Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » BATAM » AMSBP Desak Kejelasan, Kejaksaan Tinjau Dugaan Hambatan pada Proyek Drainase Rp15 Miliar di Sei Beduk

AMSBP Desak Kejelasan, Kejaksaan Tinjau Dugaan Hambatan pada Proyek Drainase Rp15 Miliar di Sei Beduk

  • account_circle Habil
  • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

BATAM, Jarrakpos.com |  Menindaklanjuti laporan Aliansi Masyarakat Sei Beduk Peduli (AMSBP), Tim Kejaksaan Negeri Batam turun langsung ke lokasi bersama Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Inspektorat Daerah Kota Batam, serta kontraktor pelaksana, Senin (3/8/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan setelah muncul dugaan bahwa keberadaan pipa Hantu menghambat pelaksanaan proyek drainase yang dibiayai APBD Kota Batam dengan nilai sekitar Rp15 miliar.

Di hadapan AMSBP, perwakilan Kejaksaan Negeri Batam, Alfian, menjelaskan bahwa pihaknya telah meminta penjelasan kepada kontraktor dan Dinas Bina Marga terkait pelaksanaan proyek.

“Masalah pelaksanaan teknis sudah kami tanyakan kepada kontraktor dan Dinas Bina Marga. Menurut mereka, tidak ada kendala teknis,” ujar Alfian.

Meski demikian, Alfian menegaskan keberadaan pipa tersebut tetap akan dievaluasi untuk memastikan status dan penanganannya.

“Keberadaan pipa itu akan kami evaluasi dan kami cari tahu. Untuk pekerjaan teknis kami serahkan kepada kontraktor pelaksana,” tambahnya.

Namun suasana berubah ketika Ketua Majelis Lingkungan Hidup Muhammadiyah Sei Beduk, Arifin E. (Pak Pahan), meminta agar kontraktor dan Dinas Bina Marga bersedia membuat pernyataan tertulis apabila benar pipa tersebut tidak mengganggu jalannya proyek.

“Kalau memang tidak mengganggu proyek pemerintah, silakan buatkan pernyataan secara tertulis,” tegasnya, seketika itu Pihak Kontraktor dan Dinas BMSDA terdiam.

Menurut AMSBP, permintaan tersebut tidak mendapat tanggapan dari pihak kontraktor maupun Dinas Bina Marga.

Koordinator AMSBP, Haris, kemudian mempertanyakan kondisi lapangan yang menurutnya sulit dipahami.

“Kalau memang tidak mengganggu, kenapa pekerjaan hanya berhenti tepat di lokasi pipa? Sebelah kiri sudah dikerjakan, sebelah kanan juga sudah dikerjakan tetapi bagian yang ada pipa ditinggalkan. Itu fakta yang kita lihat saat ini di lapangan secara kasat mata.

Haris juga mempertanyakan apakah keberadaan pipa tersebut memang telah masuk dalam Detail Engineering Design (DED), gambar perencanaan maupun Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek.

Kalau memang nanti dibuat penambahan pipa seperti yang disampaikan, apakah itu memang sudah ada dalam DED dan RAB? Atau justru merupakan perubahan pekerjaan? Ini perlu dijelaskan kepada publik,” katanya.

Menurut Haris, apabila pipa tersebut bukan bagian dari perencanaan, maka perlu ada penjelasan resmi mengenai dasar teknis maupun legalitas keberadaannya.

AMSBP juga menilai secara kasat mata keberadaan pipa tersebut berpotensi mengurangi fungsi drainase apabila tidak ditangani sesuai perencanaan. Penilaian tersebut merupakan hasil pengamatan organisasi di lapangan dan bukan kesimpulan resmi hasil investigasi.

Pak Pahan menambahkan, pihaknya memberikan waktu satu minggu kepada instansi terkait untuk memberikan kepastian.

“Kami mengapresiasi Kejaksaan yang turun hari ini. Kami berharap dalam satu minggu sudah ada kepastian.

Kalau memang tidak ada pemilik yang sah, menurut kami lebih baik ditutup atau dibongkar. Kami juga melihat ada indikasi perubahan kondisi lingkungan di sekitar drainase. Kami tidak menyatakan ada limbah, tetapi kondisi ekosistem menurut pengamatan kami sudah berbeda,” ujarnya.

Seorang warga Sei Beduk, Rafi, juga menyampaikan pandangannya.

“Kalau memang tidak ada pemiliknya dan mengganggu proyek pemerintah, lebih baik dibongkar saja. Jangan sampai pembangunan yang memakai uang rakyat terganggu,” katanya.

Di sela peninjauan, awak media juga memperoleh keterangan dari salah seorang pihak kontraktor yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Menurut sumber tersebut, keberadaan pipa itu memang memengaruhi proses pekerjaan di lapangan.

Sementara itu, Ketua Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI) DPW Kepulauan Riau, Amran Sihombing, menyatakan dukungan terhadap langkah Kejaksaan Negeri Batam.

