Usman Husin Apresiasi Forest Youthverse, Sebut Anak Muda Garda Terdepan Penjaga Hutan Indonesia
- account_circle Mario
- calendar_month 14 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB, Usman Husin, mengapresiasi penyelenggaraan Forest Youthverse Summit 2026 yang digelar Kementerian Kehutanan di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Mapoli, Kota Kupang. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam menyiapkan generasi muda sebagai garda terdepan menjaga kelestarian hutan Indonesia.
Usman menilai pelestarian hutan tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah dan aparat kehutanan, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif generasi muda yang memiliki kepedulian, kreativitas, serta kemampuan memanfaatkan teknologi dan media sosial untuk mengedukasi masyarakat.
“Anak-anak muda adalah garda terdepan penjaga hutan Indonesia. Saya mengapresiasi inisiatif Kementerian Kehutanan melalui Forest Youthverse karena berhasil menghadirkan ruang belajar, ruang kolaborasi, sekaligus ruang lahirnya inovasi bagi generasi muda,” kata Usman saat dimintai tanggapannya, Selasa (22/7/2026).
Politisi PKB asal Nusa Tenggara Timur itu mengatakan, keterlibatan generasi muda dalam isu kehutanan harus terus diperluas. Menurutnya, tantangan menjaga hutan saat ini tidak hanya berkaitan dengan pencegahan kerusakan kawasan, tetapi juga bagaimana membangun kesadaran masyarakat melalui pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan anak muda.
Karena itu, ia mendukung ajakan Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) Kementerian Kehutanan, Drh. Indra Exploitasia, M.Si, yang mendorong generasi muda menjadi influencer positif pelestarian hutan.
“Media sosial hari ini memiliki pengaruh yang sangat besar. Kalau anak-anak muda menggunakan platform digital untuk mengampanyekan pentingnya menjaga hutan, dampaknya akan jauh lebih luas. Saya berharap semakin banyak influencer yang menyuarakan pelestarian hutan, bukan hanya hiburan semata,” ujarnya.
Forest Youthverse Summit sendiri mempertemukan 30 Generasi Pelestari Hutan (Genries) terbaik dari berbagai perguruan tinggi dan komunitas di Nusa Tenggara Timur. Selama dua hari, peserta mengikuti berbagai kegiatan mulai dari pemeliharaan tanaman di KHDTK Mapoli, refleksi hutan, penyusunan inovasi pelestarian, hingga presentasi gagasan melalui Forest Innovation Pitching.
Pada kesempatan itu, Plt. Kepala BP2SDM Kementerian Kehutanan, Drh. Indra Exploitasia, M.Si, juga meresmikan Camping Ground Sakawanabakti dan Basecamp Genries di KHDTK Mapoli. Kehadirannya disambut dengan tarian adat dan prosesi Natoni sebagai bentuk penghormatan masyarakat NTT.
Indra menegaskan, fasilitas tersebut akan menjadi pusat pembinaan generasi muda kehutanan sekaligus ruang belajar, berdiskusi, dan berkolaborasi untuk melahirkan aksi nyata dalam menjaga kelestarian hutan.
Ia juga berpesan agar para peserta menjadi penyambung informasi positif mengenai kehutanan kepada masyarakat.
“Sampaikan hal-hal positif melalui media sosial. Jadilah corong Kementerian Kehutanan dan rimbawan-rimbawan muda yang mampu menjadi influencer positif untuk mengedukasi masyarakat tentang kehutanan,” pesannya.
Selain menjadi wadah pembelajaran, kawasan KHDTK Mapoli seluas sekitar 16 hektare diharapkan berkembang sebagai pusat edukasi konservasi, pembibitan tanaman hutan, serta penguatan pembinaan Saka Wanabakti, Gerakan Pramuka, dan Generasi Pelestari Hutan (Genries).
Usman Husin berharap kegiatan seperti Forest Youthverse tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi terus berlanjut dan diperluas ke berbagai daerah di Indonesia, khususnya di NTT yang memiliki kekayaan hutan dan keanekaragaman hayati yang perlu dijaga bersama.
“Kita membutuhkan lebih banyak rimbawan muda yang mencintai hutan, mampu mengedukasi masyarakat, dan menjadi pelopor gerakan pelestarian lingkungan. Saya yakin, jika generasi muda diberi ruang dan didampingi dengan baik, mereka akan menjadi kekuatan besar dalam menjaga hutan Indonesia untuk generasi mendatang,” pungkasnya.
Untuk diketahui, dalam Forest Youthverse Summit ini, diselenggarakan juga Forum Konsolidasi Penguatan Saka Wanabakti Wilayah Nusa Tenggara Timur yang dihadiri oleh unsur Pimpinan Saka Wanabakti Nasional, Balai P2SDM Wilayah VII Kupang, Balai Perhutanan Sosial Kupang, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam NTT, BPKH Wilayah XIV Kupang, BPDAS Benain Noelmina, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Provinsi NTT, Kwartir Cabang Kota Kupang, serta para pemangku kepentingan lainnya.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar