Cegah Merembet ke Pemukiman, Damkar Cirebon Padamkan Kebakaran Rumpun Bambu di Greged
- account_circle Hadi Supangat
- calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

CIREBON, JARRAKPOS.COM – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Cirebon berhasil memadamkan kebakaran lahan rumpun bambu yang berpotensi mengancam rumah warga di Desa Greged, Kecamatan Greged, pada Kamis (8/7/2026). Berkat respon cepat petugas dan bantuan dari sektor tetangga, api berhasil dikendalikan sebelum meluas.
Kepala Dinas Damkarmat Kabupaten Cirebon, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Situasi Potensi (Kabid PPSP), Eno Sujana, menjelaskan bahwa laporan pertama diterima pada pukul 13.30 WIB dari Ibu Kusniah, pemilik lahan.
“Api berasal dari rumpun bambu di Dusun Manis, RT 001/RW 002, Desa Greged. Karena lokasinya sangat berdekatan dengan rumah warga, kami mengerahkan Regu 2 Sektor Greged yang tiba di lokasi hanya dua menit setelah pemberangkatan, yakni pukul 13.32 WIB,” ujar Eno Sujana.
Eno menambahkan, kondisi di lapangan cukup menantang karena angin dan material bambu yang mudah terbakar. Untuk mempercepat pemadaman dan memastikan stok air tetap terjaga, anggota di lapangan segera berkoordinasi meminta bantuan ke Sektor Sumber. Regu 2 Sektor Sumber pun segera datang untuk memberikan dukungan tenaga dan logistik air.
Berdasarkan keterangan warga sekitar, penyebab awal kebakaran diduga akibat kelalaian oknum yang membakar sampah di area dekat rumpun bambu. Percikan api kemudian merambat dengan cepat ke semak belukar bambu. Akibat panasnya api, beberapa batang bambu yang terbakar runtuh dan menimpa bagian genteng dapur rumah milik Ibu Kusniah seluas sekitar 1 meter persegi.
“Tim langsung melakukan pemadaman intensif dan pembasahan total hingga pukul 15.25 WIB. Setelah itu, dilakukan pengecekan menyeluruh untuk memastikan tidak ada bara tersisa. Proses pendataan selesai pada pukul 15.29 WIB,” jelas Eno.
Dari hasil evaluasi di lapangan, luas lahan yang terbakar mencapai ±3 meter persegi, namun tim berhasil menyelamatkan area seluas ±297 meter persegi dari total lahan ±300 meter persegi. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, dan kerugian materiil lainnya dinyatakan nihil selain kerusakan minor pada atap dapur.
Eno Sujana kembali mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam membuang atau memusnahkan sampah, terutama di musim kemarau atau saat angin kencang. “Hindari membakar sampah di area terbuka yang dekat dengan vegetasi kering atau pemukiman. Satu percikan api bisa menjadi bencana besar jika tidak ditangani dengan cepat,” pungkasnya.
Usai situasi dinyatakan aman, seluruh personil kembali ke pos masing-masing untuk siap siaga melayani panggilan darurat berikutnya.
(JP/Red)
- Penulis: Hadi Supangat




Saat ini belum ada komentar