Menurutnya, apabila tidak ada pihak yang dapat menunjukkan kepemilikan maupun legalitas jaringan pipa tersebut, pemerintah perlu segera mengambil tindakan.

“Kalau memang tidak ada yang mengaku sebagai pemilik dan tidak bisa menunjukkan legalitasnya, sebaiknya ditertibkan. Jangan sampai proyek APBD senilai sekitar Rp15 miliar kehilangan fungsi hanya karena ada pipa yang statusnya tidak jelas,” tegas Amran.

AMSBP menegaskan akan terus mengawal persoalan tersebut dan meminta Kejaksaan Negeri Batam memastikan proyek peningkatan drainase berjalan sesuai perencanaan, spesifikasi teknis, serta memberikan kepastian terhadap status pipa yang hingga kini belum diketahui pemilik maupun legalitasnya.(Red)

  • Penulis: Habil

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fortuner Hantam Dua Motor, Pengemudi Ditahan Di Rutan Polres Dumai

    Fortuner Hantam Dua Motor, Pengemudi Ditahan Di Rutan Polres Dumai

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Diana Ningsih
    • visibility 192
    • 0Komentar

    DUMAI, RIAU JARRAKPOS.COM – Kecelakaan maut melibatkan satu unit mobil mewah dan dua sepeda motor terjadi di Jalan Sultan Hasanuddin, tepat di depan gerai Kopi Kenangan, Kelurahan Rimba Sekampung, Kecamatan Dumai Kota, Kota Dumai. Insiden tragis yang terjadi pada Sabtu (23/5/2026) sekira pukul 04.30 WIB dini hari tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia di lokasi […]

  • BPBD Pastikan Kuningan Masih Aman dari Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

    BPBD Pastikan Kuningan Masih Aman dari Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Ghana
    • visibility 93
    • 0Komentar

    KUNINGAN, Jarrakpos.com – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dalam beberapa hari terakhir membuat sejumlah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi sebaran abu vulkanik. Meski demikian, hingga Senin, 7 September 2026, Kabupaten Kuningan masih dalam kondisi aman. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan memastikan belum menerima laporan adanya wilayah yang terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. […]

  • Semarakan HUT TNI ke-81, Kodim 0615/KNG Gelar Khitanan dan Pengobatan Massal Gratis

    Semarakan HUT TNI ke-81, Kodim 0615/KNG Gelar Khitanan dan Pengobatan Massal Gratis

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Ghana
    • visibility 65
    • 0Komentar

    KUNINGAN, Jarrakpos.com – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026, Kodim 0615/Kuningan menggelar kegiatan Bakti Sosial Khitanan dan Pengobatan Massal Gratis pada Sabtu (19/9/2026). Acara yang ditujukan bagi masyarakat umum ini berlangsung tertib, aman, dan lancar di Aula Gedung Serba Guna Mashud Wisnusaputra Kodim 0615/Kuningan. ​Kegiatan ini dipimpin langsung […]

  • Seorang Laki-Laki Bernama Musliman telah Pergi dari Rumahnya, Berharap segera Ditemukan

    Seorang Laki-Laki Bernama Musliman telah Pergi dari Rumahnya, Berharap segera Ditemukan

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 139
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Seorang pria asal Dusun Candi Kecamatan Secang Kabupaten Magelang telah pergi meninggalkan rumah sejak hari Minggu 12 Juli 2026.Dia pergi meninggalkan rumah hingga saat ini Selasa ( 28/ juli / 2026) belum kembali. Musliman (40) bin Supandi saat pergi meninggalkan rumah, menurut keterangan dari warga ketika dikonfirmasi awak media mengatakan Musliman pergi menuju […]

  • KUA Sindang Dataran Apresiasi Polri, Ajak Masyarakat Jaga Persatuan Bangsa

    KUA Sindang Dataran Apresiasi Polri, Ajak Masyarakat Jaga Persatuan Bangsa

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 965
    • 0Komentar

    Rejang Lebong, jarrakpos.com  – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sindang Dataran menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polri yang dinilai sigap dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya pada momentum aksi-aksi demonstrasi yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia akhir-akhir ini. Dalam pernyataannya, pihak KUA menegaskan bahwa menyampaikan aspirasi melalui aksi unjuk rasa merupakan hak setiap warga negara. […]

  • BPJS Ketenagakerjaan Lindungi Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Bengkulu

    BPJS Ketenagakerjaan Lindungi Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Bengkulu

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 384
    • 0Komentar

    BENGKULU, jarrakpos.com – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bengkulu memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada 1.091 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Bengkulu tahun 2025. Penyerahan simbolis kartu peserta dilakukan dalam seremoni pelepasan mahasiswa KKN di sportarium Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Selasa (5/8/2025). Ditempat terpisah, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ferama Putri, mengatakan bahwa perlindungan ini diberikan […]

expand_less