Bukan Sekadar Donor Darah, SOUL Action Mengubah Kepedulian Menjadi Gerakan Kemanusiaan
- account_circle Diana Ningsih
- calendar_month 13 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

TANGERANG SELATAN – Kepedulian terhadap sesama tidak selalu harus diwujudkan melalui sesuatu yang besar. Terkadang, sebuah keputusan sederhana untuk menyumbangkan darah justru dapat menjadi bagian penting dari perjuangan hidup seseorang.
Semangat itulah yang terlihat dalam kegiatan SOUL Action Donor Darah yang digelar Yayasan Cahaya Cinta Kasih (YCCK) bersama SOUL Community Jabodetabek-Banten di Gedung PMI Kota Tangerang Selatan, Minggu (16/8/2026).
Sebanyak 21 kantong darah berhasil dikumpulkan dari kegiatan tersebut. Darah yang terkumpul kemudian menjadi bagian dari ketersediaan stok PMI Kota Tangerang Selatan untuk membantu pasien yang membutuhkan transfusi di berbagai fasilitas kesehatan.
Namun, kegiatan ini tidak berhenti pada aktivitas donor darah.
Di balik jarum yang menembus kulit dan kantong-kantong darah yang terkumpul, terdapat pesan yang lebih besar: mengajak masyarakat untuk menyadari bahwa keberadaan mereka dapat memberi manfaat bagi orang lain.
Koordinator SOUL Community Banten, Sandhyani, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata semangat berbagi dan melayani.
«“Setetes darah kita sangat berarti bagi sesama. Kami dari SOUL Community Jabodetabek mewakili Yayasan Cahaya Cinta Kasih hadir di PMI Tangerang Selatan untuk melakukan SOUL Action Donor Darah sebagai wujud kepedulian dan pelayanan kita bersama.”»
Bagi PMI Kota Tangerang Selatan, kontribusi tersebut tentu memiliki arti tersendiri. Perwakilan PMI, M. Fajar, menyampaikan apresiasi atas konsistensi YCCK dan para relawan yang terus mengambil bagian dalam aksi donor darah.
«“Terima kasih kepada Yayasan Cahaya Cinta Kasih yang telah berdonor darah di PMI Tangsel. Hari ini berhasil kita dapatkan sebanyak 21 kantong darah. Semoga donor darah kali ini menjadi manfaat bagi sesama.”»
Ketika Donor Darah Menjadi Momentum Introspeksi
Ada hal menarik yang membedakan kegiatan SOUL Action kali ini. Setelah aksi kemanusiaan melalui donor darah, peserta juga diajak mengikuti SOUL Reflection, sebuah sesi berbagi melalui metode buka buku acak.
Peserta tidak hanya datang, duduk, kemudian pulang setelah mendonorkan darah. Mereka diberi ruang untuk berbicara, mendengarkan pengalaman orang lain, dan melakukan refleksi terhadap perjalanan kehidupan masing-masing.
Bagi Ela, seorang karyawan swasta, kegiatan tersebut memberikan kesempatan untuk ikut berkontribusi secara langsung.
«“Menurut saya acara donor darah ini benar-benar penting dan krusial banget. Saya bersyukur dikasih wadah untuk bisa ikut berbagi.”»
Sementara Anie melihat donor darah sebagai pengingat bahwa menjaga kesehatan diri juga merupakan bagian dari tanggung jawab sosial.
«“Setelah donor darah hari ini, saya merasa hidup saya lebih bermanfaat dan mempunyai tujuan. Saya merasa punya kewajiban untuk menjaga asupan makan dan kesehatan saya agar darah yang saya berikan benar-benar berkualitas.”»
Sementara itu, Megan menilai sesi SOUL Reflection memberikan pengalaman yang tidak kalah penting dibandingkan aksi donor darah.
«“Pesan dari halaman buku yang saya dapat sangat relate sekali buat saya. Di sini kita saling belajar, saling mendengarkan, dan sharing. Pembentukan karakter adalah hal yang paling penting untuk pertumbuhan kita bersama.”»
Dari Satu Kegiatan Menjadi Gerakan Bersama
Kekuatan kegiatan ini justru terlihat dari keterlibatan banyak pihak. Relawan, peserta donor, komunitas, yayasan, hingga PMI bertemu dalam satu tujuan: memberikan manfaat bagi sesama.
Andi Dwinanda, salah seorang peserta, berharap semangat tersebut dapat diperluas sehingga kegiatan sosial tidak hanya berlangsung di satu wilayah.
«“Ke depannya mudah-mudahan acara seperti ini lebih banyak diselenggarakan, tidak cuma di satu tempat tapi di banyak tempat. Terima kasih kepada Yayasan Cahaya Cinta Kasih yang sudah mengadakan acara ini.”»
Harapan tersebut menjadi pekerjaan rumah sekaligus peluang untuk memperluas gerakan kemanusiaan berbasis komunitas.
Sebab, persoalan kebutuhan darah bukan hanya menjadi tanggung jawab PMI atau fasilitas kesehatan. Ketersediaan darah juga membutuhkan partisipasi masyarakat secara berkelanjutan.
Dalam konteks itulah SOUL Action mengambil posisi: membangun kebiasaan untuk peduli, bukan sekadar mengadakan kegiatan sesaat.
Yayasan Cahaya Cinta Kasih yang didirikan pada 2012 oleh Bunda Arsaningsih selama ini membawa semangat kemanusiaan dan pembentukan karakter melalui pendekatan SOUL.
Program SOUL Action kemudian menjadi salah satu wadah untuk menerjemahkan nilai tersebut ke dalam aksi nyata, mulai dari donor darah, bakti sosial, kepedulian lingkungan hingga berbagai kegiatan pelayanan masyarakat.
Pada akhirnya, 21 kantong darah yang terkumpul di Tangerang Selatan bukan sekadar angka.
Di balik setiap kantong terdapat waktu yang diberikan, keberanian untuk berbagi, dan kepedulian seorang manusia terhadap manusia lainnya.
Karena kemanusiaan tidak selalu dimulai dari hal besar. Ia bisa dimulai dari satu keputusan sederhana: bersedia berbagi apa yang kita miliki untuk kehidupan orang lain.
SOUL Action — berbagi kasih, membentuk karakter, dan melayani sesama.
- Penulis: Diana Ningsih




Saat ini belum ada komentar