan subsidi perlu mempertimbangkan kebutuhan mereka.

“Ke depan, tahun 2027, mungkin hortikultura perlu mendapat perhatian lebih. Banyak petani kita yang masih berada di bawah garis kemiskinan dan mereka membutuhkan akses,” ujarnya.

Usman menilai dukungan terhadap sektor pertanian tidak hanya berbicara mengenai produksi, tetapi juga memastikan petani mendapatkan sarana produksi dengan mudah, terjangkau, dan tepat waktu.

“NTT itu mayoritas petani. Suksesnya swasembada pangan artinya suksesnya juga dari PT Pupuk Indonesia,” kata Usman.

Karena itu, ia berharap PT Pupuk Indonesia tidak hanya memastikan ketersediaan stok, tetapi juga membangun sistem distribusi yang benar-benar menjawab kondisi geografis dan kebutuhan petani di NTT.

Bagi Usman, pupuk yang tersedia dalam jumlah besar harus diikuti dengan akses yang mudah. Stok boleh melimpah, tetapi jangan sampai petani kesulitan mendapatkannya hanya karena kios terlalu jauh dari lahan pertanian.***

  • Penulis: Mario

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sidang Perdana Gugatan Lingkungan di PN Pasir Pangaraian, Tergugat Tidak Hadir

    Sidang Perdana Gugatan Lingkungan di PN Pasir Pangaraian, Tergugat Tidak Hadir

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Diana Ningsih
    • visibility 27
    • 0Komentar

        ROKAN HULU,Jarrakpos.com  – Sidang perdana perkara gugatan lingkungan hidup dengan Nomor 203/Pdt.Sus-LH/2026/PN Prp di Pengadilan Negeri Pasir Pangaraian digelar pada Kamis, 20 Agustus 2026 sekitar pukul 16.00 WIB.   Perkara tersebut diajukan oleh Yayasan Sinergi Nusantara Abadi selaku Penggugat terhadap PT Andika Permata Sawit Lestari selaku Tergugat.   Gugatan berkaitan dengan dugaan persoalan […]

  • Terobosan Pelayanan Kesehatan: Walikota Dedy Wahyudi Perintahkan Puskesmas di Kota Bengkulu Buka 24 Jam

    Terobosan Pelayanan Kesehatan: Walikota Dedy Wahyudi Perintahkan Puskesmas di Kota Bengkulu Buka 24 Jam

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 351
    • 0Komentar

    BENGKULU, jarrakpos.com – Kalau biasanya Puskesmas di Kota Bengkulu buka hanya pada hari Senin-Jumat mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB dan Sabtu hingga pukul 12.00 WIB, mulai sekarang seluruh Puskesmas se-Kota Bengkulu buka layanan 24 jam terutama pada pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD). Ini merupakan instruksi Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi yang disampaikan langsung di hadapan […]

  • Ketua Bapemperda DPRD Kota Batam Terima Kunjungan Pansus RPJMD DPRD Singkawang

    Ketua Bapemperda DPRD Kota Batam Terima Kunjungan Pansus RPJMD DPRD Singkawang

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 378
    • 0Komentar

    Batam, jarrakpos.com | Ketua Badan Pembentukan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Batam Siti Nurlailah,ST,MT menerima kunjungan kerja panitia khusus (Pansus) RPJMD DPRD Kota Singkawang,Kalimantan Barat di Kantor DPRD Kota Batam,Kamis (17/7/2025). Rombongan Pansus DPRD Kota Singkawang dipimpin oleh Ketua Pansus Afriza Rusnandi. RS,SE.Dalam pertemuan itu Siti Nurlailah menyampai apresiasi atas dipilihnya Kota Batam sebagai tujuan kunjungan […]

  • Dengan Gerak Cepat, Bupati Dian dan AGN siap Pulangkan Korban TPPO di Kamboja ke Kuningan

    Dengan Gerak Cepat, Bupati Dian dan AGN siap Pulangkan Korban TPPO di Kamboja ke Kuningan

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle Ghana
    • visibility 268
    • 0Komentar

    KUNINGAN, Jarrakpos.com – Pemkab Kuningan mengambil langkah cepat dalam upaya pemulangan DS (25), warga Desa Galaherang, Kecamatan Maleber, bersama istrinya NAS (30) dan sejumlah rekannya yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja. Proses ini dilakukan melalui koordinasi Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, bersama Kapolres Kuningan serta Andi Gani Nena Wea, […]

  • Rapat Paripurna Laporan Hasil Kegiatan Reses Masa Persidangan 1 Tahun 2025.

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • account_circle Wahyu Supriatna
    • visibility 1.275
    • 0Komentar

    INDRAMAYU JarrakPos.Com- Memasuki masa Reses masa Persidangan 1 para anggota DPRD Kabupaten Indramayu melakukan kunjungan ke daerah pemilihan masing- masing dan mengadapan pertemuan dengan Kontituen. Hal ini dilakukan dengan maksud agar dapat melihat, mendengar dari dekat tentang pokok permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat guna di sampaikan ke Pemerintah daerah untuk dapat di tindak lanjuti. Hasil […]

  • Insiden Kejurda Silat, Ketua IPSI Sumut Dilaporkan ke Polisi

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle Syawal
    • visibility 1.411
    • 0Komentar

    Medan – Insiden yang menewaskan pesilat dari perguruan Tapak Suci Said Ali Rabbani asal Tapteng di GOR Lubuk Pakam, 12-16 Pebruari 2025 berbuntut. Aliansi Masyarakat Peduli Pencak Silat Sumatera Utara melaporkan ketua umum IPSI Sumut 2020-204 Dahliana ke Poldasu. Ini terlihat dari laporan Aliansi Masyarakat Pencak silat tanggal 22 Pebruari 2025 dan diterima sekretariat staf […]

expand_less